
Sedang asyik masak di dapur terdengar suara mobil datang. Jenna langsung berpikir. Pasti itu Akbar dengan cepat Jenna langsung keluar untuk menemuinya.
Ketika membukakan pintu, hati Jenna sedih karena bukan Akbar yang datang melainkan Jian yang sedang turun dari mobil mewahnya .
Jenna bergegas menemui Jian dan langsung menarik tangan Jian untuk menjauh dari rumahnya.
”Kamu mau ajak aku ke mana pacar” Ujar Jian senang sambil menatap tangannya di tarik.
Sudah agak jauh dari rumah. Jenna melepaskan tangan Jian. Lalu Jenna memohon..
" Pak tolong kali ini aja bapak nggak usah ke rumah saya dulu karena di rumah ada orang tuanya Akbar beliau sedang merindukan anaknya". Jenna memohon.
Jian merasa kesel, marah namun ia melihat air mata Jenna hampir jatuh di pelupuk matanya.
” Saya mohon dengan sangat sama bapak agar bapak mau mengerti, memang saya sudah tidak ada hubungan lagi dengan Akbar namun saya sangat menyayangi orang tuanya seperti orang tua saya sendiri Pak jadi saya mohon bapak untuk sementara jangan ke rumah saya dulu ya.
Jian merasa tersentuh hatinya ia melihat Jenna memohon seperti itu membuat dirinya ingin memeluknya. Namun ia tidak berani.
Jian menghapus air matanya dengan tangannya.
Jenna mendongak melihat dan menatap Jian dari jarak dekat ia terkejut melihat sikap Jian begitu lembut kepadanya.
”Tapi kamu harus janji sama saya kamu tidak boleh nangis dan tidak boleh kembali lagi kepada dia.
Jenna tidak menjawabnya dia diam membisu. Tidak ada jawaban Jian pun langsung berkata lagi.
" Oke kalau kamu tidak mau saya akan tetap ke rumah kamu.
Jian mulai melangkahkan kakinya ke arah rumah Jenna. Melihat Jian nekat seperti itu Jenna langsung mengejar Jian.
” Oke pak saya setuju" Kata Jenna. Namun hatinya merasa ragu sudah meiyakan kemauan Jian. Jian tersenyum lebar.
” Oke kalau begitu saya tidak akan ke rumah kamu tapi saya akan mengawasi kamu dari kejauhan kalau kamu sampai macam-macam saya akan langsung masuk ke rumah kamu dan bilang sama orang tuanya kalau kita pacaran.
Jenna mengangguk setidaknya Jian tidak menambah kesedihan orang tuanya Akbar. Jenna langsung pamit.
Jian menatap punggung Jenna, ia makin kagum kepadanya.
Bahkan dia rela hatinya hancur demi menjaga perasaan orang tua mantannya.
Jenna masuk ke dalam. Ia melihat ibunya Akbar sedang menyiapkan masakan kesukaan anaknya.
" Nak siapa tadi yang datang apa itu anak ibu?". Jenna menghampiri ibunya lalu menyuruhnya untuk duduk.
” Bukan bu itu tetangga saya tadi. mungkin Akbar sibuk dengan pekerjaan nya makanya telat datang ke sini. Jawab Jenna.
__ADS_1
" Kan kalian satu kantor masa dia sibuk kamu gak?. Jenna langsung diam.
Jadi Akbar belum cerita soal dirinya di pecat!.
Melihat Jenna bengong ibunya langsung menyentuh tangan Jenna.
" Nak kamu sedang memikirkan apa, kalian baik-baik aja kan?”.
Jenna langsung tersenyum kepada ibunya Akbar.
”Ibu harap kalian cepat-cepat nikah. Ibu sudah sayang sama kamu seperti Ibu menyayangi Akbar dan Rere.
Jena merasa terharu ia langsung menghambur memeluk ibunya sambil menangis dipelukan ibunya Akbar. Jenna sangat merindukan sosok ibu di dalam kehidupannya.
”Terima kasih ya bu sudah sayang sama Jena, Jena juga sayang sama ibu. Ibu Akbar membalas pelukannya.
Jenna bersiap untuk pergi ke kantor, dia keluar melihat ibunya masih duduk di depan kaca rumahnya. Matanya memperhatikan arah luar.
" Nak ibu ikut ya ke kantor Ibu ingin sekali menemui Akbar ibu ingin ngasih kejutan sama Akbar boleh ya nak ibu mohon dengan sangat" Ucap si Ibu.
Gimana ini, kalau aku kasih tau ibu Akbar di pecat, aku takut kesehatannya terganggu. Jenna belum menjawabnya.
” Gini aja bu, kita sore nanti ke apartemennya saja, dan saya akan antar ibu setelah saya pulang kantor gimana?".
Maaf ya bu, Jenna harus bohong, Jenna takut ibu kecewa.
" Nanti ada mba yang akan nemenin ibu di sini, saya takutnya Akbar kesini eh ibunya gak ada". Ibunya langsung mengangguk tanda setuju.
Jenna langsung pamit, hatinya masih belum tenang sebelum Akbar menemui ibunya.
”Dia benar-benar keterlaluan!!. Hardiknya sambil masuk ke dalam mobil. Dari kejauhan Jian mengikuti Jenna.
Melihat di kaca spion Jenna melihat Jian ada di belakangnya.
” Ini lagi satu gimana mau ke apartemen Akbar, dia selalu mengikuti ku kemana pun aku pergi!". Jenna berpikir dulu sambil cari cara untuk menghindar dari Jian.
Kebetulan di depannya lampu hijau, Jenna memperlambat mobilnya agar lampunya langsung merah dan mobil Jian tidak bisa lewat. .
Jenna langsung melajukan mobilnya secepat mungkin agar Jian tidak bisa mengejarnya. mobil Jian terjebak di lampu merah akhirnya Jenna memutar balik langsung menuju ke apartemen Akbar.
" Kamu pikir kamu bisa lolos dari aku Jen kamu lihat aja ” Ucap Jian.
Sampai di apartemenn.
Jenna langsung naik ke atas dan menekan belnya. Tidak ada yang membukakan pintunya.
__ADS_1
Sebelum menekan belnya kedua kalinya Jenna menarik napas panjang. Menekan belnya lagi namun pintunya tidak ada tanda-tanda di buka. Jenna menekan nya lagi masih belum ada yang bukain pintunya.
Mencobanya lagi terus menerus. Cukup lama Jenna di depan pintunya dan kesabarannya mulai habis. Tangannya terus nekan Bel.
Seseorang menghampirinya.
. ” Ada yang bisa saya bantu nona dari tadi anda menekan bel terus?" Tanya security apartemen.
Jenna mendongak melihat ke arah suara. " Oh ya pak ini saya lagi mencari teman saya namanya Akbar di apartemen ini.
" Oh tuan Akbar beliau sudah pindah tadi pagi ini. sekarang apartemen ini kosong" Jawab security apartemen.
"Kalau boleh tahu ke mana pindahnya ya pak?..
”Kalau soal itu saya tidak tahu Nona ke mana pindahnya kalau ingin lebih jelas lagi Anda bisa nanyain ke bagian resepsionis.
”Oh baiklah Pak kalau begitu terima kasih banyak ya Pak atas informasinya saya permisi. Ujar Jenna.
Jenna pergi ke resepsionis. Lalu ia bertanya kepada resepsionis tersebut, namun resepsionisnya tidak memberikan alamat Akbar yang baru.
" Terimakasih ia bu saya permisi.
Jenna merasa sedih karena Akbar langsung pindah bukannya menemui ibunya dulu.
Dengan langkah pelan dan sedih Jena terus melangkahkan kakinya ke arah parkiran. Jenna menatap sekali lagi apartemennya. lalu ia masuk dan melajukan mobilnya.
Di kantor. Jian sudah menunggunya di lobby melihat Jenna datang dia langsung menghampirinya.
”Kamu ke mana aja lama banget sih bukannya dari tadi kamu ke kantor kok baru datang?".. Tanya Jian.
Semua staff melihat ke arah mereka, ada yang suka ada juga nggak suka, sebagian juga membuang muka merasa iri melihat kedekatan Jena dan Jihan.
"Pak bisa tidak ngomongnya jangan di sini orang-orang melihat ke arah kita nih. Jawab Jenna.
"Biarkan saja saya tidak peduli saya hanya ingin
kamu menjawab pertanyaan saya?.
Jenna lupa kalau cowok di depannya itu keras kepala dan tidak mau mendengarkan perkataannya.
" Saya habis dari apartemennya Akbar Pak untuk mengecek Kenapa dia tidak datang menemui ibunya. Jawab Jenna.
Jian langsung senang mendengarnya Itu jawaban yang diharapkannya ..
” Sudah kan Pak tidak ada lagi yang harus saya jawab Saya permisi dulu kalau begitu". Ujar Jenna sembari melangkahkan kakinya.
__ADS_1
Semoga kalian suka, tolong bantu like dan Comen.🙏🙏🙏