
Di restoran ta di sangka² Akbar dan juga Erika makan di sana.
Erika melihatnya Jenna dan Jian sedang makan siang bersama. Selera makannya jadi hilang melihat kedekatan keduanya.
Akbar melihatnya langsung menegurnya. ” Sayang apa yang kamu liat sih sampai² bengong seperti itu?.
Akbar Hendak menoleh ke belakang. Erika cepat-cepat memegangi tangannya.
"Nggak papa kok sayang saya pikir tadi ada teman saya di sana.
" Oh....". Akbar tidak jadi melihat ke belakang ia meneruskan makannya.
Aku nggak bisa menundanya lagi. Erika terus melihat ke arah mereka.
" Oh iya sayang kapan kamu menemui ibu kamu?.
Akbar berpikir. " Mungkin lusa atau ahir bulan. Jawabnya sambil mengunyah makanan di mulutnya.
" Tidak tidak, aku ingin kamu menemui ibu kamu besok!". Akbar menatap Erika.
” Sayang aku hanya ingin membalaskan dendam itu aja kok, setelah itu aku ingin dia tahu kalau kamu itu milik aku. Akbar hanya tersenyum tipis..
Erika dan Akbar pulang duluan dari restoran. Setelah dari restoran Erika mengantar Akbar ke rumah ibunya. Erika sudah tidak sabar menuggu hari itu tiba.
2 jam perjalanan ke rumah orang tuanya Akbar. Erika hanya diam di mobil ia tidak ikut masuk bersama Akbar.
30 menit berlalu Akbar keluar dari rumahnya lalu masuk ke mobil. Erika melajukan mobilnya.
Di kantor. Sekitar pukul jam 04.00 sore ponsel Jenna berdering. Jenna tersenyum melihat siapa yang menghubunginya lalu ia segera menekan tombol hijau.
~~ Halo. Jenna.
~~ Jen ini ibu, Akbar baru saja kerumah dan minta maaf, ibu yakin ini kamu yang suruh kan?..
~~. Bukan Jenna bu, ini kemauan Akbar sendiri.
~~. Sukurlah kalau ini kemauannya Akbar. Mereka bicara panjang lebar di telepon.
Melihat Jenna senyum² seperti itu Jian senang dan bahagia. Dia tidak tahu kalau itu akan membuat hatinya sedih.
Jenna merasa bahagia mendengar ibunya juga bahagia dan dia juga tidak sabar menunggu kabar dari Akbar selanjutnya.
Jenna segera berdiri lalu menghampiri Jian. ” Pak saya izin pulang cepat hari ini karena saya ada urusan penting". Jian menatap Jenna.
Aku tidak mungkin mencegahnya, dia terlihat bahagia sekali, aku tidak mau membuatnya sedih lagi.
Jian mengangguk tanda setuju. Jenna langsung balik ke mejanya dan segera merapikan barangnya.
Sepanjang perjalanan menuju pulang Jenna terus melihat ponselnya. Jenna berharap Akbar menghubunginya lebih dulu karena dia pun tidak sabar untuk menjawabnya.
__ADS_1
Sampai di rumah ponselnya masih belum berdering. Jenna lemas dan sedih ia segera turun dari mobilnya. Langkah nya terhenti melihat Akbar ada di depan pintu rumahnya.
Jenna sangat bahagia matanya hampir mengeluarkan air mata saking bahagianya. Jenna menghampiri Akbar. Melihat Jenna sedang jalan ke arahnya. Akbar langsung berdiri.
Keduanya merasa canggung dan malu-malu. Sebenarnya Akbar males melakukan seperti itu dan harus menyakiti Jenna. Namun ia tidak ada pilihan lain.
”Terima kasih kamu mau memberikan kesempatan kedua untuk aku Jen, aku janji tidak akan menyia-nyiakan kamu lagi. Tanpa sepengetahuan Jenna Akbar mengikuti kata-kata Erika lewat earphone.
Jenna hanya tersenyum dengan rasa kagum dan rasa rindu di matanya.
Maafkan aku Jen aku sudah bohong dan ini aku salah sudah menyakiti kamu. Gumam Akbar merasa bersalah.
Akbar tiba-tiba memeluk Jenna, awalnya Jenna diam terkejut dipeluk Akbar. Lama kelamaan Jenna membalas pelukannya. Namun ada sosok dari kejauhan menatap ke arah mereka.
Jian terpaku berdiri tegak tidak jauh dari mobilnya. Ia sengaja mengikuti Jenna seperti biasanya.
Apa ini rasanya sakit hati. Gumam Jian sambil melihat ke arah Jenna. Jian segera masuk ke mobil ia tidak kuat melihat Jenna pelukan dengan Akbar.
Mereka melepaskan pelukan. ” Kamu sudah makan belum?." Tanya Jenna.
" Aku sudah makan,. oiya Jen maaf aku tidak bisa lama-lama aku harus kerja!". Jenna terkejut mendengarnya.
" Kerja, memangnya kerja apa malam² gini?”. Akbar sesekali membenarkan erfon di kupingnya.. Menuggu perintah dari Erika.
” Kerja di klub aku jadi bartender di sana ".
" Sejak kapan kamu kerja di sana?"..
" Aku pergi dulu ya” Akbar langsung pergi begitu saja. Jenna tertegun melihat Akbar main pergi begitu saja biasanya Akbar selalu mengecup keningnya ketika ia mau pergi.
" Kamu pikir kamu akan senang-senang gitu di dalam berduaan sama Akbar, mimpi kamu!. ucap Erika dari kejauhan.
Di hati kecilnya Akbar ia merasa bersalah sudah berbohong sama Jenna. Akbar langsung masuk ke mobil. Erika menyambutnya dengan pelukan.
” Terima kasih sayang kamu mau melakukan ini demi aku aku makin sayang banget sama kamu i love you. Ujar Erika sambil memeluk Akbar.
Jian memperhatikan mobil di depannya itu. Ia mengenali mobil yang di parkir di samping rumah Jenna.
Jenna segera masuk ke dalam rumah, hatinya senang karena Akbar mau balikan lagi dengannya namun hsti kecilnya masih ada keraguan yang mengganjal di hatinya.
Jenna segera menepis pikirannya yang negatif, ia langsung ambil hp nya dan mengirimkan pesan ke Akbar.
Sambil duduk di sofa Jenna menunggu balasan pesannya.
Ponselnya bunyi. Jenna cepat-cepat membalas pesannya. Jenna sambil tersenyum senang.
Rasain kamu, kamu pikir ini Akbar yang balas. Gumam Erika. Erika tersenyum senang sudah membalas pesan Jenna ke ponselnya Akbar.
Akbar hanya pokus mengemudikan mobilnya.
__ADS_1
" Sayang apa itu Janna?". Erika menoleh ke samping.
" Iya dia mengirimkan pesan sama kamu katanya kangen.
"Lalu kamu jawab apa ke dia?".
" Aku bilang kangen juga dan aku juga tidak sabar ingin menikah dengan dia. Akbar menghela nafasnya.
Sebaiknya aku tidak ikut campur deh dari pada nanti dia marah sama aku. Gumam Akbar sambil pokus mengemudi.
Erika terus tertawa senang di dalam mobilya, ia sangat menikmati. melihat Jena terus berharap sama Akbar.
Malam pun semakin larut. Jenna tidak sadar kalau jam menunjukkan pukul 10.00 malam. Diapun belum ganti pakaian kantornya.
Jenna menghubungi Akbar namun direject olehnya. Jenna mengurutkan keningnya, lalu ia mengirimkan pesan kepada Akbar.
Aku hanya ingin mendengar suara kamu ko itu aja. Isi pesan yang Jenna kirim.
" Oke malam ini aku akan membuat dia senang, tapi selanjutnya aku akan bikin dia malu. Ujar Erika sambil memberikan ponselnya ke Akbar. Akbar yang sedang di atas tubuh Erika langsung mengambil ponselnya.
" Kenapa kamu letakin ponselnya?". Tanya Erika melihat Akbar malah menaruh ponselnya disamping tempat tidur.
" Lalu?". Jawab Akbar bingung.
" Sayang.. aku mau kamu menghubungi dia. Akbar menghentikan aksinya lalu bangun dan rebahan di samping tubuh Erika.
Dengan patuh Akbar menghubungi Jenna,. Erika membisikan sesuatu di kuping Akbar lalu ia naik di atas tubuhnya sambil memainkan jari di dadanya. Akbar makin bersemangat karena malam ini Erika akan membuatnya terbang.
~~ Halo.. Jenna
~~ Iya.. Akbar.
~~ Apa kamu sibuk?... Jenna
~~ Tidak, aku lagi istirahat.. Akbar.
~~ Gimana kalau weekend ini kita ke pantai yu.. Jenna.
Akbar bertanya ke Erika terlebih dahulu. Erika langsung nganguk.
~~ Oke.. Akbar
Jenna mendengar Akbar mengeluarkan *******. Deg hatinya langsung tidak tenang. Erika menutup mulut Akbar dengan tangannya lalu ia matikan ponselnya.
" Sayang gimana kalau ketahuan, yang ada rencana kita akan gagal!”. Erika marah. Akbar langsung mendekapnya.
" Aku tidak bisa menahannya lagi sayang, kamu membuat aku gila malam ini". Akbar melanjutkan ritualnya.
Sedangkan Jenna galau disana, ia merasa ada yang aneh sama Akbar. Jenna merasa Akbar menjawab pertanyaanya seperlunya.
__ADS_1
Jenna berusaha menghubungi Akbar, tapi tidak di angkatnya.
Bersambung terimakasih semoga suka bantu like dan comen ya🙏