Predator jatuh cinta

Predator jatuh cinta
Part. 39


__ADS_3

Jena terkejut ketika keluar dari kamar mandi melihat Jian sudah ada di hadapannya. " Bapak ngagetin saya aja" Ujarnya ketus.


" Kita keluar sama-sama ya agar Papi tidak curiga sama kita, kita harus terlihat mesra di depan Papi agar Papi tidak sedih.


" Iya " Jawab Jana enteng, Jian tesenyum senang sembari masuk ke kamar mandi.


" Sayang boleh minta tolong ambilkan handuk, aku lupa membawanya" Teriak Jian dari dalam kamar mandi.


Jenna diam sebentar. " Perasaan tadi ada dua handuk deh apa dia bohong?". Gumam Jenna dalam hatinya.


Jenna segera berdiri lalu memberikan handuknya kepada Jian. " Aku taruh di gagang pintu ya" Teriak Jenna, namun tiba-tiba tangan Jenna di tarik Jian.


Jenna terkejut dan tubuhnya mulai ketarik ke dalam kamar mandi.


Jenna hendak marah-marah namun Jian memberikan spon ke tangannya.


" Sayang tolong bantu suamimu ini untuk gosok punggung". Posisi Jian membelakangi Jenna..


Jenna menghela napasnya dan matanya ditutup tangannya.


Jian tersenyum senang.


" Tolong sampo in sayang". Jenna menurut saja karena ia tidak melihat tubuh polos Jian.


" Terimakasih sayang" Ujar Jian. Jenna tidak menjawabnya ia segera keluar dari kamar mandi dan memegangi dadanya.


Jian tertawa puas karena sudah ngerjain istrinya itu. Jenna menatap dirinya di cermin. Dia memang mesum, tapi dia tidak kurang ajar selama ini. Guman Jenna sambil melamun.

__ADS_1


Jian melihat istrinya sedang bengong mencoba mendekatinya.


" Sayang". Panggilnya dengan mesra. Jenna terkejut melihat Jian sudah ada di belakangnya.


" Boleh keringkan rambut suamimu ini”. Jenna langsung berdiri.


" Duduklah ". Jawab Jenna. Jian langsung duduk dan melihat istrinya dari pentulan cermin.


Merasa di perhatikan Jenna mersa tidak nyaman.


" Kalau anda terus menatap saya seperti itu, saya tidak akan melanjutkan untuk mengeringkan rambut anda lagi!". Ancamannya.


"Oke, oke, I love you istriku ". Jenna tidak menjawabnya. Jian hanya tersenyum di hatinya.


Kali ini Jian menarik tangan Jenna seolah-olah Jenna menggandengnya.


”Pagi anak-anak Papi yang tersayang” Sapa balik pak Joni.


Mereka pergi ke ruangan makan sama-sama Jenna merasakan sesuatu hal yang aneh di dalam hatinya, ia merasa mulai nyaman dengan keluarga barunya.


” Ngomong-ngomong kapan nih kalian punya anak?” tanya Pak Joni membuat Jenna langsung terbatuk-batuk.


Jian dengan sigap langsung mengambilkan minum untuk Jenna. Jenna segera minumnya.


Melihat ekspresi anaknya seperti itu pak Joni bertanya kembali.


” Kalian tidak menundanya kan?, Papi harap akan segera mendapatkan cucu dari kalian agar papi tidak kesepian lagi"..

__ADS_1


Kali ini Jena tidak menjawabnya ia merasa gusar karena hal mustahil baginya untuk memberikan cucu kepada Pak Joni. Cinta aja belum kepada suaminya apalagi memberikan anak.


Jian menatap istrinya, bagaimanapun Jian juga ingin memiliki anak darinya..


" Tidak ko Pih kami tidak menundanya" Jawab Jian sembari menggenggam tangan Jenna.


Jana memilih tidak bicara, ia tidak mau membohongi Pak Joni.


Jena merasa gusar, ia terus teringat dengan permintaan pak Joni.


" Apa Bapak ingin mempunyai anak?" Tanya Jenna tiba-tiba.


Jian bingung harus jawab apa..


" Saya belum mencintai bapak jadi saya minta maaf ya Pak belum bisa memberikan anak buat bapak.


Terdengarnya sedikit menyakitkan bagi Jian, ia akan berusaha agar istrinya mencintainya.


" Bapak tidak sakit hati kan sama ucapan saya?, saya tidak mau membohongi Bapak apalagi Papi karena saya sangat menyayangi Papi seperti ayah kandung saya sendiri".


Mendengar Jenna menyayangi papinya, membuat Jian bahagia. Baru kali ini ada wanita yang menyayangi papinya tulus seperti Jenna.


" Lalu apakah kamu menyayangi saya?". Tanya Jian. Jenna diam membisu.


" Sebaiknya kita istirahat besok kita akan pulang pagi-pagi".


Bersambung jika suka tolong bantu like dan vote

__ADS_1


__ADS_2