Predator jatuh cinta

Predator jatuh cinta
Part. 15


__ADS_3

Jenna mendengar suara gelak tawanya Jian. Jenna langsung membelakangi Jian.


" Bapak tunggu saja di meja, nanti saya siapkan dulu sarapannya" .


" Oke". Jawab Jian sembari jalan ke arah meja makan. Jenna melihat Jian yang sedang jalan ke arah meja makan.


Kalau tidak ada hukum di dunia ini!, sudah aku pukul dia pake ini. Gumam Jenna sembari pegang ulekan. Tampa sepengatahuan Jenna Jian melihat Jenna dari pantulan cermin yang ada di rak kacanya.


Jian ingin tertawa melihat Jenna mengacungkan ulekan ke arahnya. Jian langsung duduk sambil melihat Jenna yang sedang masak di dapur.


Jenna sengaja membuat masakan yang super pedas..


" Pasti dia kapok setelah mencicipi makanan ini. Gumamnya sembari tersenyum jahat.


Jenna menghidangkan makanan di atas meja. Jian hanya tersenyum.


" Maaf ia pak, saya hanya masak makanan sederhana". Ujar Jenna sambil tersenyum terpaksa sembari meletakkan makanannya.


" Kamu mau kemana?". Tanya Jian melihat Jenna hendak pergi.


" Saya.". Belum selesai Jenna bicara Jian menarik tangan Jenna untuk duduk.


" Kita sarapan sama-sama". Jenna hanya tersenyum terpaksa dia pun menuruti perintah Jian. Jian melotot melihat cabe banyak di atas nasi goreng yang Jenna buat. Lalu ia melihat ke arah Jenna. Jenna membalas dengan senyuman kemenangan.


" Makan tuh cabe" Ujar Jenna dalam hatinya.


Kalau liat senyumnya seperti itu aku rela makan cabe sebanyak ini. Gumam Jian sambil membalas senyumannya. Jenna yang sadar langsung mengarahkan matanya ke arah lain.


" Ayo pak di makan ”.. Jian langsung menarik napasnya dan mulai memasukkan makanannya ke dalam mulut. Jenna menahan tawanya melihat wajah Jian mulai merah menahan pedasnya.


" Enak pak?". Jian hanya mengangguk, ia sudah tidak kuat dengan pedasnya. Jian hanya tersenyum tipis mulutnya seperti terbakar..


" Hu, hah". Jian hanya mengeluarkan suara seperti itu. Jenna tersenyum puas. Keringatnya mulai membasahi wajahnya yang tampan. Jian melonggarkan dasinya ia sudah tidak tahan lagi. Jian langsung memegangi perutnya.


" Kenapa pak?". Jian hanya geleng-geleng kepala, tidak lama Jian ambruk ke lantai.


” Bruk!!” Jenna langsung berhenti tertawa melihat Jian jatuh.


" Pak, anda kenapa?, jangan bercanda deh pak??". Awalnya Jenna pikir Jian bercanda, melihat Jian gak gerak Jenna langsung panik dan menggoyangkan tangan Jian. Jian benar-benar pingsan.


Jenna langsung berdiri ambil minyak kayu putih. Jenna meletakkan kayu putihnya di hidung Jian. Jian masih belum juga sadar.


” Ya tuhan, apa gara² makan pedas!". Jenna bicara sendiri. " Aduh gimana ini?". Jenna kalang kabut.


" Aku harus minta tolong siapa!". Jenna berpikir cari solusi. " Aku tau". Jenna langsung lari ke kamar ngambil ponselnya dan menghubungi ambulans.

__ADS_1


Sebelum ambulans datang, Jenna berusaha menyadarkan Jian, namun tidak ada hasilnya.


20 menit berlalu ambulans datang. Mendengar suara mobil ambulans. Jenna cepat-cepat keluar .


" Pak, cepat tolong atasan saya, beliau ada di dalam!". Ujar Jenna khawatir.


" Baik bu". Jian langsung di bawa ke mobil. Jenna ikut masuk masuk menemani Jian.


Melihat Jian tidak berdaya Jenna merasa bersalah, gara-gara ulahnya sampai membuat Jian lemas dan tidak sadarkan diri.


” Maaf pak, saya pikir bapak tidak akan seperti ini". Ujar Jenna lirih.


Jian langsung di bawa ke UGD. Jenna menunggunya di luar. Didalam ruangan dokter langsung memeriksanya.


" Dokter, saya tidak apa-apa". Dokternya melongo mendengar Jian bicara.


" Bukannya anda tadi pingsan?". Jian tersenyum ke arah dokter, ia bangun dan melihat ke arah kaca pintu.


" Sus tolong tutup gordennya". Susternya langsung menutupnya.


" Dokter, sebenarnya saya ingin tau seberapa cinta pacar saya kepada saya!, maknanya saya pura-pura pingsan seperti ini. Dan saya sekarang tau, kalau pacar saya mencintai saya". Mendengar penjelasan dari Jian dokternya hanya menghela napasnya.


" Dokter saya ingin dirawat dan saya ingin dokter membuat diagnosa saya sakit parah gara² makan cabe". Pinta Jian.


" Tapi pak, saya.” . Jian langsung memegangi tangan dokter.


Gila, bahkan gua sampai memohon gini agar bisa dekat dengan dia. Jian merasa dirinya sudah gila.


Dokter pun keluar. Jenna langsung menghampirinya.


" Gimana dokter, apakah beliau sudah sadar?".


" Beliau baru saja sadar, namun ia merasakan sakit di bagian perut sebelah kanan, oleh karena itu beliau harus di rawat bu, saya permisi". Jenna terkejut.


Tidak lama kemudian Jian di bawa ke ruang rawat inap VIP sama suster. Jenna mengikutinya dari belakang.


Jenna melongo melihat ruangan VIP di rumah sakit yang di tempati Jian begitu mewah. Di sana ada sofa dan juga telivisi, tempat tunggunya juga nyaman.


Setelah susternya keluar. Jenna langsung menghampiri Jian, ia berdiri tidak jauh darinya.


Kasian dia gara² aku kerjain malah masuk rumah sakit.. Jenna masih menatap Jian yang masih memejamkan matanya.


Jian membuka matanya. Jenna langsung mundur terkejut.


" Kamu. gara² kamu ne saya jadi sakit!”. Ujar Jian pura-pura. Jenna mendekat lagi.

__ADS_1


” Maaf pak, saya pikir bapak kuat, rupanya lembek". Jenna melotot lalu menutup mulutnya.


" Apa kamu bilang?”.


Jenna langsung tersenyum manis ke arah Jian.


" Bapak tenang saja, saya akan tanggung jawab ko pak, saya akan ngurusin anda sampai anda sembuh". Mendengar ucapan Jenna Jian merasa senang.


" Apa saya harus kasih tau pak Joni pak?"..


" Tidak perlu!, kalau papi tau saya masuk rumah sakit gara² kamu, habis kamu!". Jenna langsung melotot. Jian memegangi lehernya.


" Saya pengen minum, bisa bantu saya?”. Jenna langsung melirik ke arah samping, di sana ada air minum. Lalu Jenna ambil dan langsung memberikannya.


" Terimakasih".


Jenna lalu duduk di sofa yang empuk. Jian tersenyum senang bisa satu ruangan dengan Jenna.


Shaking nyamannya duduk di sofa, Jenna menguap terus.


Tidak lama Jenna pun tertidur pulas. Jian yang sedang asik main hp tersadar kalau Jenna tidak bergerak di sofa.


Apa dia tidur?. Jian bangun dan melihatnya. Benar saja Jenna terlelap tidur.


” Cantiknya ". Jian berdecak kagum melihat Jenna yang sedang tidur. Jian duduk di sampingnya. Jian mendekatkan wajahnya ke arah Jenna.


Tiba-tiba " Much". Jian mencium pipi Jenna diam-diam.. Hatinya begitu senang bisa mencium Jenna.


" I love you". Jian membisikkan kata-kata di kuping Jenna.


Hari menjelang sore. Jenna menggeliat dan melihat kesekelilingnya.


Jenna baru sadar ketika Jian sedang menatapnya.


Ngapain dia menatap ku seperti itu?. Gumam Jenna sembari membenarkan pakaiannya. Jenna menghampiri Jian.


" Maaf pak saya ketiduran!, apa bapak sudah makan?. Jian masih saja menatapnya.


Kenapa dia terus menatapku sih!. Jenna mulai kesal karena pertanyaannya di abaikan.


" I love you " Jenna melotot mendengar langsung Jian bilang cinta kepadanya.


" Bapak apa-apaan sih, ngerjain saya ya?". Jenna tersenyum terpaksa dan mengalihkan pandangannya.


Dasar mesum!!, bisa-bisanya tadi dia bilang cinta, dia pikir aku akan langsung menyambut cintanya apa.. sori ya mesum aku tidak tertarik. Gumam Jenna.

__ADS_1


******


Semoga suka.. tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗


__ADS_2