Predator jatuh cinta

Predator jatuh cinta
Part. 28


__ADS_3

Tampa sepengetahuan Akbar Erika sudah menyiapkan kamera tersembunyi disana.


Erika sudah merencanakan sesuatu untuk Jenna malam ini. Ya sudah menyiapkan kamar hotel minuman yang sudah dicampur dan kamera untuk membuat vidio Jenna dan juga Akbar.


Di tempat lain. Akbar masih kepikiran gimana kalau Jenna tau soal ini. Dia akan sangat membencinya. Tapi Akbar tidak bisa menolak keinginan Erika yang selalu memuaskan hasratnya.


Akbar ingat kejadian dulu yang sempat mengajak Jenna begituan Jenna sangat marah besar bahkan dia langsung meminta putus.


Akbar tidak ambil pusing ia langsung menemui Erika yang sedang mempersiapkan semuanya.


Sesampainya di hotel. Akbar langsung menemui Erika.


" Sayang apa kamu sibuk?” Ujar Akbar seraya mencium bibir Erika.


Erika terkejut melihat kedatangan Akbar yang tiba-tiba.


" Kenapa kamu nggak ngabarin aku dulu sih kalau mau ke sini?". Jawabnya ketus.


” Kenapa kamu jadi marah-marah sayang.. bukannya kamu selalu senang kalau aku di samping kamu.. Erika menurunkan egonya takut Akbar berubah pikiran. Ia pun langsung tersenyum terpaksa.


" Ia maaf, yu kita makan" Ujar Erika ngajak Akbar.


Di kantor.


Seperti biasa Jenna pergi ke kantor. Kali ini hatinya campur aduk.


Jenna tidak bisa fokus bekerja. Iya masih memikirkan kejutan apa yang akan diberikan Akbar kepadanya nanti malam.


Semoga nanti malam hubungan kami berjalan dengan baik lagi seperti dulu.. Ujar Jenna dalam hati.


Hari mulai sore.


Hati Jenna kali ini mulai tidak enak.. Ia merasakan sesuatu akan terjadi kepadanya.


Kali ini Jena tidak ke salon atau beli gaun. Ia ingin tampil apa adanya.


Sesampainya di rumah Jenna terkejut ternyata Akbar sudah menunggunya. Dari dalam mobil Jenna tersenyum lebar. " Ini awal yang baik" Jenna segera turun.


" Maaf sudah membuat kamu terlalu lama menunggu!.


"Tidak apa-apa, aku baru saja sampai".Jawab Akbar.


" Mau masuk dulu atau gimana?". Jenna merasa canggung.


"Saya tunggu di luar aja ya..


" Oh oke". Jenna langsung masuk ke dalam sambil berpikir. Jenna masih penasaran soal Akbar yang sudah menyuruh pelayan untuk menumpahkan minumannya.

__ADS_1


Aku akan tanyakan semuanya sama Akbar nanti di hotelI. Gumam Jenna.


Jenna memilih gaun, tapi Jenna ingat lagi kejadian kemarin. Jenna memutuskan memakai rok di atas lutut atasannya kaos lengan pendek dan rambutnya ia ikat tinggi.


Akbar melihat Jenna keluar matanya tidak berkedip. Akbar suka melihat Jenna seperti itu.


Kali ini Jenna dan Akbar menaiki mobil yang sama. Akbar menyuruh Jenna untuk naik mobil bersamanya. Sesekali Jenna melihat ke arah Akbar, ia melihat benda yang selalu menempel di telinga Akbar.


" Aku baru tau kalau kamu suka earphone, dulu kamu sangat membenci benda itu karena kamu bilang benda itu membuat orang tidak fokus ketika diajak bicara.


Akbar hanya diam tersenyum dan matanya tetap fokus mengemudi. Jenna tidak mendapatkan jawabannya dari Akbar.


Mereka turun dari mobil. Jenna tertegun melihat dirinya di ajak ke ruangan VIP yang sangat mewah.


Di sana sudah tersedia minuman dua untuk Akbar dan juga Jenna. Dengan alunan musik yang merdu membuat suasana menjadi romantis.


Seseorang membawa cicin lalu ia serahkan sama Akbar.


" Jen, maukah kamu menikah denganku?". Tampa basi basi Akbar langsung memberikan cincinnya sama Jenna. Jenna melotot matanya berkaca-kaca ia sangat bahagia Akbar melamarnya.


" Maaf aku sudah membuat kamu kesel malam itu sebenarnya itu hanya ingin mengetes kamu saja. Jenna makin luluh mendengarnya.


"Jadi Kamu ninggalin aku malam itu. Jenna belum selesai bicara Akbar langsung menggenggam tangannya.


" Ya itu bagian dari semua ini". Jenna menutup mulutnya merasa senang.


Mereka saling berpelukan. Akbar langsung ambil minuman untuk Jenna.


Mereka langsung bersulang. Akbar terus memberikan minum sama Jenna. Jenna mulai pusing.


" Maafkan aku Jen. Jenna mendengarnya samar². Tiba-tiba Erika datang langsung duduk di pangkuan Akbar. Akbar dan Erika ciuman di depan Jenna.


" Kalian??". Ujar Jenna, tubuhnya mulai lemass. Erika tersenyum jahat.


" Apa-apaan ini!!". Tubuh Jenna mulai terasa panas. Jenna tidak kuat melihat Akbar dan Jenna ciuman di depannya. Air matanya langsung mengalir.


" Hahahaha!" Erika tertawa puas melihat Jenna menderita.


" Kamu pernah bilang kepadaku kan, kalau aku wanita rendahan.. malam ini kamu yang akan jadi wanita rendahan itu.. sebenarnya Akbar sudah tidak cinta sama kamu dia lakukan ini demi aku. Jenna terkejut mendengarnya namun tubuhnya sangat lemas untuk melawannya.


Erika berdiri lalu menarik rambut Jenna.


" Minuman yang Akbar berikan tadi sudah di campur dengan obat perangsang agar kamu menikmatinya nanti.. mungkin sekarang tubuh kamu lemas tapi 10 menit lagi kamu akan merasakan sesuatu. Ujar Erika sembari tersenyum jahat.


Jenna geleng-geleng kepala.


” Sayang bawa dia ke kamar, kamu boleh tidur sama dia malam ini.. Akbar langsung berdiri. Jenna tidak menyangka kalau Akbar akan melakukannya.

__ADS_1


Jenna ingin memberontak namun tubuhnya tidak bisa, ia seperti kehausan yang membutuhkan air agar bisa memenuhi dahaganya.


Hatinya menolak ketika Akbar menyentuh tangan dan membawanya. Namun tubuhnya tidak.


Akbar melihat air matanya terus mengalir namun Akbar tetap membawa Jenna ke dalam kamar hotel.


" Akbar aku mohon jangan lakukan ini kepadaku, aku akan sangat membencimu Akbar!!. Jenna memohon dengan sangat.


Erika memberikan kunci kamarnya. Akbar langsung membawa Jenna.


Erika siap-siap melihat dari ruangan lain. Ketika Akbar hendak masuk ke kamar. Petugas hotel menghampirinya.


" Tuan, maaf kamar ini sudah di isi, nona Erika menyuruh anda ke kamar 25A. Ujar penjaga hotel.


Mendengar suara seseorang Jenna hendak bicara dan minta tolong. Akbar cepat² menutup mulutnya pake tangan.


Tampa pikir panjang Akbar ambil kuncinya lalu segera pergi membawa Jenna ke kamar 25 A.


" Terget mulai masuk kamu bersiaplah". Ujar seorang penjaga hotel lewat earphone.


Akbar langsung masuk ke dalam kamar dan cepat² meletakkan tubuh Jenna di atas ranjang.


Jenna menggeleng kepalanya. Namun tubuhnya menginginkannya. Jenna menahan rasa sakit sekuat tenaga agar tidak melakukannya. Namun sia² ia seperti cacing kepanasan.


" Aku tidak tega melihat kamu kesakitan seperti itu Jenna. Akbar hendak membuka pakaian Jenna tiba-tiba lampunya mati.


" Sial!”. Ujar Akbar hendak pergi ke arah pintu.


" Brug!" Akbar jatuh ke lantai dan langsung tidak sadarkan diri.


Jenna ingat dengan Jian. Ia ingat kata² terakhirnya.


" Pak Jian tolong saya, saya mohon". Teriaknya. Tubuhnya mulai panas Jenna sudah tidak bisa menahannya.


Lampunya menyala. Jenna melihat Jian berdiri di hadapannya.


" Pak, tolong saya saya mohon" Jenna memohon. Jenna membuka pakaiannya sendiri. Jian melihat tubuh Jenna setengah polos.


Jian tidak tega lagi melihatnya. Namun ia sadar kalau ia melakukannya sama saja bajingan seperti Akbar.


Kalau dia sadar pasti dirinya akan di bencinya juga. Jian menutup kembali tubuh Jenna dan langsung membawa Jenna ke kamar mandi. Jian menyiraminya dengan air dingin yang ada di dalam lemari es.


Jenna masih kepanasan. Seseorang datang membawa air dingin.


" Terimakasih bro". Baim hanya menepuk pundak Jian.


Jian menutup kembali pintunya.

__ADS_1


Bersambung semoga suka tolong bantu like dan vote 🙏


__ADS_2