
**Mau lanjut atau tamat aja ya pak pol 🤔butuh dukungan dari kakak semua🙃jangan lupa like and vote ya kk😍Terimakasih 🙃
Happy Reading All ☺**
Hari-hari Dara lewati bersama teman seperjuangan di negara orang. Hari pertama hingga tiba saatnya hari perpisahan acara berjalan lancar. Selama di negara orang, selama itu juga ia tidak sekalipun komunikasi dengan suaminya. Terakhir kali ia mengontak suaminya, mau berangkat hingga sekarang belum ada komunikasi antara mereka.
Raka sibuk dengan pekerjaannya, entah kapan selesainya masalah yang sedang ia proses. Polisi muda itu sengaja menyibukkan dirinya sekilas untuk melupakan istrinya.
Saat ini, Raka bertugas menyelidiki kasus prostitusi yang terjadi di klub malam di lingkungan rumahnya. Raka ditugaskan atas laporan seseorang yang mengetahui keterlibatan anak kecil dalam prostitusi di klub tersebut.
Beberapa hari Raka menjadi tamu di klub tersebut, penyelidikan Raka hari demi hari menghasilkan jalan terang akan kasusnya. Satu persatu barang bukti berhasil dikumpulkan polisi muda itu.
"Berhenti, jangan ada yang bergerak!"
"Diam di tempat!" Tegas Raka bersama rekannya Jojo yang berhasil meringkus tersangka kasus tersebut.
"Kalian kami tangkap, atas laporan dari masyarakat yang resah akan kegiatan klub ini." Tegas Raka.
Raka meringkus sindikat prostitusi anak dibawah umur di klub malam bersama Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro. Seorang mucikari dan dua pekerja **** komersial (PSK) berhasil dibekuk Raka dan rekannya.
Dor
Tembak peringatan dilepaskan ke udara, suasana riuh mulai terdengar. Banyaknya tamu di klub tersebut sedikit merepotkan buat polisi menjalankan tugasnya.
"Raka awas!" Terdengar suara samar di telinga Raka. Salah satu rekan Raka dalam menjalani tugas memperingati Raka.
Srekk
__ADS_1
Terlamat sudah peringatan itu, sobekean benda tajam berhasil menyentuh betis Raka. Cairan merah perlahan mulai memancar. Kental sangat kental tetes demi tetes membasahi kaki polisi muda itu.
Satu kali tendangan berhasil membuat tersangka terhempas ke lantai. Kepala yang menyentuh meja miras membuat tersangka tidak berdaya.
Raka mencoba kuat, menahan berat tubuhnya yang mulai terasa. Tidak butuh lama samar-samar di mata Raka berganti kegelapan, tubuh Raka ambruk di hadapan tersangka yang bernasib sama.
Situasi yang sangat mengkhawatirkan, beberapa saat ambulans datang, tubuh kekar polisi muda itu di boyong menuju mobil ambulans dan dibawa ke rumah sakit.
Wiu wiu wiu
Bunyi duka jelas terdengar suara mobil ambulans bersendadu sepanjang perjalanan. Detak jantung Raka yang mulai melemah, badannya yang semakin terasa dingin berhasil membuat petugas ambulans panik.
Dipasangkan alat bantu pernapasan oleh petugas, hingga tiba di tujuan rumah sakit Bhayangkara sepesial untuk anggota kemiliteran seperti Raka. Diboyong lah tubuh Raka memasuki RS tersebut, ruang yang kata orang paling menakutkan yaitu IGD disana lah keberadaan Raka sekarang.
Beberapa saat pintu ruang tersebut terbuka, terlihat dokter dan suster mendorong seorang pasien terburu-buru menuju ruang operasi di sebelah nya. Pucat, jelas raut wajah Raka sangat memperhatinkan.
Lampu merah biru yang sedaritadi berputar akhirnya berhenti menandakan kegiatan operasi selesai.
"Dok, gimana keadaan teman kami dok?" Ucap mereka serentak bertanya.
"Alhamdulillah, pasien beruntung. Stok darah yang ada di rumah sakit ini masih cukup untuk menangani nya. Jika sedikit terlambat mungkin pasien tidak akan tertolong."
"Luka dibagian betis adalah luka yang sangat berbahaya, bisa saja kontraksi otaknya berhenti karena adanya kerusakan dibagian betis. Untung pasien masih bisa menahan." Ucap Dokter Vania menjelaskan panjang kali lebar.
"Untuk saat ini pasien sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat inap, silahkan untuk keluarga mengurus administrasi nya!" Perintah Dokter Vania sebelum menunduk sopan meninggalkan kerumunan anggota kepolisian itu.
"Ada yang tau nomor keluar Raka ngak?" Tanya Jojo tergesa-gesa. Tidak satupun dari mereka yang memilikinya. Mereka semua tertunduk lesu merasa bersalah akan kejadian yang menimpa rekannya itu.
__ADS_1
"Jo, lu tau rumah Raka kan coba langsung kesana aja?" Usul salah satu dari mereka.
"Bener juga Bro, gua pamit ya. Untuk sementara yang bersedia urus saja administrasi nya!" Ucap Jojo meninggalkan kerumunan.
Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur(Malaysia)
Brukk
"Aihh, Kiki!" Teriak Dara kaget.
"Apa sih Kak ipar?" Ucap Kiki menggoda.
"Bisa hati-hati ngak jalannya! Sakit nih." Kesal Dara memegang tangannya yang tergores pintu kaca bandara. Seketika Dara merasa rindu akan suaminya. Bermaksud untuk menghubungi, handphone Dara malah tidak ada di tempat alias menghilang.
"Ki, handphonenya gua mana?" Tanya Dara memeriksa tas bawaannya tetapi hasilnya nihil.
"Ngak tau, di koper kali!" Saut Kiki cuek, kembali menatap asik layar gawai yang dipegangnya.
"Iya kali ya, mungkin karena aku buru-buru kemasuk koper." Gumam Dara berakhir mendengar perintah akan penerbangan selanjutnya tujuan Indonesia.
Tanah memeriksa terlebih dahulu Dara kembali melanjutkan langkahnya menuju pesawat yang sebentar lagi akan melakukan penerbangan.
"Kak Raka maaf, aku ngak bisa ngabarin!" Batin Dara tersenyum melihat suasana terakhir ia di negara asing tersebut.
**Bersambung..
#Author: Desi_hw12**
__ADS_1