
Kali ini Jian merasa hidupnya lebih berwarna dari sebelumnya.
Bahkan untuk menunggu pagi pun ia merasa tidak sabar. Seakan waktu begitu lama berputar. Setelah pagi tiba Jian bersemangat menuju ke Jenna.
Kali ini ia tidak membawa tangan kosong melainkan membawa sesuatu untuk Janna.
" Semoga dia menyukainya..
Sampai di rumah Jena seperti biasa Jian mengetuk pintunya sambil bersiul.
Cukup lama Jian menunggu di depan pintu. Belum ada tanda-tanda di bukakan pintunya. Ia mencoba mengintip dari kaca tidak ada siapa-siapa dalam rumah. Ketika Jian sadar mobil Jenna tidak ada di garasinya. Ia hanya menghela nafasnya.
" Bahkan aku tidak sadar kalau mobil dia tidak ada di garasi. lalu kemana dia pergi sepagi ini?. Ujar Jian sambil melihat jam di tangannya.
Jam menunjukkan pukul 07.00 pagi. Jian langsung pergi ke kantor dan berharap Jenna sudah ada di sana. Dugaannya tempat Jian melihat mobil Jenna terparkir kantornya.
" Rupanya dia ada di kantor.. Pantas aja perasaan ku mengatakan begitu.. Jian begitu bersemangat melangkah kakinya.
Jian melihat Jenna sedang duduk di mejanya dengan tatapan pokus. Melihat Jian datang Jenna segera berdiri.
" Selamat pagi Pak ?".Sapa Jenna.
" Pagi juga pacar, aku bawakan sesuatu buat kamu.. Jian segera memberikan yang ia bawa tadi. Jenna menerimanya.
" Sebaiknya nanti aku ngomong sama pak Jian soal aku dan Akbar mau menikah. ini bukan waktu yang tepat.. Gumam Jenna.
Jenna melihat isi paper bag-nya . Iya pun langsung mengambil isinya dari kantong tersebuti.
" Hp ini untuk saya pak?". Tanya Jenna.
” Yah untuk kamu memangnya siapa lagi".
"Tapi saya kan udah punya HP Pak.
”Itu agar saya mudah menghubungi kamu. Dan di dalamnya udah ada SIM card-nya jadi saya tidak susah-susah minta nomor kamu kan!. Jenna segera menyimpannya.
" Ingat nomor itu harus selalu aktif jangan sampai mati" Ujar Jian sembari duduk.
" Baik pak ". Jawab Jenna.
__ADS_1
Jian tersenyum senang karena dengan mudah Jian bisa memantau Jenna kemanapun dia pergi dan chat sama siapapun dia bisa tau.
Jenna terus melihat ponselnya berharap ibunya Akbar menghubunginya atau memberi kabar kalau Akbar sudah menemuinya. Namun sampai siang pun belum ada kabar tersebut.
Jian yang kepo mulai berdiri dan menghampiri Jenna.
Apa sih yang dia lihat dari tadi. Jian merasa penasaran.
Tanpa Jenna sadari Jian sudah ada di depannya dan matanya ke arah ponsel yang Jenna pegangin.
" Bapak!". Jenna kaget karena wajah Jian sangat dekat dengannya. Ia memegangi dadanya karena kaget.
Jian sendiri kaget sambil memundurkan tubuhnya. " Bisa tidak sih kamu ubah panggilan kamu itu!. Cinta, atau Beb atau Honey atau yang lainnya. misalnya mas?".
Jenna mendengarnya langsung kesel. Namun ia tidak menunjukkannya.
Jangan harap saya panggil anda dengan sebutan itu!, sebutan yang cocok untuk anda ya pria mesum!. Gumam Jenna.
Jenna malah tidak bicara apapun ia malah pokus sama laptopnya. Jian berusaha bersabar.
Buat kamu aku akan sabar. Gumam Jian sembari menatap wanita yang di cintainya.
” Saya pengen makan siang tapi bareng kamu.. Jian langsung memegangi tangan Jenna.
Di lobby.
Jena jadi bahan perhatian semua orang. Jenna membuat semua perempuan di kantor itu iri kepadanya. Jian terus menggenggam tangannya.
”Pak saya mohon lepaskan tangan saya. saya malu Pak dilatih semua orang " Bisik Jenna.
” Kenapa harus malu sih kamu kan pacar saya biasanya tuh perempuan senang kalau pacarnya pegangin seperti ini.
” Tapi saya bukan pacar bapak, bapaknya aja yang anggap saya pacar , saya tidak menganggap bapak sebagai pacar saya ko!".
Harusnya kata-kata ini membuatnya sakit hati dan melepaskan tangan ini. Lalu dia marah dan memecat saya. Jenna berharap Jian melakukan seperti itu.
" Semuanya.. bisa kumpul sebentar?". Ujar Jian kepada semua stafnya. Semuanya langsung kumpul dalam waktu sekejap di lobby.
Sukurlah dia marah, sepertinya aku akan di pecat hari ini. Gumam Jenna.
__ADS_1
" Kalian perhatikan wanita yang di samping saya ini!". Ucap Jian. Semuanya langsung melihat ke arah Jenna.
" Wanita yang di samping saya ini adalah pacar saya, sekaligus calon istri saya.. Semuanya terkejut melongo tidak percaya Ceo nya sudah memiliki calon istri.
Jena hampir pingsan mendengarnya. Iya tidak percaya Jian bisa melakukan itu di depan semua orang. Mungkin kalau di posisi perempuan lain akan senang.
Jenna diam membeku tidak bicara sepatah katapun. Ingin sekali ia mempermalukan Jian disana namun hatinya tidak tega karena disana banyak bawahannya. Jenna seperti patung disana jadi tontonan semuanya.
Jenna bisa melihat kebahagiaan terpancar di wajah Jian. Ia tidak tega menghancurkannya hari itu juga. Jana masih punya perasaan.
Jenna langsung pamit pergi ke toilet. Semua mata tertuju kepadanya...
" Wah shaking senangnya dia sampa berkaca-kaca" Ujar salah satu staf disana.
Mereka tidak tahu itu tangisan sedih Jena.. Karena Jenna tidak menginginkannya, dia hanya mencintai Akbar mantannya.
Di toilet. Jenna bertemu dengan bu Sella.
" Selamat ya Bu Jenna, anda sangat beruntung bisa di cintai oleh CEO ditempat kerja anda sendiri. pantas saja dulu pak Jian pecat Yuri gara-gara Yuri bentak anda, rupanya anda sudah mencuri hatinya. Deg Jenna terkejut mendengar bu Sella bicara seperti itu.
Apa!, jadi Yuri di pecat gara² itu. Jenna hendak bertanya namu ponsel bu Sella berdering. Bu Sella pamit lewat gerakan tangannya sambil bicara di telepon keluar toilet..
Jian merasa lega karena ia bisa mengungkapkan ke semua orang kalau Jenna adalah miliknya. Dan pilihan hidupnya. Tapi hati kecilnya tidak bisa dibohongin. Jian bisa merasakan kalau Jenna tidak bahagia seperti perempuan pada umumnya.
Jenna keluar dari toilet ia melihat Jian sedang menunggunya. Jenna menatapnya.
" Bahkan Akbar dulu tidak pernah melakukan semua itu kepadaku.. Gumam Jenna sambil jalan ke arah Jian.
Jian bisa melihat mata Jenna yang habis menangis. Jian merasa kasian melihatnya.
Sial bahkan aku sekarang tidak tega melihat dia menangis. Gumamnya.
" Pak, kita jadi makan kan?". Jian mengangguk sambil jalan beriringan.
Apa aku terlalu maksa, apa aku salah?. Jian terus berpikir.
Jian mengajak Jenna makan siang di restoran ia memesan banyak makanan.
Sepertinya ini waktu yang tempat untuk bicara soal hubungan aku dan Akbar. Agar pak Jian tidak berharap terlalu jauh. Gumam Jenna.
__ADS_1
Jenna menuggu Jian makan terlebih dahulu. Jian terlihat senang melihat Jenna makan dengan lahap.
Semoga suka tolong bantu like dan comen.🙏