Predator jatuh cinta

Predator jatuh cinta
Part. 14


__ADS_3

Kantor mulai sepi, semua staf sebagai sudah pulang. Jenna memilih untuk lembur di kantor. Padahal tidak ada pekerjaan yang harus di lembur kan.


Jenna masih teringat dengan Akbar yang sudah menyakiti hatinya. Jenna membuka ponselnya, melihat kenangannya bersama Akbar yang masih ada di brandanya. Mata Jenna mulai berkaca-kaca.


"Kamu tau, aku bahkan ingin sekali bangun dari mimpi buruk ini. Ujarnya lirih sambil melihat foto mereka berdua. Jenna terus menarik napasnya agar beban hatinya berkurang. Jenna membuka sosial media punya Akbar.


Jenna melihat foto-foto nya sudah tidak ada lagi di brandanya Akbar. Jenna tidak kuat lagi air matanya langsung jatuh membasahi pipinya.


"Bahkan dia bisa melupakan aku secepat itu. Jenna menutup mulutnya, ia ingin sekali teriak.


Sedangkan di ruangan berbeda Jian yang sedari tadi hanya bisa memperhatikan Jenna dari ruangannya yang hanya terhalang oleh kaca.


Cukup lama Jenna duduk termenung di kursinya. Tidak lama kemudian Jenna keluar dari ruangan dengan mata sembab. Jian pura-pura keluar juga. Mendengar suara pintu terbuka Jenna menoleh ke arah Jian lalu menghampirinya.


" Bapak baru pulang juga?, saya pikir bapak sudah pulang dari tadi sore!". Jian memasang wajah cool di depan Jenna.


" Kamu sendiri?". Tanya balik Jian.


" Saya lembur pak, kebetulan ada pekerjaan saya yang harus di selesaikan hari ini".


Siapa yang berani menyuruh dia lembur. Gumam Jian sambil berpikir.


" Yakin kamu?". Tanya Jian serius. Jenna terdiam ia tidak berani menjawabnya.


Mereka turun ke parkiran sama-sama. Jian mengirim pesan sama pak Ardi sambil jalan.


” Pak saya duluan". Ujar Jenna langsung pamit. Jenna memakai mobilnya sendiri.


Tampa sepengatahuan Jenna, Jian mengikutinya dari belakang. Jenna sampai di rumahnya.. Melihat Jenna sudah aman Jian langsung melanjutkan perjalanannya.


Jian tidak langsung ke apartemennya, dia menemui sahabatnya di klub.


Sebelum turun dari mobil Jian membuka jasnya, lalu meletakan di samping tempat duduknya. Jian masih mengunakan kemeja kerjanya. Lalu ia masuk, seperti biasa para gadis yang sedang menunggunya antusias menyambutnya.


Jian tidak langsung duduk di ruangan para gadis yang sedang kumpul, ia hanya tersenyum lalu masuk ke ruangan VIP.


" Hai Bro?". Sapa Baim sembari mengacungkan gelas di tangannya. Jian langsung duduk di samping Baim dan meletakkan kunci mobilnya dan juga handphonenya di meja.


" Rencana mu berhasil IM, dia putus akhirnya". Baim senang mendengarnya.


" Kita harus merayakan ini Jian Rajendra" Kata Baim sangat antusias. Jian mengangguk sembari ngambil gelas lalu mengisinya dengan minuman alkohol.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, seseorang menghampiri mereka.


" Sayang". Panggilnya lirih. Erika langsung duduk di pangkuan Jian dan tangannya ia lingkari ke lehernya. Mencubit hidungnya lalu berkata.


" Aku kangen, ingin bercinta sama kamu". Dengan nada manja Erika berkata.


Erika tidak ada rasa malunya sama baim, tangannya pun tidak bisa diam.


Erika menyentuh bibir Jian lalu tangannya pindah ke bawah dan memegangi milik Jian. Jian biasanya langsung mendidih ketika ada perempuan yang menggodanya namun kali ini ia merasa tidak nyaman.


Baim hanya melihatnya, ia udah biasa melihat Jian sering melakukan itu dengan banyak wanita.


" Erika!, bisa turun tidak dari paha saya, kamu berat!". Ujar Jian. Erika mengerutkan keningnya.


" Perasan berat badan ku tidak naik, memangnya berat ya sayang". Erika lalu bergeser ke samping Jian, namun tangannya tetap ia letakkan di miliknya Jian.


Adik Jian sudah berdiri tegak. Erika tersenyum rencananya berhasil.


Aku yakin sebentar lagi kamu akan memintanya dan melakukannya sama aku malam ini. Aku ingin kamu menghamili aku Jian Rajendra. Gumam Erika.


Jian yang tidak kuat, ia langsung menarik Erika ke pangkuannya Tampa pikir panjang Jian langsung menciumnya dengan rakus.


Jian langsung membuka kancing kemejanya satu-persatu . Lama kelamaan Jian sudah tidak kuat lagi. Dia membuka resleting celananya hendak membuka pakai Erika. Tiba-tiba wajah Jenna terbayang di benaknya. Jian langsung menarik kembali celananya dan langsung pergi ke toilet buru-buru.


Erika yang terkejut langsung bangun dan menyusulnya ke toilet. Baim ngakak melihatnya.


Erika mencoba membuka pintunya namun pintunya di kunci dari dalam.


" Sayang, buka donk pintunya. Erika berteriak dari luar agar pintunya di buka dari dalam. Jian tidak membuka pintunya.


Dia itu kenapa sih, biasanya dia langsung melahap aku. Gumam Erika .


Erika masih menunggunya di depan pintu toilet, dia bahkan belum membenarkan pakaiannya yang hampir memperlihatkan lekuk tubuhnya.


30 menit berlalu. Jian keluar dari kamar mandi melihat Erika masih menunggunya.


" Sayang kamu ngapain sih lama di kamar mandi?".


" Bukan urusan mu?”. Jian langsung melewati Erika begitu saja. Erika langsung kesal karena Jian bicara ketus kepadanya. Erika terus mengikuti Jian.


" Stop!!, kamu jangan mendekat. Saya tidak mau kamu menggoda saya lagi!". Erika tertegun mendengarnya. Dengan marah Erika meraih tasnya lalu keluar dari ruangan VIP.

__ADS_1


" Sialan, gagal kam rencana ku!" Erika langsung membanting pintunya. Baim hanya tersenyum tipis mendengarnya.


Jian menyenderkan kepalanya di sofa. Lalu ia memejamkan matanya sembari membayangkan wajah Jenna.


" Sepertinya kamu benar-benar mencintainya, bahkan kamu sudah berubah Ian!'. Ujar Baim. Jian membuka matanya lalu ia duduk tegak.


" Entahlah,. aku juga bingung, baru kali ini aku sangat menyukai wanita.


Malam semakin larut. Jian memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang Jian menghampiri pengelolaan klub. Jian tidak ingin lagi dirinya jadi lelangan para gadis lagi. Jian memundurkan diri.


Baim makin yakin sama cintanya Jian yang suguh². Baim mendukung semua keputusan Jian. Mereka lalu keluar klub sama-sama.


Di jalan Jian senyum-senyum sendiri sembari membayangkan Jenna yang menurutnya sangat lucu.


Keesokannya.


Jenna yang sedang asik masak di dapur mendengar suara ketukan pintu, langsung melihatnya. Jenna melotot melihat Jian ada di depan pintu..


Jian menatap Jenna yang mengunakan celemek dan rambutnya di ikat asal. Jian tersenyum melihatnya.


" Ada yang bisa saya bantu pak?". Tanya Jenna heran.


" Kamu lagi masak ya?, kebetulan sekali aku lapar ne, belum sarapan?". Jian main masuk aja ke dalam lalu pergi ke dapur. Jenna segera mengikutinya ke dalam dapur.


" Bapak mau ngapain?". Jenna langsung menghalangi Jian. Jarak mereka sangat dekat. Jian mencium aroma rambutnya. Jantungnya langsung berdetak kencang.


Menyadari dirinya sangat dekat Jenna memundurkan tubuhnya menjauhi Jian. Jenna tidak sadar kalau tubuhnya hampir mengenai kompor.


" Awas!". Jian menarik tangan Jenna dan tubuh mereka nempel seperti berpelukan. Jenna melotot dan langsung menatap Jian. Jian senengnya bukan main bisa sedekat itu dengan Jenna.


Ingin sekali aku gigit bibirnya. Namun Jian takut Jenna membencinya. Melihat tatapan mesum Jian. Jenna langsung membuang wajahnya.


" Bapak, bisa tidak lepaskan saya!". Jian masih memegangi pinggang Jenna.


Jenna mencubit tangan Jian. " How sakit!". Jian langsung memegangi tangannya.


Rasain, dasar mesum!!. Gumam Jenna kesal. Jian menatap Jenna yang sedang komat kamit memaki dirinya. Jian pun tersenyum tipis melihat Jenna yang kesal.


*****


Semoga suka, tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2