Predator jatuh cinta

Predator jatuh cinta
Part. 17


__ADS_3

Jenna akhirnya kalah juga, dia membiarkan Jian bersandar di pundaknya.


Sampai di kantor. Jian melihat Jenna tertidur pulas, Jian tidak tega membangunkannya. Akhirnya Jian turun lebih dulu di susul oleh Baim.


Mereka ngobrol di depan loby. Sedangkan Jenna masih di dalam mobil.


Jenna meregangkan tubuhnya lalu menguap. Melihat ke sekelilingnya.


" Rupanya udah sampai".


Jenna melihat Jian sedang asik ngobrol dengan Baim.


" Ini kesempatan aku untuk kabur.


Jenna membuka pintu mobilnya pelan, lalu ia ambil tas dan menunduk agar mereka tidak melihatnya.


Berhasil. Jenna bisa keluar tampa mengeluarkan suara. Jenna ngendap² sambil jalan pelan ke arah lift. Melihat pintu lift kebuka Jenna langsung masuk.


Jian hanya menarik napas, ia tau Jenna ngendap² tadi.


" Perempuan diluar sana bahkan antri untuk mendapatkan diriku, tapi dia malah kabur". Ujar Jian sambil menggelengkan kepalanya.


" Mungkin karena itu juga lo menyukainya kan?". Ujar Baim sambil menepuk pundaknya.


Baim akhirnya pamit pulang, Jian jalan ke arah lift dan langsung masuk.


Akhirnya Jenna bisa duduk dengan tenang sambil uncang kaki di ruangannya.


" Akhirnya aku bebas, dan sekarang aku bisa kerja dengan tenang". Ujar Jenna sambil tersenyum.


Namun senyumnya langsung berubah ketika Jenna melihat ke arah mejanya.


" Tunggu, tunggu. ini ko ada yang aneh ya?, barang² saya kemana?". Jenna baru sadar barang-barangnya tidak ada lagi di mejanya.


Tidak lama terdengar suara ketukan pintu.


" Tok... tok. Suara ketukan pintu.


" Masuk"". Ujar Jenna. Pak Ardi langsung masuk bersama perempuan cantik. Jenna langsung berdiri.


" Iya pak, ada yang bisa saya bantu?". Tanya Jenna dengan sopan, matanya menatap wanita yang yang sedang berdiri di samping pak Ardi.


" Maaf Bu Jenna ruangan anda tidak di sini lagi!. Ujar pak Ardi. Jenna melongo.


" Mulai hari ini anda menjadi sekertaris pak Jian Bu Jenna".


Jenna makin terkejut dan matanya melotot. " Dan ini kenalkan nona Lia manager baru di sini”. Lia tersenyum ke arah Jenna.


” Lia Samanta bu, ". Ujar Lia memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


Jenna meraih tangannya. " Jenna".


" Mari bu ikut saya". Kata Pak Ardi sembari jalan. Jenna mengikuti pak Ardi. Hati Jenna campur aduk merasa kesal dan marah.


Kenapa Pak Ardi ajak aku ke ruangan si mesum sih!. Gumam Jenna.


Mereka langsung masuk keruangan Jian. Jian tersenyum melihat Jenna ada di belakang pak Ardi.


" Tuan muda sesuai keinginan anda nona Jenna sekarang sudah jadi seketris anda mulai hari ini”. Ujar pak Ardi. Jenna mendengarnya langsung panas.


" Oh, jadi ini ulah bapak, bapak ini bisanya nyusahin saya terus ya!!". Pak Ardi terkejut mendengar Jenna bicara seperti itu kepada anak bosnya.


Jenna langsung sadar dan langsung diam. Wajahnya langsung merah seketika.. Melihat wajah Jena memerah Jian langsung tertawa.


" Hahahaha". Keduanya langsung melihat ke arah Jian.


" Pak tolong tinggalkan kami berdua". Pinta Jian kepada pak Ardi. Pak Ardi langsung pamit keluar. Jenna masih mendudukan kepalanya merasa malu.


Jian segera bangun dari kursinya lalu berdiri di hadapan Jenna.


” Kamu kan sekarang pacar saya, jadi kamu tidak boleh jauh² dari saya". Jenna langsung mendongak menatap Jian dari jarak dekat.


” Pak seperti saya mau memundurkan diri saja dari kantor ini ". Jian malah tersenyum mendengarnya.


" Kamu yakin, kamu harus bayar pinaltinya sebesar 1 M loh. Ujar Jian sambil duduk kembali di kursinya.


Meja mereka berhadapan, Jian bisa menatap Jenna sepuasnya.


Tidak terasa hari mulai sore. Jenna terlihat serius mengerjakan pekerjaannya.


Jian hanya senyum-senyum sambil memainkan pulpen di tangannya. Matanya terus menatap Jenna.


" Pak saya duluan ya" Jenna pamit pulang. Jian langsung sadar dan segera berdiri. Jenna keburu pergi.


Jian cepat-cepat mengejar Jenna keluar. " Dimana dia, cepat banget hilangnya" Ujarnya sambil melihat ke sekelilingnya.


Jenna bernapas dengan pelan di balik tembok yang tidak jauh dari ruangannya


Dengan mata terpejam Jenna berharap Jian tidak melihat.


Merasa udah aman Jenna membuka matanya, namun matanya terbelalak melihat Jian sudah ada di hadapannya.


Jenna hampir jatuh ke belakang namun Jian dengan sigap langsung menarik Jenna.


" Makanya hati². ngapain sih kamu ngumpet di situ segala”. Jarak mereka sangat dekat membuat Jenna merasa tidak nyaman.


" Bapak bisa tidak jangan dekat-dekat seperti ini, malu takut ada yang lihat!". Ujar Jenna kesal. Jian makin mendekatkan tubuhnya kepada Jenna.


” Kenapa harus malu, kamu kan pacar saya?". Jenna hanya menghela napasnya. Percuma Jenna bicara seperti itu Jian tidak mau mendengarnya.

__ADS_1


Jenna memundurkan tubuhnya ke belakang.


" Kita pulang bareng ”. Ajak Jian.


" Maaf pak, saya kan ada mobil, dan saya mau ke mall dulu sebentar habis itu mau pulang ". Jenna menolaknya.


" Oke kalau begitu saya ikut ke mall". Jenna tidak mau ambil pusing lagi ia membiarkan Jian ikut dengannya.


Mereka akhirnya sama-sama keluar dari kantor. Sampai di mall.


Mereka masuk bareng.


Jian melihat ada laki-laki yang memperhatikan Jena dari jarak jauh. Jihan pun langsung mendekati Jena dan mereka jalan bersampingan.


Jenna masuk ke supermarket di mall sana, dia belanja untuk keperluan sehari-hari. Mereka seperti sepasang suami istri.


" Kamu tahu nggak ini pertama kalinya saya antar perempuan belaja. Ujar Jian mengajak Jenna ngobrol.


Jenna hanya tersenyum tipis sembari melanjutkan mendorong belanjaannya.


Jian makin suka sama Jenna yang super super cuek dan jutek, membuat dirinya makin suka sama jena.


Di tempat antrian belanjaan. Perempuan cantik memperhatikan Jian, ia sangat kagum dengan ketampanan Jian, sampai-sampai matanya tidak berkedip melihatnya.


Jenna melihatnya.


” Mbak bisa cepat tidak saya buru-buru nih mau pulang soalnya saya capek banget habis kerja. Ujar Jena kepada kasir yang sedang menatap Jian.


Jian yang di tatap oleh wanita cantik biasanya saja karena itu hal biasa baginya.


”Kamu cemburu ya sama wanita itu?" . Tanya Jian. Jenna langsung tersenyum.


" Cemburu?, kenapa harus cemburu, anda bukan siapa-siapa saya, ngapain saya cemburu”. Jawab Jenna merasa puas, ia berharap Jian sakit hati dan pergi menjauhinya.


” Oh ya, tapi aku ingin kamu cemburu. Mendengar Jian bicara seperti itu. Wanita yang di depannya merasa iri kepada Jenna.


Ia sedikit membanting belajanya kedalam kantong plastik.


Jenna memilih diam, ia tidak mau bicara lagi dengan Jian.


Jian mengambil alih belanjaannya, lalu ia membawanya ke dalam mobil Jenna, setelah itu ia memasukkannya ke bagasi mobil Jenna.


Bahkan aku rela seperti ini demi dia, hal yang tidak pernah aku lakuin sama sekali. Gumam Jian sambil menutup bagasinya.


" Terima kasih ya Pak sudah mau bantu saya dan antar saya hari ini, saya pamit ya pak.


Jenna langsung masuk ke mobil. Jian masuk juga ke dalam mobilnya lalu mengikuti Jenna dari belakang.


Semoga suka terimakasih. Bantu like dan Comen 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2