Police!! I Hate You

Police!! I Hate You
Denis lagi


__ADS_3

Flashback


"Dara! Ikut aku ya ketemu Mama!" Denis mendekati Dara dan memegang pundak Dara, yang masih fokus dengan handphonenya.


"Ngapain? Ngak ahh lain kali aja Denis!" Nada penolakan Dara melepaskan cengkraman tangan Denis di pundaknya.


"Ra, pliss kali ini aja. Mama pengen banget ketemu kamu, udah lama ngak kan?" Denis memohon, terlihat raut wajah Denis berkaca-kaca menatap Dara.


"Ra, pliss!" Denis kembali memohon.


Dara melihat Denis yang begitu ingin ia menemui Mamanya, membuat Dara merasa sedikit bersalah. Udah lama Mama Denis memintanya untuk kerumahnya, belum sempat Dara mengiyakan tangan Denis mencengkram tangan Dara dan menariknya ke parkiran motor.


"Kak, Raka. Ngapain dia disini? Ahh bodo amat lagipula dia sama pacarnya." Batin Dara mengikuti Denis tanpa menatap kembali kearah parkiran mobil Raka.


"Naik, Ra!" Perintah Denis memberikan sebuah helem . Denis melajukan motornya meninggalkan parkiran kampus.


Dara sedikit mengintip Raka dari kaca spion motor Denis, seketika Denis melajukan motornya membuat sudut mata Dara tidak melihat Raka lagi.


Rumah Denis..


"Assalamu'alaikum, Ma?" Denis memasuki rumah cukup sederhana itu, Denis menatap setiap sisi rumah tidak terlihat tanda-tanda keberadaan Mamanya.


"Denis, kamu tinggal disini?" Dara membuka obrolan dengan Denis. Dara dibuat penasaran bagaimana bisa anak dari seorang direktur di kampusnya tinggal dirumah yang sederhana begini.


"Iya, aku tinggal sama Mama berdua." Saut Denis nada sayu.

__ADS_1


"Papa?" Denis tahu maksud Dara apa, Denis tidak membalas pertanyaan Dara.


"Denis, udah pulang Nak?" Sinta Mamanya Denis menghampiri Denis dan Dara.


"Dara, ini kamu Sayang? Makin cantik aja." Sinta lebih memeluk Dara dari pada Denis yang sudah ada didepan matanya.


"Iya Tan, gimana keadaan Tante baik kan?" Lanjut tanya Dara.


"Alhamdulillah baik, Nak." Saut Sinta sembari mempersilahkan Dara duduk dikursi ruang tamunya.


Rumah sederhana Denis jauh dari pikiran Dara, ia menatap setiap sisi rumah hampir semuanya tak layak pakai. Dara menatap penuh selidik Denis yang sedaritadi memilih diam.


"Denis, kapan jadinya?" Sinta menanyakan suatu hal yang belum bisa dicerna pikiran Dara.


"Apa sih, Ma." Denis menunduk malu dengan pertanyaan Mamanya.


"Iya apa Denis?" Sinta melemparkan pertanyaan Dara ke Denis.


"Yaudah, Ra aku mandi duluan ya, nanti kamu disini aja sampai sore. Biar aku anterin balik!" Denis mengeles pertanyaan Sinta, ia memilih pergi dari pada Sinta akan menanyakan hal yang lebih memalukan padanya.


Dara hanya membalas anggukan. Denis yang seakan mengerti melanjutkan langkanya ke kamarnya.


Cukup lama Dara berbincang-bincang sembari mengingat masa lalu bersama Sinta. Tidak terasa angin sore mulai menyapa. Terlihat langit sedikit gelap dari biasanya.


"Tan, Denis, Dara balik duluan ya. Sepertinya mau turun hujan!" Pamit Dara berdiri Dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Yaudah, aku antar sekarang ya?" Denis berdiri mengambil kunci motornya.


"Ngak usah Denis, aku mau pulang naik angkot aja. Yaudah Tan, Dara pamit. Assalamu'alaikum!" Belum saja menjawab Denis, Dara sudah berlalu meninggalkan rumah Denis. Denis balik dari kamarnya ia, ia tidak lagi melihat gadis cantik yang barusan dihadapannya.


"Dara, mana Ma?" Tanya Denis menatap arah Sinta yang sibuk menonton televisi.


"Balik," saut Sinta sekilas memandang Denis, Sinta melanjutkan menonton televisi.


"Ahkk." Ringis Denis menendang dinding disebelah nya.


Dara melangkah menyusuri jalan sepi, entah kenapa diwaktu sore seperti ini tidak banyak orang yang berkeliaran diluar rumah. Mungkin karena hari yang sedikit mendukung yang menandakan akan turun hujan deras.


Perlahan rintikan hujan mulai terasa menetes di tubuh Dara. Jalanan terlihat sepi, tidak ada tanda-tanda angkutan umum. Dara memilih singgah di Halte Bis. Rintikan hujan deras pun mulai meluncurkan diri dari langit. Tak cukup lama air memenuhi jalanan dihadapan Dara.


"Dara?" Sepasang mata menatap geram kearah Dara. Dara tidak menyadari ia sedangkan diperhatikan seseorang.


"Dia lagi!" Raka memukul keras setir mobil di hadapannya.


Denis, benar saja Denis lah yang menghampiri Dara. Denis membawa jas hujan dan memasangkannya pada Dara.


"Terimakasih," Dara tersenyum indah menatap Denis yang datang untuknya.


Denis menuntun Dara ke motornya. Denis melajukan motornya tepat di depan mobil Raka.


"Ahkk." Raka menendang samping mobilnya geram. Raka hanya bisa menatap marah Dara yang berlalu menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


Bersambung....


#Author:Desi_hw12


__ADS_2