Police!! I Hate You

Police!! I Hate You
Kantor Pengadilan Agama?


__ADS_3

Kampus


"Dara tunggu!" Denis mengikuti langkah Dara , Dara hanya fokus melanjutkan pangkahnya.


"Apa?" Jutek Dara menatap tajam Denis.


"Aku mau nanya, kamu ada hubungan apa sama cowo yang waktu itu?" Sembari Denis mengingat saat tangan Dara ditarik paksa oleh seseorang tak lain adalah Raka.


"Kakak aku, Kak Raka." Saut Dara ceplos, ia kehilangan akal mau nganggap Raka apanya.


"Sejak kapan kamu punya Kakak? perasaan dari kecil kita temanan kamu anak tunggal." Denis ngaruk-ngaruk kepalanya kebingungan.


"Ya ada, kamu aja yang ngak tau." Ngeles Dara berlalu meninggalkan Denis, Dara sengaja menghindari Denis dengan pertanyaannya itu.


"Ra, tunggu!" Denis kehilangan jejak, Dara sudah menghilang dari jangkauan matanya.


"Ahkk." Teriak Denis kesal, menendang tiang disebelahnya.


"Aihh." Hasilnya, kaki Denis kesakitan. Dengan sedikit pincang Denis berjalan menuju kelasnya yang sama dengan kelas Dara.


Dara mengambil jurusan Administrasi perkantoran. Tujuan Dara mengambil jurusan itu hanya semata perintah dari Wibowo papanya. Dengan sedikit paksaan Dara mengikuti kemauan ayahnya itu.


Flashback


"Papa, Dara lulus!" Teriak semangat Dara memeluk Wibowo dari belakang. Wibowo tengah asik mengotak atik komputer didepannya.


"Alhamdulillah, selamat ya Sayang." Wibowo berdiri membalas pelukan Dara.

__ADS_1


"Pa, Dara mau kuliah jurusan kedokteran ya Pa? Pliss." Dara memohon, matanya berkaca-kaca sayu.


"Ngak, Papa ngak ijinin. Kamu ambil jurusan Administrasi Perkantoran aja!" Tegas Wibowo


"Tapi, Pa---." Belum sempat Dara membantah.


"Dara, kamu kan tau kamu anak Papa satu-satunya. Papa mau kamu mengelola perusahaan Papa, Sayang." Wibowo menjelaskan penuh tekanan diakhir katanya.


"Papa ngak mau tau. Titik." Wibowo kembali duduk melanjutkan pekerjaannya.


"Iya, Pa." Saut Dara nada tidak semangat.


Flashback berakhir


"Ma, Raka mau lanjut serius sama Kesya. Pendapat Mama gimana?" Raka membuka obrolan dengan Rifkana yang sibuk menyuap makanan ke mulutnya.


"Ma!" Panggil Raka tidak dihiraukan Rifkana.


Hari ini Raka masih ada jadwal penyelidikan direktur kampus tempat Dara kuliah. Walaupun hampir setiap hari Raka kesana, ia tetap saja tidak pernah lagi bertemu dengan Dara. Walaupun Raka sengaja menunggu diparkiran hasilnya tetap nihil.


"Sayang, kamu mau kemana? Ikut!" Kesya hadir sepagi ini di garasi mobil Raka entah apa tujuan anak curut satu itu.


"Kerja!" Sedikit nada bentakan Raka membuat Kesya kaget memegang dadanya.


"Kemana? Ikut." Kesya bergelantungan manja dipundak Raka.


Raka hanya diam, beberapa saat akhirnya Raka memutuskan mengajak Kesya kekampus untuk ikut bersamanya.

__ADS_1


"Makasih, Sayang!" Kesya kegirangan dengan anggukan yang ditunjukkan Raka.


Beberapa saat mobil Raka sampai diparkiran mobil kampus. Seketika badannya menjadi panas dingin melihat dua pasang sejoli berpegangan tangan menuju parkiran motor. Mereka adalah Dara dan Denis. Entah apa sebabnya Dara sampai berpegangan tangan sama Denis. Yang pasti sekarang Raka merasa geram dengan kelakuan cewe yang masih berstatus istrinya itu.


Hampir saja Raka melabrak Dara dan Denis, namun sayang motor Denis sudah duluan melaju meninggalkan parkiran kampus.


"Oh jadi ini alasannya kamu Dara?"


"Baik, kalau itu mau kamu!" Batin Raka serasa ingin teriak tapi ia tahan. Seketika lamunannya buram dengan dua ketukan kaca mobil ditelinga Raka.


"Ah, iya maaf saya akan pergi sekarang." Seorang anak kampus mengingatkan Raka bahwa mobilnya menghambat banyak orang yang ingin mengeluarkan mobilnya. Dengan sigapnya Raka meninggalkan kampus mengundurkan tujuan utamanya menyelidiki kembali direktur kampus.


"Sayang, kenapa balik? Ngak jadi kerjanya?" Kesya menarik kerah baju Raka menatapnya dengan tajam.


"Lepas, turun!" Bentak tegas Raka, ia menurunkan Kesya dipinggir jalan.


"Ah sial," Raka melajukan mobilnya dengan kecepatan sedikit diatas normal.


Selama perjalanan entah kemana tujuannya Raka mengendarai mobilnya dengan amarah.


Sesampainya ditempat tujuan yaitu kantor Pengadilan Agama. Raka turun dengan oleng memasuki kantor tersebut.


"Mungkin inilah yang terbaik.." Batin Raka melanjutkan langkahnya kedalam Kantor tersebut.


Bersambung....


Buat kakak yang merasa udah aku feedback mohon maaf ada beberapa cerita yang ngak aku baca terlebih dahulu karena ceritanya mengandung unsur 17+ jadi aku hanya bisa titip jempol sma hati ya kk, mohon maaf sebesar-besarnya bukan aku bermaksud tidak menghargai, tapi aku masih pelajar kk belum pantas baca novel yang berunsur dewasa 🙏🙏mohon maaf buat kakak yang tersinggung 🙏🙏🙏aku hanya bisa kasih jempol sama hati ya kk☺☺Love All😘😘

__ADS_1


#Author:desi_hw12


__ADS_2