
Jenna menghapus air matanya lalu ia pokus lagi kerja. Di balik kaca Jian melihatnya ia langsung mengetuk pintunya. Jenna segera berdiri dan langsung menghampiri Jian.
" Iya pak, ada yang bisa saya bantu?". Dengan mata yang masih berkaca-kaca Jenna berusaha menutupi kesedihannya di depan Jian.
" Saya ingin makan siang". Jenna melongo mendengarnya, karena itu bukan tugasnya.
" Kalau bapak CEO mau makan, anda tinggal minta sama Yuri pak".
" Saya maunya kamu?". Jenna melotot.
" Maksudnya?". Jenna bingung sama jawaban Jian.
" Saya maunya kamu yang pesankan makanan saya, karena Yuri lagi sibuk".
" Oh, baik pak, bapak mau makan apa ya?". Jenna masih memasang wajah ramah.
" Saya mau makan kamu?". Jenna langsung melotot, matanya terbuka lebar mendengar Jian mau makan dirinya.
" Bapak bercanda kan?". Jenna mulai takut. Jenna langsung ingat kejadian malam itu dimana Jena sudah meredakan Jian di depan pacarnya.
Apa dia ingat soal kejadian waktu itu?, janganΒ² dia mau balas dendam lagi. Gumam Jenna dihatinya.
Jian ingin sekali menerkamnya langsung, namun iya tahan.
Melihat wajah dia seperti itu , rasanya ingin sekali aku menciumnya sampai dia kelelahan. Batin Jian.
β Saya ingin makanan yang berkuah!β. Jawab Jian sembari jalan ke arah ruangannya.
Syukurlah dia tidak ingat aku. Jenna bisa bernapas lega melihat Jian pergi.
Jian senang sekali sudah membuat Jenna terkejut seperti tadi. Hatinya merasa puas.
Jenna hendak memesan makanan untuk Jian, tidak sengaja Jenna mendengar Yuri yang sedang asik teleponan membuat langkah kakinya berhenti.
__ADS_1
Jenna langsung ke arah Yuri yang sedang asik cekikikan di telpon. Melihat Jenna di hadapannya Yuri menyudahi teleponnya.
" Ada yang bisa saya bantu bu?". Jenna melihat Yuri sedang tidak sibuk.
" Apa kamu sibuk hari ini Yuri?".
" Tidak bu, saya lagi santai, ada yang bisa saya bantu bu?". Jenna langsung berpikir.
Lalu tadi dia bilang Yuri sibuk kan. Aneh?. Jenna malah bengong.
" Bu Jenna?". Yuri memanggil Jenna.
" Oh ini tadi pak CEO lapar lalu menyuruh saya untuk memesan makanan untuknya, apa kamu bisa pesankan untuk beliau?".
Yuri memasang wajah bingung.
" Maaf bu, tadi saya sudah memesankan makan siang untuk beliau 15 menit yang lalu."
" Bu, bu Jenna". Yuri memanggil Jenna yang lagi-lagi bengong.
" Bu!". Jenna langsung sadar.
" Oh ya sudah kalau gitu, terimakasih Yuri.
" Sama-sama Bu ". Jenna melangkahkan kakinya ke arah ruangannya, namun hatinya tidak tenang. Jenna menyuruh OB untuk membelikan makanan untuk Jian.
Jian yang tidak sabar menunggu Jenna ke ruangannya malah orang lain yang datang.
" Selamat siang pak, ini makan siang anda dari ibu Jenna".
" Jadi bu Jenna yang menyuruhmu?"..
" Iya pak". Jawab OB.
__ADS_1
" Tolong panggilkan dia suruh ke ruangan saya sekarang!". OB pun langsung pamit keluar.
Jenna baru saja mau makan seseorang mengetuk pintunya.
." Masuk ". OB tersebut langsung menghampiri Jenna.
" Bu, anda di panggil sama pak CEO, dan sekarang juga anda harus kesana penting!". Ujar OB dan ialangsung pamit.
Jena menutup kembali makanannya, Ia langsung bergegas menemui Jian di ruangannya. Jian sudah melihatnya, ia langsung menyuruh Jenna untuk masuk.
" Bapak memanggil saya?". Tanya Jenna sopan. Jenna melihat ada dua makanan di meja Jian.
Benar kata Yuri kalau dia sudah membelikan makanan untuknya, lalu kenapa tadi dia menyuruhku?. Gumam Jenna. Jian mematikan laptopnya.
" Kamu sudah makan?β. Tanya Jian kepada Jenna. Jenna mengangkat keduanya alisnya. Merasa bingung.
" Belum pak". Jawab Jenna jujur.
" Duduklah dan makan bareng sama saya". Jenna awalnya bingung, namun ia merasa tidak sopan kalau menolaknya, Jenna langsung duduk dan bertanya-tanya di hatinya.
Jadi hal yang penting tadi itu ini?. Jenna bicara di hatinya sambil menggelengkan kepalanya merasa aneh. Jenna baru mau menolaknya namun Jian keburu bicara lagi.
" Saya tidak suka penolakan!". Mendengar Jian bicara seperti itu Jenna mengurungkan niatnya.
Sebaiknya aku makan saja dari pada serigala ini meraung. Gumam Jenna dihatinya.
Ini kan soto yang aku suka makan, jadi ini untuk aku. gumamnya dalam hati.
Jian senang bisa makan bareng dengan Jenna, ia makin semangat makanya. Jenna belum sadar kalau dari tadi dia di perhatikan sama Jian.
********
Jika suka tolong bantu like dan kasih πππππ 5 yah. terimakasih π€π€
__ADS_1