Predator jatuh cinta

Predator jatuh cinta
Part. 10


__ADS_3

Ketika masuk ke apartemen. " Sayang" Erika tiba-tiba saja mencium Akbar dan menunjukkan tubuhnya polosnya . Rasa kesalnya jadi hilang setelah Erika membuat dirinya menjadi bergairah.


Akbar yang ketagihan langsung menggendong Erika ke dalam kamar lagi. Erika menjerit-jerit keenakan dibuatnya. Sejenak Akbar lupa kalau dirinya sekarang pengangguran.


Di kantor Jenna hendak bertanya dan memberikan surat pengunduran dirinya.


Ponselnya berdering. Jenna melihat siapa yang menghubunginya.


" Rere". Jenna mengangkat teleponnya.


(" Hai Re, apa kabar?".).


( " Baik ka Jenn, ka Jen gimana kabarnya?)


(" Kak Jen baik juga Re")


( " Kak Jen lagi sama ka Akbar gak?, minggu depan ibu mau cuci darah lagi, ka Akbar belum kirim uang kepada kami, tolong ya kak bilang sama ka Akbar untuk segera mengirimkan uang untuk kami") Jenna tertegun mendengarnya.


( Kakak lagi gak sama kak Akbar Re, memangnya berapa biaya untuk cuci darah ibu?)


( Oh gitu, kirain kakak lagi sama kak Akbar, soalnya dari kemrin chat Rere tidak di balas nya kak, untuk biayanya sekitar 5 juta kak).


( Ya udah, kakak minta nomor rekeningnya deh, nanti kakak kirim buat ibu ya, kalau kalian butuh sesuatu hubungi kakak ya Re)


( Terimakasih banyak ya kak, nanti Rere kirim lewat chat nomor rekeningnya)


( Sama-sama). Jenna menutup teleponnya, ia mengingat kembali soal sikap Akbar beberapa hari ini. Jenna menarik napasnya mengingat surat resign di tangannya. Jenna merasa bersalah sama Akbar.


Jenna menemui HRD.


" Pagi bu, ada yang bisa saya bantu?”. Jawab Ibu Sela.


" Pagi bu Sela, saya mau tanya, alasannya apa ya Akbar di pecat?”.


" Oh itu, ini lo bu, Pak Akbar sudah lalai dengan tugasnya berapa hari ini, dan pak Akbar banyak masalah dengan rekan kerjanya, kalau pak Akbar di pertahankan, maka teman satu timnya akan keluar. Jadi kebijakan di perusahaan ini, kita harus mengeluarkan salah satu penyebab utamanya..


" Kenapa langsung di pecat, apa tidak bisa di bicarakan secara kekeluargaan?.


" Maaf bu Jenna, sebelumnya sudah banyak banget aduan soal pak Akbar, sejak ibu Jenna di angkat jadi manager, rekan² nya sudah tidak solid lagi seperti dulu, pak Akbar sering telat masuk kantor. Jenna hanya menyimak penjelasan dari ibu Sela.


Jenna ingat lagi soal Akbar memintanya untuk resign. Jenna melihat lagi surat di tangannya.


Kalau aku resign gimana biyaya perobatan ibunya?. sebaiknya aku tunda dulu surat ini sebelum Akbar mendapatkan pekerjaannya. Gumam Jenna di hatinya.


Setelah Jenna pergi, Pak Ardi keluar dari belakang pintu.

__ADS_1


" Pak, sesuai yang anda minta, saya sudah bilang tadi" . Ujar Bu Sella.


Pak Ardi langsung pergi dari ruangan HRD dan langsung keruangan Jian.


Pak Ardi masuk dan langsung duduk. Mereka bicara panjang lebar soal Jenna yang tadi menemui Bu Sella.


" Tuan muda, sepertinya bu Jenna berniat resign dari perusahaan ini, saya tadi liat dia bawa amplop putih, tapi anda tenang saja tuan, karena saya sebelumnya sudah ada surat perjanjian dengan bu Jenna. Pak Ardi langsung memberikan informasi soal kerjasama dengan Jenna.


Jian terkejut membacanya. Jadi sebelum saya bisa dia tidak akan bisa keluar dari kantor ini. Jian tersenyum senang.


" Oke Pak terimakasih ” . Ujar Jian sembari mengambil surat perjanjiannya.


Sepertinya alam semesta berpihak kepada saya. Ujar Jian menyeringai.


” Tok.... Tok..". Jian tersadar ketika mendengar suara ketukan pintu.


” Masuk”. Ujar Jian dari dalam. Jian segera merapikan jasnya. Jenna segera masuk.


Jian melihat mata Jena sembab. Kalau sampai dia mengeluarkan air matanya lagi, akan aku beri pelajaran cowok brengsek itu!. Gumam Jian.


" Selamat pagi Pak Ceo, giman apa bapak sudah mempelajari semuanya?, apa ada kendala?". Tanya Jenna sopan.


Sebenarnya saya sudah hafal semuanya, apa lagi masalah kecil seperti ini, sangat mudah bagi saya. Batin Jian.


" Dalam hal apa ya pak?, anda bisa bertanya sama saya, apa dari tender atau cara presentasi atau apa tuh pak?. Jenna ingin banget Jian cepat-cepat hapal.


" Hari ini saya lagi tidak ingin belajar, jadi lain kali saja!". Jenna langsung kesel mendengarnya. Ia menarik napas panjang nya.


Jian menatap Jenna yang sedang bengong di depannya.


Jian menggelengkan kepalanya merasa Jenna benar² beda dari perempuan lainnya.


" Apa saya tampan?". Jenna melongo mendengarnya.


Pertanyaan apa itu?. Gumam Jenna.


" Anda." Jenna diam cukup lama, ia memikirkan jawaban yang tepat untuk bosnya itu. Jian mengerutkan keningnya, jawaban simpel seperti itu saja Jenna lama sekali menjawabnya.


" Semua pria tampan kan pak!, begitu juga dengan bapak". Jawaban Jenna membuat Jian sedih. Bahkan dia tidak mau bilang saya tampan.


" Kalau gitu saya pamit ya pak" Jenna segera berdiri dan melangkahkan kakinya.


” I love you ”. Jenna lagi-lagi mendengar kata-kata I love you. Jenna tertegun sejenak ingin rasanya ia membalikkan badannya dan bertanya namun ia urungkan.


Tadi dia bilang I love you kan, udah dua kali saya mendengarnya, dasar pria mesum!.. Hardik Jenna sembari jalan ke ruangannya.

__ADS_1


Jian menghela napasnya, ia melihat ponselnya banyak sekali yang mengirimkan chat kepadanya.


Hampir lebih dari 20 wanita yang pernah ia kencani mengirimkan pesan meminta bertemu dengannya. Jian hanya tersenyum melihat isi pesannya namun ia tidak membalasnya seperti dulu.


Di apartemen!.


Akbar merasa puas dan kelelahan, Erika merasa kelaparan setelah bergulat di tempat tidur.


" Sayang, bukannya tadi kamu bilang mau beli sarapan, lalu mana sarapannya?, aku lapar banget nih! ". Akbar ingat dengan ucapannya tadi, yang pamit mau beli sarapan, padahal menemui Jenna.


Eh tunggu, tadi kan Jenna memberikan sarapan. Gumam Akbar seraya bangun dari tidurnya. Akbar segera berdiri dan mengambil makanan yang di berikan Jenna kepadanya.


Akbar melihat isinya, makanan kesukaannya yang sering Jenna masak. Di dalamnya ada tulisan tangan Jenna yang benar-benar sangat merindukannya. Akbar meremas kertasnya lalu membuangnya ke tong sampah.


" Sayang cepat aku lapar!". Erika sudah teriak di dalam kamar meminta makanan.


" Iya bentar". Akbar menyiapkannya lalu menaruhnya di atas nampan.


" Selamat makan tuan putri". Akbar melayani Erika seperti ratu. Dia belum pernah melakukan itu kepada Jenna. Selama ini Jenna lah yang memperlakukan Akbar seperti raja.


" Suapi" Pinta Erika dengan manja. Akbar menuruti perintah Erika.


" Oiya, kamu gak ngantor yang?. Tanya Erika. Akbar menghela napasnya.


" Aku di pecat, gara² sering telat!". Erika tidak kaget ia hanya menikmati makanannya.


" Kamu mau gak kerja sama aku?". Akbar seneng mendengarnya.


" Mau banget, pekerjaan apa memangnya?.


" Jadi supir pribadi aku". Akbar melotot mendengarnya.


" Kamu merendahkan aku sayang!". Akbar kesal mendengarnya. Erika menyentuh tangan Akbar sembari meletakkannya di dadanya.


" Sayang, kita akan sering sama-sama, dan kamu dapat uang dari papi, apa kamu tidak mau antar jemput aku sayang?". Akbar langsung kepikiran soal tawaran Erika barusan.


" Gajinya lumayan yang, mau ya?". Bujuk Erika dengan senyuman menggodanya.


Akbar langsung mengangguk sembari mengacak rambut Erika


" Terimakasih sayang". Erika bisa bernapas lega karena Akbar bisa ia atur kapanpun dia mau.


*******


Semoga suka, tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗. komen juga ya .

__ADS_1


__ADS_2