Predator jatuh cinta

Predator jatuh cinta
Part. 9


__ADS_3

Jian yang sedang menunggu sejak sore tadi di sebrang jalan. Akhirnya melihat mobil Jenna keluar. Jian langsung mengikutinya lagi.


Sepanjang jalan Jian ingin sekali menyalip mobil Jenna lalau melabraknya. Rasa cemburunya membuat dia hampir kehilangan akal.


Jenna memberhentikan mobilnya di depan rumah minimalis. Ia segera turun lalu masuk ke dalam rumah. Jian melihat mobilnya dari kejauhan.


Setelah Jenna masuk Jian langsung melajukan mobilnya pergi ke apartemen miliknya.


Ngapain aja sih dia di apartemen itu dari tadi sore!. apa dia sedang?. Jian langsung kesel memikirkan Jenna sedang bermesraan dengan Akbar .


" Sial!!. Jian melemparkan jasnya ke sembarang tempat. Lalu ia duduk mengusap wajahnya. Jian langsung ganti baju dan bersiap keluar lagi.


Jian langsung pergi ke klub untuk menghilangkan rasa penatnya di kepala.


" Bro sore telat, lo kenapa tiba-tiba suruh gua kesini?". Ujar Baim sambil duduk di samping Jian yang sedang minum. Baim memesan minuman yang sama.


” Dia tidak cinta sama gua!". Ujar Jian.


" Uhuk.... Uhuk.. " Baim batuk-batuk mendengarnya.


" Apa?". Baim menatap Jian dengan serius. Ia langsung sadar kalau Jian tidak sedang bercanda.


" Bahkan dia sedikit pun tidak kagum sama gua, di kantor dia sangat dingin. Dengan serius Jian bicara tentang Jenna wanita yang di cintainya. Baim menepuk pundak Jian.


” Gua penasaran sama wanita itu, dia hebat bisa buat kawan gua segila ini!. Jian hanya tersenyum tipis mendengarnya.


" Kenapa gak lo selidiki kelemahannya bro, dan disitu lo bisa memanfaatkan dia agar dia selalu patuh sama lo!, gua sih yakin lambat laun dia akan cinta sama lo”.


" Dia punya pacar, dan dia kerja di kantor gua!".


" Wah itu sih muda bro. Baim membisikan sesuatu di telinga Jian.


" Gimana, lo setuju gak?". Tanya Baim. Jian mengangguk sambil menghabiskan minumannya. Tidak lama Erika dan Akbar masuk ke klub yang sama.


Jian dan Baim memutuskan untuk pulang. Sebelum keluar Jian mendengar suara tidak asing. Jian menghentikan langkah kakinya, menoleh dan melihatnya


Akbar dan Erika sedang tertawa-tawa sambil bermesraan di depan meja bartender.


" Ada apa?”. Tanya Baim melihat Jian mematung sedang memandangi ke arah Erika dan Akbar.


" Lo cemburu?". Tanya Baim kembali. Baim pikir Jian cemburu kepada Erika.


" Lo liat pria yang bersama Erika?". Ujar Jian.

__ADS_1


" Iya". Jawab Baim sambil pokus melihat ke arah mereka.


" Dia itu pacar wanita yang aku sukai!". Baim melongo mendengarnya. Baim mengeluarkan ponselnya lalu merekam kedekatan mereka berdua. Jian langsung keluar dari klub tersebut.


Dikamar yang tidak begitu besar Jenna tidak bisa tidur ia kepikiran soal sikap Akbar yang berubah akhir-akhir ini. Jenna bangun dari tidurnya lalu duduk memeluk kakinya sambil berpikir.


” Apa aku resign aja dari kantor, mungkin gara² aku kekeh kerja, makanya Akbar berubah". Jenna langsung menulis tangan, ia berniat untuk resign dari kantornya besok.


" Selesai, aku akan lakukan apapun asal dia kembali seperti dulu lagi. Jenna menarik napasnya lalu ia masukan surat resign nya ke dalam tas.


Kali ini Akbar mengajak Erika ke apartemennya. Mereka menghabiskan malam pajang dengan-nya. Suasana mulai dingin namun di apartemen Akbar terasa panas dan bergairah.


" Sial, kalau tau enaknya seperti ini, sejak dulu aku paksa Jenna untuk melakukannya". Gumam Akbar sembari tersenyum ke arah Erika yang sedang di bawah tubuhnya. Erika memang sudah tidak perawan lagi namun Akbar tidak peduli.


Paginya. Jenna bersiap mau menemui Akbar dan memberitahu keputusannya Di tangannya ia membawa sarapan untuk Akbar.


Jenna melangkahkan kakinya ke apartemennya. lalu mengetuk pintunya. Karena Jenna sudah tidak pegang kunci apartemennya. Jenna menuggu nya di luar pintu.


Mendengar suara ketukan pintu, Akbar bangun. Di sampingnya masih ada Erika yang menarik lagi selimutnya menyelimuti tubuhnya yang polos.


Akbar mengecup bibir Erika lalu memakai handuk. Dengan telanjang dada Akbar membukakan pintunya.


" Iya". Ujar Akbar sembari membuka pintunya. Akbar melotot melihat Jenna ada di hadapannya, wajahnya langsung berubah tegang. Jenna langsung membuang wajahnya melihat Akbar hanya menutupi bagian bawahnya saja dengan handuk.


" Iya nih" Jawab Akbar.


" Saya ingin bicara penting, apa saya boleh masuk?, dan ini aku bawa sarapan untuk kita makan bareng" . Jenna hanya menyodorkan makanan yang di bawanya tadi.


Akbar kaget karena Jenna mau masuk ke apartemennya. Akbar langsung bingung sedangkan di dalam ada Erika. Dia tidak mungkin kan membiarkan Jenna melihat Erika.


" Wait.. Wait. Wait.. Lebih baik kamu tunggu saya di ruang tunggu ya!, karena gak enak di liat tetangga, nanti aku nyusul. Jenna tertegun mendengarnya. Biasanya Akbar langsung menariknya ke dalam apartemen.


Akbar langsung menutup pintunya. Jenna lagi-lagi sedih dengan sikap Akbar.


Akbar mengatur napasnya di balik pintu, sesekali mengusap wajahnya, gugup harus apa. Akbar meletakkan makanannya di meja. Lalu Akbar mengecek Erika terlebih dahulu. Erika sangat nyenyak tidurnya. Ia langsung ganti baju tampak mandi dulu.


" Sayang, aku belikan kamu sarapan dulu ya". Ujar Akbar sembari mencium bibir Erika. Erika hanya mengangguk saja.


Akbar hendak menarik handle pintu. Seorang pria hendak menekan tombol bel nya.


" Iya pak, ada apa?". Tanya Akbar melihat pria membawa beberapa beberapa barang di tangannya.


" Dengan pak Akbar?".

__ADS_1


" Iya, saya sendiri!".


" Ini pak tolong di terima ". Pria tersebut memberikan semua barang yang di tangannya kepada Akbar.


" Tapi saya tidak pesan barang ini pak!". Akbar tertegun melihat isi barangnya,. Semuanya itu miliknya.


" Tolong tanda tangani surat ini pak". Akbar langsung tanda tangan. Akbar membawa barangnya masuk ke dalam lalu melihatnya.


" Jadi aku di pecat secara tidak hormat, dan ini uang pesangon ku!!. Akbar meremas kertasnya lalu membawanya keluar.


Akbar menghampiri Jenna yang sedang menunggunya. Melihat Akbar menghampirinya.


Jenna segera berdiri tersenyum ke arah Akbar seperti dulu yang sering ia lakukan jika ketemu Akbar.


Akbar menahan amarahnya sembari menatap tajam ke arah Jenna.


Jenna menghampirinya.


" Stop!". Akbar menghentikan Jenna. Jenna yang bingung hanya memandangi Akbar dengan berlinang air mata. Jenna sangat merindukan Akbar.


Tiba-tiba saja Akbar melempar kertas tepat di wajah Jenna. Jenna melotot tidak percaya. Air matanya akhirnya jatuh di pipinya.


" Kamu kenapa?". Tanya Jenna dengan lirih.


Akbar hendak minta maaf, ia tidak sengaja melemparnya dan mengenai wajah Jenna. Mengingat lagi surat pemecatannya. Akbar langsung emosi lagi.


" Jadi itu yang kamu bilang penting??”. Jenna mengambil kertasnya lalu membacanya.


Akbar menatap sini ke arah Jenna. Tatapan rasa cintanya yang menggebu-gebu sudah hilang kepadanya Jenna.


” Aku gak tau apa-apa soal ini, dan aku kesini mau bilang.". Akbar memotong pembicaraannya.


" Stop Jenn!, aku tidak mau dengar lagi tentang kamu atau hal yang lainnya! lebih baik kamu jangan pernah injakan kaki kamu di apartemen aku lagi!. Akbar langsung jalan dan pergi.


Jenna bercucuran air mata melihat punggung Akbar yang makin lama makin menghilang.


Jenna terduduk lemas seakan-akan dunia mau menimpah nya.


" Aku harus tau alasannya Akbar di pecat, aku harus menjelaskan semuanya sama Akbar kalau aku tidak ada sangkut pautnya".


Jenna segera menghapus air matanya lalu melangkahkan kakinya ke arah lift.


******

__ADS_1


Semoga suka, tolong bantu like dan komen ya terimakasih 🤗🤗🤗


__ADS_2