Police!! I Hate You

Police!! I Hate You
Pisah sementara


__ADS_3

Happy Reading All😍


"Woii, bangun! Udah siang kali!" Teriak Dara di telinga pria yang sedang tidur pulas itu.


"Hoamm, udah jam berapa Ma?" Refleks Denis mengira Dara mamanya.


"Halu," kesal Dara.


"Tan, Dara balik aja ya! Soalnya masih ada urusan." Pamit Dara tampa permisi pada pria yang katanya teman terbaiknya itu.


"Iya Sayang, hati-hati!" Titah mama Denis melihat tubuh Dara mulai menghilang dari pandangan nya.


"Hidup ko hampa gini yak? Mau ini malas, mau itu malas!" Batin Dara melanjutkan langkanya menuju arah yang tidak pasti.


Tuttttt(Klakson mobil hampir menabrak tubuh indah Dara)


"Eh, Kak Dara maaf!" Ucap Kiki cengengesan melihat ekspresi Dara.


"Males ahh, gua balik duluan ya. Jagain tuh Kakak lu yang ngeselin parah😤!" Ucap Dara menyetop kendaraan umum yang lagi lalu lalang.


"Iya dah, hati-hati Kak!" Ucap Kiki kembali mentancap gas mobil menuju RS tempat Raka menginap.


Hari hari Dara lalui sendiri, di rumah yang begitu mewah hanya di tempatinya bersama Syaidah dimalam hari.


Kiki untuk berapa hari ini stay di rumah sakit menemani Raka.


"Assalamu'alaikum, Bu!" Ucap Kiki membopong tubuh Raka yang masih sempoyongan menuju dalam rumah. Hari ini adalah hari dimana Raka sudah diijinkan pulang alias wajib cek up tiap minggunya.


"Waalaikumsalam, ayo Nak. Hati-hati!" Saut Syaidah membantu memapah Raka menuju kamarnya.


"Kak, buka pintunya!" Teriak keras Kiki merusak tidur siangnya Dara.


"Hmm, iya bentar!" Saut gadis cantik itu sedikit teriak nada kesal.


Pintu kamar terbuka lebar, terlihat ekspresi geram Raka menatap istrinya itu. Bagaimana tidak hampir seminggu Raka dirawat tidak pernah sekalipun Dara menjenguknya. Tidak hanya itu, Dara juga lebih sering merepost di akun medsosnya kebersamaannya dengan Denis di negara tetangga.

__ADS_1


"Terimakasih Bi, Ki!"


"Bibi boleh lanjutkan perkerjaan ko! Aku baik-baik aja!" Ucap Raka sedikit melirik kesal Dara, yang sedaritadi hanya diam sesekali menatap sudut suaminya itu.


"Nyesek banget liatnya!" Batin Raka mengatakan-atik handphone nya .


"Rei, ke rumah Kakak sekarang ya!" Pesan berhasil di kirimkan Raka pada wanita yang telah lama ia anggap adiknya itu.


"Okey, otw Kak!" Balas gadis di belahan dunia sana semangat. Bagaimana tidak ia akan bertemu dengan calon suami incerannya.


Tidak butuh lama, mobil Reina berhasil mendarat di depan istana Raka.


Tok tok ( bunyi ketukan pintu)


"Assalamu'alaikum Bu!" Ucap Reina sopan mendapati calon mertuanya membuatkan pintu.


"Waalaikumsalam, masuk Nak!" Perintah Syaidah mempersilahkan Reina masuk.


"Bu, kamar Kak Raka mana? Aku mau liat keadaan Kak Raka!" Tanya Reina berusaha hati-hati dalam berbicara.


"Terimakasih Bu, aku ijin ke atas ya!" Reini melanjutkan langkah nya menuju kamar Raka. Satu persatu anak tangga ia naiki perlahan.


"Cukup lelah juga melihat Reina menaikan anak tangga tersebut." Batin author


"Sore Kakak!" Teriak Reina manja memeluk tubuh Raka.


"Aiss!" Ceplos Dara tidak suka mendapati suaminya dipeluk cewe lain.


"Kakak, maaf buat yang kemarin! Aku hilaf!" Ucap Reina mendekati Dara yang sibuk mengurus rambutnya.


"Hm, iya!" Saut Dara cuek.


"Kakak liat nih, istri Kakak marah!" Teriak Reina menggoda Raka yang sedang menatap istrinya itu.


"Rei, sini!" Panggil Raka tidak menghiraukan ucapan Reina.

__ADS_1


"Ahh, iya Kak!" Kaget Reina melihat ekspresi Raka.


"Sana, cepat!" Hanya itu yang dapat Dara dengar, selebihnya hanya Reina dan Raka yang mengetahuinya.


Suasana sepi mulai menghampiri, mereka sama-sama memilih diam.


"Ra, sini!" Panggil Raka mengubah posisi duduk Dara menghampiri nya.


"Hm, apa?" Tanya Dara jutek.


"Bosen ngak hubungan gini-gini aja?" Ucap Raka bertanya serius.


"Banget!" Balas Dara.


"Kamu masih lama tamat kan? Gimana kalau kita buat perjanjian!" Lanjut Raka lagi membuat batin Dara penasaran.


"Apa?" Refleks Dara bertanya.


"Tentang masa depan! Mau ngak?" Tawar Raka.


"Iya, apa dulu?" Lagi-lagi dari mengajukan pertanyaan.


"Ok, boleh juga!" Saut Dara semangat mendengar bisikan suaminya itu.


"Kapan mulainya? Aku siap-siap sekarang ya?" Bahagia Dara walaupun ia sedikit bertengkar dengan perasaannya sekarang.


"Terserah, kapanpun kamu mau!" Perintah Raka sedikit menyesal dengan ucapnya.


Hati Raka terasa sedikit hancur melihat reaksi istrinya sebahagian itu. Raka merasa omongan salah, dengan ucapan itu seketika hubungan nya dengan Dara akan terancam.


"Aku ngak mau Kak, tapi ini semua buat hubungan kita! Aku tau selama ini aku terlalu kecil untuk mengerti kemauan Kakak." Batin Dara sendu mengingat omongan Raka padanya.


Malam berlalu begitu cepat, mereka tertidur dengan pikiran masing-masing. Sama-sama tidak ingin saling melepaskan, tetapi ini memang jalan terbaik untuk hubungan mereka kedepanya.


**Bersambung

__ADS_1


#Author:desi_hw12**


__ADS_2