Predator jatuh cinta

Predator jatuh cinta
Part. 21


__ADS_3

”Bapak cemburu yah sama pacar bapak itu?".


Jian bengong mendengar kata-kata Jenna barusan.


” Pacar.. siapa pacar saya?".


”Itu tuh yang barusan bapak nggak ingat dulu kita kan pernah ketemu sebelumnya, malam-malam Ketika Bapak dan wanita itu sedang..." Jenna tidak melanjutkan bicaranya.


”Mungkin kamu salah lihat aku tidak pernah punya pacar, aku hanya punya pacar satu yaitu kamu Jadi kamu jangan asal bicaranya ya Ayo kita pulang. Ajak Jian sembari meraih tangan Jenna.


”Kok pulang sih Pak kita kan lagi meeting.


” Meetingnya sudah selesai sudah beres. Mereka lalu pergi dari Hottel tersebut.


Di luar sana Erika melihat Jian menggandeng tangan Jenna. Hatinya langsung panas seketika.


" Susah payah gue habisin uang banyak demi mendapatkan dia eh malah memilih wanita biasa maunya apa sih dia??. Gumam Erika.


”Padahal tadi aku bilang seperti itu agar dia ingat dan marah kepadaku lalu dia akan memecatku dan aku akan bebas dari manusia seperti dia. Gumam Jenna dalam hati.


”Bapak tidak ingat sama saya ?. Dulukan saya pernah ngatain Bapak...!". Jenna sengaja memancing kemarahan Jian.


”Gimana mau marah aku tidak bisa marah sama kamu.


Jenna melihat wajah Jian.


Ko dia tidak marah. Malah kelihatannya dia senang.


Jenna merasa gagal, kalau dulu ia takut Jian mengenalinya, tapi kali ini Jenna ingin Jian tau dirinya siapa.


Jian senang Jenna berkata Jujur, bahkan dia tidak takut kalau dirinya akan memarahinya.


Sampai di kantor Jenna keluar dari mobil Jian terlebih dahulu Iya langsung pamit dan menuju ke parkiran untuk mengambil mobilnya. Jenna pergi mengendarai mobilnya ke arah rumahnya. Jenna berpikir gimana caranya bicara kepada ibunya Akbar soal anaknya yang tidak mau menemuinya lagi.


Seperti biasa Jian mengikuti Jenna dari belakang. Jena tahu Jian mengikutinya.


Sebelum pulang Jenna mampir dulu ke restoran dia membeli beberapa makanan untuk ibunya Akbar. Setelah itu ia langsung pulang.


Sebelum sampai ke rumahnya. Jenna berhenti sebentar lalu ia menghampiri mobil Jian.


"Pak sampai di sini aja ya, saya takut ibu lihat anda dan beliau berpikir bapak anaknya. Saya takut kesehatannya menurun pak".

__ADS_1


" Oke, tapi kamu harus jujur sama orang tuanya?". Jenna mengangguk.


”Saya akan pergi sesudah kamu masuk rumah dengan aman, kamu tidak bisa melarang saya lagi untuk itu.


Jenna segera masuk ke mobil lalu ia memakirkan mobilnya di garasi rumahnya, setelah Jenna aman. Jian pun melajukan mobilnya.


Jenna segera masuk ia melihat wajah ibunya penuh dengan harapan. ibunya langsung menyambut Jeena dengan hangat.


"Gimana Akbar. apa dia datang bersamamu". Ibunya langsung lari ke arah pintu hendak menyambutnya.


”Nak apa Akbar sengaja ngerjain ibu. Akbar” panggil Ibu sambil teriak² di luar. ” Kamu dimana nak, ibu kangen sama kamu.


Jenna merasa kasihan melihat ibunya Akbar teriak-teriak di luar. Ia pun langsung menyusulnya dan memeluknya.


”Sudah Bu. Akbar tidak akan ke sini Jenna minta maaf tidak bisa bawa Akbar untuk menemui ibu". Jenna bicara sambil menangis.


Ibunya langsung mendorong tubuh Jenna.


" Apa maksud kamu Nak?, tadi pagi kamu bilang kita akan ke apartemennya, dan sekarang kamu bilang lain lagi?.


” Sebenarnya Jenna sudah bertemu Akbar dua kali bu Jenna bicara dengan Akbar agar Akbar mau menemui ibu tapi pacar Akbar melarang Akbar untuk menemui ibu dan Akbar tidak bicara sepatah kata pun kepada Jenna. Jenna menjelaskan semuanya.


”Kamu bohong kan Jawab jujur nak. Akbar tidak mungkin seperti itu Akbar adalah anak ibu yang paling baik dan sayang sama ibu Akbar tidak mungkin ". Ibunya langsung menangis histeris


" Bawa ibu untuk menemui Akbar nak, ibu mohon ibu ingin langsung mendengar dari mulut dia Ibu ingin ketemu dengan dia ibu mohon" Ibunya sampai berlutut kepada Jenna.


”Ibu tidak perlu berlutut seperti ini. Jenna akan antar ibu untuk menemui Akbar tapi Jenna tidak tahu Akbar tinggal di mana tadi Jenna ketemu di hotel sama Akbar, dan apartemennya yang dulu sudah kosong.


Ibunya langsung duduk lemas tidak berdaya.


”Jadi hubungan kalian sudah berakhir?". Jenna mengangguk.


” Akbar sudah tidak kerja lagi di kantor dengan Jenna Bu. Jenna tidak tau Akbar sekarang kerja di mana, maafkan Jenna bu Jenna tidak berkata jujur dari awal soal ini.


Ibunya langsung berdiri jalan tertatih-tatih ke arah kamarnya dan segera merapikan pakaiannya lalu memasukannya ke dalam koper.


" Ibu mau ke mana Ibu jangan pergi?". Cegah Jenna.


" Tidak na, ibu tidak mau di sini Ibu cuma merepotkan kamu ibu mau pulang ke kampung ibu.


" Tidak bu Jenna tidak merasa direpotkan Jenna malah senang ibu tinggal di sini Ibu sudah Jenna anggap seperti orang tua Jenna sendiri" Ibunya langsung memeluk Jenna.

__ADS_1


”Terima kasih ya Nak kamu sudah baik sama ibu maafkan anak ibu sudah menyakiti hati kamu tapi ibu harus pulang”.


Mereka saling berpelukan ibunya pulang dengan perasaan hampa tanpa bertemu dengan anaknya.


Di tempat lain Erika uring-uringan dia jaga jarak dengan Akbar. Akbar merasa aneh dengan sikap Erika yang tiba-tiba berubah kepadanya.


" Sayang kenapa sikap kamu jadi dingin seperti ini kepadaku. apa aku melakukan kesalahan?”. Ujar Akbar membujuk Erika.


” Aku ingin sendiri aku ingin kamu pergi dulu sebentar. Pinta Erika.


Akbar memilih tidak ingin debat dengan Erika ia langsung keluar dari kamar hotel menuju lobby. Prasanya bingung campur aduk. Sikap Erika seketika berubah setelah melihat Jian dan Jenna.


Dengan berat hati Jenna mengantarkan ibunya Akbar ke terminal. Ibunya pergi membawa luka di hatinya.


” Kabarin Jenna ya Bu kalau Ibu udah sampai”


”Iya nak nanti ibu kabarin kamu, kamu jaga diri baik-baik ya.


Mereka berpelukan, si ibu masuk ke dalam bus lalu duduk di samping kaca ia melambaikan tangannya. Jenna tersenyum ke arah si Ibu. Dia pun melambaikan tangan.


" Sampai ketemu lagi ya Bu hati-hati" Teriak Jenna dari luar bus.


Tidak lama busnya jalan Jenna segera melangkahkan kakinya ke arah mobilnya.


Jenna kaget melihat Jian ada di terminal berdiri tidak jauh darinya. Jian hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya.


Jenna tidak membalas lambaian tangan Jian. Jenna langsung masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya pulang ke rumah.


Setelah memastikan Jenna aman. Jian langsung menemui sahabatnya Baim di klub. Jian berbagi keluh kesah dengan sahabatnya itu dan menceritakan soal kejadian dengan Jenna.


" Gua nggak tau Im, kalau sampai gua kehilangan dia gua bisa gila!". Ujarnya lirih.


Baim melihat mata Jian, Baim percaya kalau Jian kali ini sungguh-sungguh jantuh cinta. Baim memberi support kepada sahabatnya itu.


" Tapi gua gak tahu dia cinta sama gue atau tidak?”.


” Gue yakin Yan dia akan mencintai lo seperti lo mencintainya". Jian langsung bangun dari sadaran kursi.


”Apa yang lo katakan itu bakal terjadi Im. kalau ya gua akan kasih lo mobil baru.


Dengan semangat Baim meyakinkan Jian untuk tetap semangat dan berusaha mendapatkan cinta Jenna.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari seseorang sudah menguping pembicaraannya dari awal hingga akhir. Dia langsung meninggalkan tempat klubnya dengan keadaan marah.


__ADS_2