
Jenna melihat foto dirinya dengan Akbar di dinding, ia segera menurunkannya lalu ia keluarkan semuanya dan membakarnya.
" Kamu sudah merusak hidupku Bar, aku terpaksa harus menikah dengan pria yang tidak aku cintai!!". Satu persatu Jenna menjatuhkan barang yang pernah Akbar beri kepadanya tidak lama semuanya sudah menjadi debu.
Jenna terduduk lemas di lantai sambil menangis.
Jenna teriak " Aaaaaaaaaaahh..." Sambil menutupi kedua telinganya dengan tangan. Jenna mengingat kembali Akbar dan Erika ciuman di depan matanya membuat hatinya sangat hancur.
Di tempat lain. Jian sampai di rumah Papinya. Jian cepat-cepat menemui papinya. Saking terburu-buru ingin memberikan kabar kepada papinya. Jian melewati papinya yang sedang baca koran di sofa. Pak Joni melihat anaknya melewatinya begitu saja merasa heran.
" Anak papi sepertinya lagi bahagia?". Tegur pak Joni. Jian terhenti lalu berbalik melihat papinya.
Jian tersenyum ke arah pak Joni lalu duduk di sampingnya.
" Pih lusa Ian akan menikah!". Pak Joni terkejut mendengarnya. Untuk pertama kalinya ia mendengar putra tunggalnya mau serius sama perempuan.
” Siapa wanita bodoh itu yang mau menerima pakboy seperti mu??". Jian hanya tersenyum mendengar ejekan papinya.
" Papi mengenalnya.. untuk pertama kalinya Ian jatuh cinta sama perempuan, dan itu sama dia pih!”.. Pak Joni melihat wajah putranya yang kali ini terlihat serius.
" Sebentar papi tebak.. Apa itu Erika?". Tebak Pak Joni.
Mendengar nama Erika di sebut raut wajah Jian langsung berubah tidak senang.
" Bukan pih, dia Jenna karyawan papi di perusahaan".
Pak Joni hanya tersenyum lebar mendengarnya . Melihat ekpresi papinya Jian mengerutkan keningnya.
" Papi tidak keberatan kan sama pilihan Ian?". Pak Joni menepuk pundak putranya, ia merasa senang akhirnya anaknya sadar dan memilih untuk menikah.
" Papi akan urus pesta besar untukmu nak, dan papi akan wujudkan dalam dua hari ini". Jian seneng mendengarnya, ia merasa lega dapat restu dari papinya.
" Tidak perlu pi,. Jenna hanya ingin menikah sederhana dan itupun tidak boleh ada yang tau, hanya keluarga dan orang terdekat saja. Pak Joni terdiam dan berpikir.
” Papi tidak keberatan kan?". Tanyanya ulang.
Pak Joni hanya mengangguk tanda setuju. " Papi harap kedepannya kamu akan jauh lebih baik lagi nak dan bertanggung jawab ". Jian terdiam mendengar kata tanggung jawab. Selama ini ia hanya menghabiskan waktunya dengan perempuan dan hura-hura.
Jian menatap papinya yang sedang bicara. Ia tidak mungkin memberitahu papinya kalau Jenna terpaksa menikahinya karena kejadian di hotel kemarin.
Jian membuka pakaian lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dua hari lagi ia akan hidup dengan wanita yang di cintainya.
__ADS_1
Belum terjadi saja membuat hatinya senang dan senyum² sendiri. Ia tidak perduli Jenna mencintainya atau tidak baginya sudah hidup berdampingan dengannya membuatnya bahagia.
Jian membayangkan hidupnya akan jauh lebih berwarna dari sebelumnya.
Beda dengan Jenna yang masih sedih mengingat kejadian yang menimpanya. Jenna tidak bisa tidur memikirkan gimana kehidupannya nanti dijalaninya. Ia akan terus bertemu dengan pria yang tidak ia sukai.
1 hari menjelang pernikahan Jenna dan Jian. Erika mengetahuinya langsung dari pak Joni membuat hatinya hancur berkeping-keping.
Erika merusak semua barang di kamarnya membuat ibu dan bapaknya kaget lalu menghampiri Erika.
" Sayang kamu kenapa?". Tanya papanya hawatir.
" Apa yang terjadi nak?". Saut Ibunya sembari menyeka air mata anaknya. Erika tidak bisa
bicara soal dirinya sangat mencintai Jian. Karena di belakang ayahnya ada Akbar.
" Tinggalkan aku sendiri pah, mah, aku ingin bicara berdua dengan dia. Pinta Erika sambil memandang Akbar dengan tatapan penuh kebencian.
" Kami akan keluar, tapi kamu janji jangan menangis lagi. Ujar mamanya. Erika hanya mengangguk. Setelah kedua orang tuanya pergi. Akbar menghampiri Erika dan duduk di samping tempat tidurnya.
" Sayang kenapa kamu tidak keluar kamar, aku sangat hawatir dengan keadaan kamu.. Bahkan kamu tidak menjawab telepon dariku dari kemarin. Ujar Akbar sembari ingin menyentuhnya.
Alih-alih menjawab pertanyaan Akbar Erika malah bicara hal yang lain. " Akbar antarkan saya ke tempatnya!". Pinta Erika.
" Ayo tunggu apa lagi??". Akbar menurutinya lalu mereka keluar kamar bersama.
" Apa yang sebenarnya terjadi sama malam itu?. Tanya Erika.
" Aku juga tidak tau, tiba-tiba seseorang memukul ku dari belakang ntah siapa orang itu, dan sadar² sudah pagi..
" Jadi kalian tidak melakukan apapun?". Akbar menggeleng kepalanya.
Erika yakin itu pasti perbuatan Jian. Sial, harusnya hari ini aku menunjukkan Vidio itu tapi malah gagal. Gumam Erika.
Sampai di rumah Jenna Erika langsung turun dan mengendor pintunya. Akbar yang tidak berani menampakkan wajahnya hanya diam di mobil menuggu Erika.
" Dor..dor... " terdengar suara ketukan pintu yang keras. Jenna yang di dalam rumah segera membuka pintunya.
Tiba-tiba sebuah tangan melayang dan mendarat di pipinya Jenna.
" Dasar ******!!, beraninya kamu menikahi pria yang sangat aku cintai!". Hardik Erika penuh kemarahan.
__ADS_1
Jenna memegangi pipinya yang panas. Erika hendak menamparnya lagi. Tapi kali ini Jenna menepiskan tangannya dengan keras.
Erika teriak kesakitan sembari memegangi tangannya.
” Kamu pikir kamu siapa yang berhak menampar wajahku hah!!. Jenna mulai emosional. Erika menatap Jenna dengan tatapan membunuh.
" Sudah kuduka kamu itu cuma duri di dalam daging!!". Hina Jenna.
" Beraninya bicara seperti itu!!". Teriak Erika. Jenna langsung mengangkat telunjuk tangannya di wajah Erika.
" Dengerkan baik² perkataan ku ini!. aku tidak mencintai Jian, aku menikahinya cuma karena ingin balas dendam kepada mu dan juga kekasihmu yang bodoh itu, yang mau menuruti semua egomu!!.
Mendengarnya Erika langsung melotot tidak percaya mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Jenna. Erika pikir Jenna wanita lemah yang mudah di tindas.
" Aku akan bilang sama Jian wanita seperti apa kamu itu!". Jenna tersenyum mengejek.
" Coba aja kamu bilang, apa dia akan percaya?.. Kamu tau dia sangat mencintaiku". Erika makin kesal mendengarnya. Erika langsung pergi meninggalkan rumah Jenna.
Jenna menghela napas panjangnya. Ia tidak menyangka bisa bicara itu kepada Erika.
Badannya gemetaran setelah Erika pergi. Jenna melihat mobil yang di masuki Erika, ia melihat Akbar yang menyetirnya.
Jenna sakit hati melihatnya, ia masih mencintainya.
Jenna menutup pintunya sembari duduk lemas di lantai. Sementara di mobil Erika terus kepikiran soal kata² Jenna tadi.
Rupanya dia tidak mencintai Jian. Ini malah bagus untukku, aku akan menyuruh Akbar untuk mendekatinya lagi dan aku harus kasih tau Jian soal ini. Gumam Erika.
" Sayang, maaf ya aku sudah mendiamkan kamu dari kemarin, kamu tau Jenna akan menikah dengan Jian besok". Mendengar Jenna mau menikah Akbar langsung mengerem mobilnya.
Erika tau juga kalau Akbar masih ada rasa sama Jenna.
" Kenapa kamu terkejut??". Tanya Erika. Akbar sadar lalu melanjutkan lagi mobilnya.
Hati kecil Akbar sakit mendengarnya, ia tidak menjawab pertanyaan Erika kepadanya.
" Dan kamu tau alasan dia menikah kenapa ?". Akbar hanya diam dan mendengarkan cerita Erika.
"Dia hanya ingin kaya seperti ku, dan membuat mu menyesal sudah memilih ku di bandingkan dirinya.". Akbar seperti tidak percaya mendengarnya.
Apa benar yang di katakan Erika barusan, apa dia sangat membenciku?. Gumam Akbar.
__ADS_1
Bersambung jika suka tolong bantu like dan vote terimakasih 🙏🙏🙏