Police!! I Hate You

Police!! I Hate You
Pasangan aneh


__ADS_3

**Aku orang nya ngak pelit jempol 😌tapi semua nya pada ngak mau kasih aku jempol 🙃salah aku apa hanya sebagai author recehan 😌


Happy Reading All🙃**


"Belum tidur?" Suara serak basah membuat kepala Dara mendongak ke asal suara. Dara kaget mendapati suaminya yang sudah terbangun.


"Belum," saut Dara cuek kembali mengamati layar handphone nya.


"Ngak nyaman ya tidur di sofa? Sini aja ngak apa-apa masih muat ko!" Ucap Raka menepuk ranjang di sampingnya yang dipenuhi kabel infus.


"Ngak ko, aku juga mau tidur. Goodnight!" Ucap Dara gk enak hati langsung menarok handphone nya di tas.


"Goodnight too, dear!" Ucap Raka lirih kembali memejamkan matanya dan berlalu ke alam mimpi.


Pagi..


Suara azan dimasjid membangunkan Dara dari tidur panjang nya yang sama sekali tidak nyaman.


"Aaaa!" Suara Dara mengeliat hampir saja ia lupa sedang di sofa.


"Ya ampun, untung aku ngak jatuh!" Batin Dara tersadar.


"Dimana dia?" Dara bingung menelusuri setiap sudut ruang tidak mendapati yang ia cari.


"Udah bangun, sana siap-siap udah ngak ada tamu lagi kan?" Suara Raka mengejutkan gadis itu.


"Iya, ya kali sebulan!" Ucap Dara kembali jutek.


"Mungkin!" Balas Raka kembali mendekati tempat tidur rumah sakit itu. Terlihat tubuh Raka sudah mulai membaik, walaupun kakinya yang sebelah belum terlalu bisa bergerak.


Pagi berjalan sangat cepat, tidak terasa matahari mulai menerobos masuk ke ruang inap Raka. Kamar yang strategis sengaja dipilihkan untuk Raka sebagai pasien spesial dirumah sakit aparat negara tersebut.


"Pagi Nak, gimana keadaannya sudah baikkan?" Wanita paruh baya keluar dari pintu, bertanya tergesa-gesa.


"Iya Bu, alhamdulillah!" Saut Raka senyum tipis, menambah kekaguman istrinya.


"Nih Nak, pakaian ganti Bibi bawa sekalian ada perlengkapan perempuan!" Ucap Bibi tersenyum menyodorkan ransel kecil yang sedang menggantung di tangannya.


"Terimakasih Bi!" Balas Dara tersenyum.


"Pagi Bu! Kak Raka udah sehat?" Tanya dokter cantik itu mendekati ranjang Raka.


"Pagi Dok!" Saut Syaidah dan Raka serentak.

__ADS_1


"Aku cek ya Kak!" Ucap Reina memeriksakan keadaan Raka. Perlahan wanita muda itu mulai memegang tangan Raka untuk mengecek nadi, kembali tangan Reina mengusap pelan leher Raka.


"Alhamdulillah, tubuh kakak udah mulai,...." belum selesai Reina menjelaskan denting keras pintu jelas terdengar dari arah kamar mandi.


"Maaf, Anda siapa? Saya ingatkan jangan coba-coba untuk merusaki fasilitas rumah sakit ini!" Ucap gadis cantik itu penuh penekanan.


"Sorry, ngak sengaja!" Balas Dara terkekeh. Kesal bercampur malu itulah yang sedang mengusai perasaan Dara.


"Bi, aku pamit ke kampus ya! Semuanya aku pamit ya. Assalamu'alaikum!" Lanjut Dara menunduk segera meninggalkan ruangan inap suaminya.


"Waalaikumsalam. Hati-hati , Nak!" Saut Syaidah dan mereka semua serentak.


"Reina, boleh lanjut jelaskan yang tadi?" Ucap Raka membuyarkan pikiran mereka yang sedang menatap kepergian Dara.


"Ah, iya Kak. Gini Kak, hasilnya kesehatan Kakak udah mulai stabil. Hanya menunggu bekas operasi kering aja Kak." Jelas Reina menjelaskan pada Raka dan Syaidah.


"Kak, boleh nanya? Cewe barusan?" Memang kurang jelas sih pertanyaan Reina. Namun Raka mengerti maksud dari pertanyaan Reina.


"Dara, istri Kakak. Calon Kakak ipar mu!" Ucap Raka terkekeh.


"Do'ain aja ya Kak! Aku masih berusaha." Balas Reina tersenyum malu mendengar ucapan Raka.


"Yaudah, Bi. Kakak. Aku pamit ya untuk hari ini pemeriksaan nya udah selesai. Cepat sembuh ya Kak!" Lanjut Reina pamit berlalu meninggalkan ruangan inap Raka.


"Bi, calon!" Ucap Raka menggoda Syaidah.


"Makanan yang Bibi bawa masih ketinggal di mobil Nak, tunggu bentar ya Bibi ambilin!" Syaidah ikut pamit meninggalkan Raka sendirian.


Ting(pesan masuk)


Kak Raka: Dear, sini balik ke kamar. Aku mau jelasin yang barusan. (diread)


Kak Raka: Jangan bohong, kampus tutup kali habis acara yang kemarin. 🤭(Diread)


"Hisst, sok tau banget nih orang!" Decak kesal Dara mematikan handphone nya.


Nomor yang anda tujuan sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan Cobalah sesaat lagi!


"Barusan diread, sekarang ngak aktif. Bikin kesal aja anak curut satu ni!" Kembali mencoba hubungi nomor Dara tetap hasilnya nihil.


Rumah Denis


"Pagi, Tante!" Ucap Dara tanpa basa basi mengagetkan Mama Denis yang sedang berjemur sehat di halaman rumah.

__ADS_1


"Eh, Sayang. Bikin kaget aja kirain siapa?" Ucap Mamah Denis sabar mengusap dada.


"Denis mana Tan, ngak keliatan batang hidungnya!" Tanya Dara celingak celinguk.


"Masih ngorok Nak, kemarin malam habis balik acara kampus nganterin Tente kerumah sakit cek up." Ucap Mama Denis mengecil.


"Gimana, tante udah baikan?" Tanya Dara perhatian..


"Alhamdulillah Nak," saut wanita paruh baya itu sendu.


"Tan, Dara mau kekamar ya!" Permisi Dara langsung berlari menuju dalam rumah Denis.


Perlahan Dara masuk pelan menuju kamar Denis. Terlihat tubuh perkasa Denis terdampar dikasur kecil dipenuhi iler di pipinya.


"Dasar, ganteng-ganteng eh malah ileran. Asli parah nih anak!" Gumam Dara terkekeh.


"Foto ahh!" Lanjut Dara berpose didepan tubuh pria yang sedang terdampar itu.


"Bagus, caption apa ya?" Pikir Dara bingung.


#Teman terbaik (Isi caption Dara sebelum mengpost fotonya bareng Denis tidak lupa mentag sosmed Denis.)


Ting(Komentar masuk)


@Raka12


"Parah😤."


@Dara21


"Santai dong😜!"


@Raka12


"Serah!"


@Dara21


"Ok!"


Begitulah kira-kira pembicaraan mereka melalui sosmed, tidak ada balasan dari Raka maupun Dara.


**Bersambung...

__ADS_1


Thanks kk udah mau nitip jempol nya lop lop dah😘😍😍jangan lupa dibaca ya kk🙃**


#Author:Desi_hw12


__ADS_2