
"Ngak!" Sepertinya ucapan Dara kurang mempan ditelinga Raka.
"Om, ngak malu liat istri Om anunya terceceran? Please Om kali ini aja!" Dara kembali merayu Raka.
"Bodo!" Saut Raka cuek.
"Mama! hiks hiks." Rengek kan Dara pada wanita paruh baya yang muncul di balik pintu.
"Kenapa Sayang? Raka ada apa?" Wanita paruh baya yang awet muda itu membawa Dara ke pelukannya. Sembari sesekali mata indahnya menatap tajam arah Raka.
"Ngak tau Ma, aku mau pulang ada kerjaan ntar siang!" Elak Raka.
"Ma," Dara berbisik pelan di telinga wanita paruh baya itu diiringi ketawa Rifkana yang pecah.
"Raka, beliin bentar ya! Kasian Dara tuh!" Perintah Rifkana memandang Raka.
"Ahh Ma, aku kan cowo Ma. Udah keren masa beli yang begituan. Yang bener aja Ma!" Penolakan Raka masih kukuh.
"Mama ngak mau tau, sekarang kamu ke Minimarket depan beli!"
"Cepetan!" Lanjut Rifkana tidak mau ucapannya dibantah.
"Puas lu!" Bentak Raka melangkahkan kakinya bermaksud meninggalkan ruangan Dara.
Dara tersenyum puas melihat ekpresi polisi muda itu, sungguh ganteng dan lucu.
Brukk..
Tanpa Raka sadari hidung mancungnya mendapatkan jatah dari pintu di depannya.
"Sejak kapan ada pintu di sini?" Batin Raka bertanya.
"Apa lu liat-liat?" Raka malu sendiri, mengusap lembut hidungnya Raka berlalu keluar.
Rifkana hanya bisa mengeleng melihat sikap anak kesayangannya itu.
__ADS_1
Minimarket
"Huss, Mbak!" Raka berbisik pelan di telinga penjaga Minimarket tersebut.
"Apa Mas, saya kurang dengar?" Saut Penjaga Minimarket.
"Beli pembalut!" Tegas Raka, tanpa ia sadari orang sekitar tertawa pecah mendengar bicaranya.
"Ganteng-ganteng main sama pembalut!"
"Gemes dah liatnya ganteng banget!"
"Sayang wajah Mas," begitulah bisikan halus yang jelas terdengar di telinga Raka.
"Cepetan bisa ngak!" Teriak Raka mulai risih.
"Ini Mas!" Penjaga Minimarket menyodorkan kantong plastik bening yang jelas terlihat isinya.
Raka mengambilnya dan berlalu meninggalkan Minimarket tersebut.
"Suami takut istri ya gitu lah jadinya," mereka tertawa satu sama lain saling menambahkan kata yang membuat mulut terbuka lebar.
"Mas bawa apa itu? Ngak malu?" Tanya seorang wanita seksi sepertinya pelanggan Minimarket tersebut.
Raka tidak menghiraukan kicauan Orang-orang selama perjalanan menuju rumah sakit. Raka tidak menggunakan mobil tadinya bermaksud menjauhi kemacetan yang bikin pusing. Namun malah ia merasakan panas di hati jauh dari kata kesal.
"Raka! Bawa apa?" Lagi-lagi Raka dibuat malu dengan tentengan kantong plastik yang berada di tangannya.
"Ngak ada!" Saut Raka menyembunyikan kantong plastik bening itu di balik jasnya.
Sama halnya, Raka juga tidak menghiraukan omongan Kesya yang baru saja berpapasan di Lobi rumah sakit.
"Nih!" Raka melemparkan kantong plastik bening itu ke wajah wanita cantik yang pagi rebahan di ranjang rumah sakit.
"Terimakasih Om!" Dara dengan semangatnya berdiri dari tidurnya menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Butuh bantuan Sayang! Raka sana bantu!" Tawaran Rifkana membuat Raka dan Dara melongo.
"Ngak Ma, aku bisa sendiri ko!" Penolakan Dara diiringi jatuhnya tubuhnya di depan pintu kamar mandi.
"Tuh kan, hati-hati Sayang!" Rifkana berlari arah Dara terdampar.
"Makasih Ma!" Dara berdiri perlahan.
"Raka! Bantuin Dara sana!" Perintah Rifkana menatap kesal Raka.
"Ngak Ma, jijik!" Balas Raka jutek.
"Raka!!" Sepertinya Rifkana tidak suka dengan penolakan Raka. Mata Rifkana yang awalnya kecil sekarang menjadi besar melototi Raka yang stay di sofa.
"Apa sih Ma? Mama aja sana!" Lagi-lagi perintah Rifkana ditolak mentah-mentah oleh Raka.
"Mama kecewa sama kamu Ka! Mama ngak mau punya anak yang ngak punya hati nurani!" Balas Rifkana.
"Mama menyesal pernah ngijinin kamu nikahin anak orang, pada akhirnya anak orang tersiksa!" Lanjut Rifkana panjang kali lebar.
"Apa sih Ma? Lebay deh!" Saut santai Raka.
"Jijik lah aku Ma, temanin dia ganti pembalut! Kan Mama sesama perempuan bisa tuh!" Elak Raka.
"Terserah!" Rifkana kecewa. Wanita paruh Baya itu memilih pergi meninggalkan ruangan rawat Dara.
"Mama mau kemana? Dara nya sama siapa Ma? Aku mau kerja!" Tanya Raka terburu-buru.
"Pulang, kamu bawa aja Dara pulang sekarang. Mama ngak betah di rumah sakit!" Saut Rifkana sebelum ia menghilang ditelan pintu.
**Bersambung..
Jangan lupa vote, jempol sama hatinya ya kk 🙏🙏😘🤭
#Author:Desi_hw12**
__ADS_1