Predator jatuh cinta

Predator jatuh cinta
Part. 34


__ADS_3

Jenna asik membuat lowongan untuk sekertaris suaminya di laptop suasana hatinya senang karena ia tidak akan terus sama suaminya. Jian terus saja menguap sembari menyetir mobilnya.


Jenna meliriknya sekilas sembari menarik napasnya.


" Apa bapak masih ngantuk?". Tanya Jenna membuat Jian sadar karena diperhatikan istrinya.


Gimana saya tidak ngatuk saya hanya tidur dua jam karena kamu yang buat saya tidak bisa tidur. Gumam Jian dihatinya.


" Tidak, hanya saja ac nya sangat dingin makanya saya jadi ngantuk. Jawab Jian bohong.


Jenna segera membuka kaca mobilnya sedikit lalu ia mematikan ac mobilnya.


" Kalau kaya gini bapak jadi tidak akan ngatuk lagi kan, krena bahaya jika bapak ngatuk sambil mengemudi ". Ujar Jenna. Jian menurut saja sembari menurunkan kaca mobilnya.


" Pak turunkan saya di sini". Jian langsung mengeremkan mobilnya.


" Kenapa disini?".


" Bapak mau mereka curiga dengan kedekatan kita, mereka taunya kita hanya pacaran bukan suami istri pak". Jawab Jenna sembari keluar dari mobil. Tiba-tiba Jenna masuk lagi ke dalam mobil lalu menarik tangan Jian dan menciumnya. Jenna sadar lalu cepat-cepat menutup mobilnya dan pergi.


Jian bahagia tangannya dikecup Jenna aa terus memegangi tangannya yang dicium istrinya sambil melihat istrinya yang lagi jalan.


" Sial! Apa yang kulakukan tadi sih!. Gumam Jenna sambil jalan cepet. Jena tidak berani membalikkan tubuhnya ke arah Jian. Jenna teringat kebiasaan dulu yang ia sering lakukan kepada Akbar.

__ADS_1


" Sudah-sudah dia suamiku walaupun aku tidak mencintainya. Jenna bicara sendiri sambil menggerutu.


Hari yang sangat yang menyenangkan untuk Jian. Jian langsung bersemangat memasuki kantornya.


Jenna duduk di ruangannya yang dulu ia merasa senang karena tidak satu ruangan lagi dengan Jian.


Jian tidak kesal karena ia terus terbayang ketika Jenna mencium tangannya bahkan dia terus mengusap tangannya seperti orang gila.


" Selamat pagi Pak Ji". Sapa Pak Ardi. Jian tidak bergeming ya terus tersenyum sembari melihat tangannya. Pak Ardi hanya berdiri menuggu jawaban dari Jian tidak berani bicara lagi.


Cukup lama pak Ardi berdiri. Jian yang terkejut melihat Pak Ardi langsung membenarkan duduknya.


" Ngapain anda disitu pak, bikin saya kaget aja"? Tegur Jian..


" Maaf pak sebelumnya saya sudah menegur bapak" Pak Ardi tidak berani bicara lagi.


Terdengar suara keributan di luar Pak Ardi hendak melihatnya, namun Jian memberi isyarat kalau dia yang mau melihatnya langsung. Wajahnya langsung kesal melihat Erika jalan ke arahnya dan tangan Erika di cekal sekuriti.


" Ian, masa aku gak boleh kesini menemui kamu?". Ujarnya sambil memasang wajah sedih. Jian langsung masuk keruanganya di ikuti Erika dari belakang.


Sekuritinya langsung pergi melihat Jian mengibaskan tangannya.


" Ada apa kamu menemui saya sepagi ini??". Tanya Jian tampa basa basi.

__ADS_1


” Aku kangen, kamu tidak datang ke klub lagi kenapa?, apa karena dia??". Jian mendengarnya kesal.


" Sudah ngomongnya?, kalau sudah selesai kamu bisa keluar sekarang juga! ". Ujar Jian dingin. Erika melangkahkan kakinya hendak ke arah Jian.


" Kalau kamu melangkahkan kakimu sekali lagi maka kamu tidak akan bisa berjalan!". Mendengar ancaman Jian Erika terkejut tubuhnya langsung gemetaran.


" Nona, sebaiknya anda keluar karena tuan Jian lagi sibuk”. Saut Pak Ardi.


Erika masih saja berdiri ia terus menatap Jian berharap ia berubah pikiran. Jian menekan tombol emergency. Erika melihatnya langsung paham dan langsung melangkahkan kakinya keluar.


Jian langsung duduk di kursinya sembari menatap ke arah pintu.


Jenna melihat Erika keluar dari ruangan suaminya ia menatapnya.


" Minggir!!". Ujar Erika sembari mendorong Jenna. Tubuh Jenna bergeser, Jenna hanya bisa bernapas panjang melihat sikap Erika.


Erika sangat marah karena Jian masih saja bersikap dingin kepadanya.


"Sepertinya Ibu Jenna di pecat deh jadi sekertaris pak Jian, makanya sekarang bu Sella lagi cari sekertaris untuknya.


" Iya aku juga baru tau hari ini kalau buka lowongan lagi untuk sekertaris pak Jian, mungkin pak jian sadar kali bu Jenna bukan wanita baik-baik". Saut salah satu staf di kantor tersebut.


Mendengar para staf lagi ngomongin loker Erika diam sejenak sembari mendengarkan yang lainnya bicara.

__ADS_1


" Syukurlah pak Jian sadar karena bu Jenna tidak cocok sama pak Jian. Melihat Erika berdiri tidak jauh dari mereka semuanya langsung bubar. Erika lanjut keluar gedung.


Bersambung. Jika suka tolong bantu like dan komen terimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_2