Predator jatuh cinta

Predator jatuh cinta
Part. 12


__ADS_3

Di perjalanan Jenna tidak bicara apa-apa ia hanya diam membisu. Jian memberhentikan mobilnya.


" Sudah sampai ayo turun!". Ujar Jian sambil buka pintu mobilnya. Jenna tercengang melihat tulisan di depan matanya.


" Klub!". Jenna langsung cepat-cepat turun. Jian yang hampir masuk segera di tariknya sama Jenna


" Pak, mau ngapain ke tempat seperti ini, ini haram pak!!". Jenna belum sadar kalau tangannya masih memegangi tangan Jian. Jian menatapnya tangan Jenna yang mencengkram tangannya.


Baru menyentuh tanganku saja, darahku mendidih Jen, aku sudah tidak sabar ingin membuat mu menjerit keenakan di bawah tubuhku.


Jian malah memperhatikan wajah Jenna dengan intens.


" Pak!, ko malah bengong sih??". Jian langsung sadar dari lamunannya.


" Jadi kamu belum pernah kesini?". Tanya Jian. Jenna menggelengkan kepalanya.


Jenna menarik tangan Jian untuk menjauh dari arah pintu klub. Menyadari tangannya memegangi tangan Jian Jenna langsung melepaskan tangannya.


" Maaf pak saya tidak sengaja ”. Jenna meminta maaf.


" Tidak masalah, saya malah senang". Jenna melongo mendengarnya.


Apa-apaan sih!!. Jenna melihat sosok Akbar yang baru turun dari mobil.


Jenna tertegun menatap Akbar yang baru keluar dari mobil mewah.


" Akbar" Jenna melangkahkan kakinya hendak menghampiri Akbar. Namun langkahnya terhenti ketik Akbar membukakan pintu satunya. Dan Keluar sosok wanita cantik. Mereka terlihat bahagia dan mesra.


Jenna berdiri kaku melihat Akbar bermesraan di hadapan matanya.


Baguslah dia melihatnya sekarang. Batin Jian.


Jenna menahan sekuat tenaga air matanya agar tidak jatuh. Jenna langsung menghampiri Jian.


" Pak saya ingin pulang" Ujarnya lirih. Melihat Jenna berlinang air mata Jian langsung kesal.


" Masa cuma gara² pria seperti dia nangis, sayang air matanya!". Jenna menatap Jian.


" Saya mohon pak, saya mau pulang ". Pinta Jenna. Jian mengangguk, ia tidak tega melihat Jenna mau menangis seperti itu. Jenna langsung masuk dan duduk diam sambil berpikir.


Jian mengirim pesan sama sahabatnya Baim. Jian menatap Jenna yang tatapannya kosong.


Jian mengajak Jenna ke sebuah tempat yang terbilang sepi. Jenna yang sadar segera menghapus air matanya yang mulai membasahi pipinya.


" Kita dimana pak?". Tanya Jenna sembari keluar dari mobilnya. Malam mulai larut makanya jalanan mulai sepi.

__ADS_1


" Dari pada kamu nangis, mending kamu teriak, keluarkan unek-unek nya dan kamu akan merasa lega". Jenna langsung menatap ke arah Jian.


Aku pikir pria mesum ini akan berbuat yang tidak baik kepadaku, aku salah paham kepadanya.


Jenna segera melaksanakan yang Jian suruh. Ia teriak-teriak seperti orang gila. Apa yang di katakan Jian benar.


Jenna merasa plong dan hatinya sedikit lega. Jian tersenyum di belakang Jenna.


Mereka berdiri di tempat yang sama dan berbagi cerita. Jian jadi pendengar yang baik, Jenna menceritakan awal mulai ketemu Akbar dan menjalin hubungan. Jian menahan sekuat tenaga agar tidak cemburu. Mu gimana lagi itu memang kenyataannya kalau Jenna memiliki pacar sebelum bertemu dengannya.


Hari mulai dingin,. Jenna memeluk tubuhnya dengan ke-dua tangan. Jian melepaskan mantelnya lalu memberikannya kepada Jenna.


" Ayo kita ke mobil, cuaca mulai dingin". Ajak Jian. Jenna tertegun melihat sikap Jian yang baik kepadanya.


" Terimakasih ya pak, berkat bapak beban di hati saya sedikit berkurang".


Jian hanya mengangguk sambil pokus mengemudi. Jenna ketiduran di mobil sedangkan sebentar lagi mau sampai di rumahnya.


Jenna tertidur pulas setelah menangis. Jian tidak tega membangunkannya. Ia memilih menyalahkan terus mobilnya dan diapun ikut tidur di sampingnya.


Keesokannya.


Jenna terbangun dan posisi kepalanya ada di bahu Jian. Jenna melotot melihat dirinya masih di dalam mobil. Jenna langsung bangun dan memeriksa pakaiannya. Ia bisa bernapas lega setelah tau pakaian masih sama seperti semalam.


" Syukurlah. aku pikir dia!. Jenna melihat Jian yang sedang tertidur pulas.


" Maaf pak, gara² saya ketiduran jadi kita tidur di mobil.


" Tidak masalah, saya senang malah bisa tidur bareng kamu!". Jenna tercengang mendengarnya. Jenna langsung membuka pintunya cepat-cepat.


Dasar mesum!!. Gumam Jenna kesal sembari menatap ke arah Jian.


Jian langsung melajukan mobilnya pergi. Jenna melangkahkan kakinya masuk namun ia mengingat sesuatu.


" Ko dia tau rumahku di sini?". Jenna merasa bingung sambil berpikir.


Di mobil Jian senyum-senyum sendiri sembari membayangkan wajah Jenna tadi. Jenna melihat ke arah mobil Jian yang hampir menghilang.


Jenna mengingat lagi kejadian semalam yang membuat hatinya jadi sedih lagi.


" Gak boleh, aku gak boleh nangis cuma gara-gara liat Akbar bermesraan dengan perempuan lain, belum tentu mereka memiliki hubungan!".


Mengingat sesuatu yang di minta Jian. Jenna menyibukkan diri di dapur membuat makanan untuk di bawahnya ke kantor.


Sebelum ke kantor Jenna menyempatkan ke apartemen Akbar. Jenna manarik nafasnya lalu menekan tombol bel.

__ADS_1


Tidak ada yang membuka pintunya. Jenna beberapa kali menekan bel.


Sepertinya Akbar tidak pulang lagi. Gumam Jenna sedih . Jenna melangkahkan kakinya ke arah lift.. Lift terbuka lebar, Akbar dan Erika baru saja keluar dari lift yang Jenna tunggu. Mereka tidak melihat Jenna yang sedang berdiri.


Akbar merangkul Erika dengan mesra di depan matanya langsung. Mata Jenna mulai berkaca-kaca.


” Akbar ". Panggilnya lirih. Akbar berhenti sambil berpikir. Erika melihat ke arah Akbar.


" Ayo sayang, kamu liat apa sih?" Ujar Erika sambil menarik tangan Akbar. Akbar diam membisu, benar saja Jenna sedang mematung memandangi dirinya.


Erika langsung mengajak Akbar pergi ke arah apartemennya. Jenna menangis melihat Akbar dan Erika untuk keduakalinya.


Maafkan aku Jen. Gumam Akbar merasa bersalah sama Jenna. Akbar tersenyum ke arah Erika lalu mereka pergi begitu saja.


Jenna mempercepat langkah kakinya. " Akbar tunggu!". Jenna terus lari mengejar Akbar.


" Sayang kamu masuk duluan, aku ada urusan sama mantan aku". Ujar Akbar kepada Erika. Langkah Jenna mulai pelan mendengar kata sebutan mantan untuk dirinya.


" Oke, jangan lama ya, aku udah gak tahan". Jawab Erika sambil mengecup bibir Akbar di depan Jenna. Erika menatap ke arah Jenna dengan tatapan sinis, lalu ia pergi.


Jenna merasa marah hatinya hancur melihat Akbar terang-terangan menunjukkan kemesraan di depan matanya. Akbar menghela napasnya sambil jalan ke arah Jenna.


" Plak!!" Tamparan keras di pipi Akbar. Akbar memegangi wajahnya yang baru saja di tampar Jenna.


" Ayo lagi, tampar, kalau kamu belum puas!". Ujar Akbar sambil menatap mata Jenna. Jenna menutup mulutnya menahan suara tangisnya. Ia sebenernya tidak tega harus menampar Akbar.


” Maaf Jen aku udah ambil keputusan, sepertinya hubungan kita cukup sampai disini dan semoga kamu bahagia tampa aku!". Jenna mendongak menatap Akbar.


" Tidak Bar, aku tidak mau, kamu melakukan ini cuma karena kamu lagi marah kan sama aku?". Jenna memegangi tangan Akbar sambil menatap wajahnya dari jarak dekat.


" Tidak Jen”. Akbar melepaskan tangan Jenna. " Maaf, hubungan kita sudah tidak sehat, sebaiknya kita jalani hidup kita masing-masing ”. Jenna menggelengkan kepalanya, ia tidak mau Akbar meninggalkan dirinya.


" Selamat tinggal Jenna, jaga diri kamu baik-baik" Ujar Akbar lirih. Akbar juga menahan sedihnya, ia juga sedih harus pisah dengan Jenna.


" Bar, aku mau resign dari kantor, itu kan yang kamu mau, aku akan lakukan apapun agar kita kembali seperti dulu". Ujar Jenna. Akbar diam mendengarnya.


Terlambat Jen, aku sudah tidak butuh itu lagi. Gumam Akbar seraya menatap Jenna yang sudah menangis.


" Maaf Jen, aku udah gak butuh itu, aku sekarang mencintai wanita lain, bukan kamu lagi". Hati Jenna makin sakit mendengarnya. Akbar langsung pergi begitu saja.


Jenna langsung ambruk di lantai dan menangis. Jenna merasa menyesal sudah mengabaikan permintaan Akbar untuk resign dari kantor.


Tiba-tiba ada yang menarik tangan Jenna. Jenna terkejut melihatnya.


*****

__ADS_1


Semoga suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗


__ADS_2