Predator jatuh cinta

Predator jatuh cinta
Part. 18


__ADS_3

Jenna melihat dari kaca spion, Jian ada di belakang persis mobilnya. Jenna hanya bisa menghela nafasnya.


Jenna terus melajukan mobilnya. Dia tidak melihat lagi ke arah kaca spion.


Sesampainya di rumah. Jenna melihat ke arah belakang namun di belakang Jena tidak melihat lagi mobil Jian. Jenna menuruni semua barang-barangnya sendiri dan memasukkannya ke dalam rumah.


Setelah melihat Jenna aman Jian langsung pulang ke apartemennya.


Tidak disangka-sangka seseorang sudah menunggu Jenna di teras rumahnya. Jenna menghampiri orang tersebut.


" Ibu apa kabar. Ujar Jenna sambil mencium tangannnya.


" Kabar ibu baik nak, kamu gimana kabarnya?. Di mana Akbar nggak pergi sama kamu?. Tanya Ibunya Akbar.


Jenna terdiam sebentar ia memikirkan gimana cara menjawab pertanyaan si Ibu. Jenna mengalihkan pembicaraannya lalu mengajak Ibu untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Ibu mau minum apa teh atau air putih?.. Tanya Jena.


”Kamu nggak usah repot-repot nak ibu ke sini hanya ingin bertemu dengan Akbar. Dia sudah lama tidak angkat telepon dari ibu atau balas chat dari ibu. Jenna terkejut mendengarnya.


Jenna terdiam kaku, ia sendiri tidak tahu Akbar di mana, Jenna bingung menjawab pertanyaan ibunya Akbar.


" Lebih Baik Ibu istirahat dulu aja nanti saya kabarin Akbar kalau ibu datang ke sini ya, yuk ikut sama Jenna ke kamar. Ajak Jenna.


Setelah ibunya istirahat di kamarnya.. Jenna langsung mengambil hp di tasnya, ia menghubungi Akbar namun hanya operator yang menjawab teleponnya.


Nomor Akbar sudah tidak aktif lagi. Jenna mencobanya lagi siapa tau kali ini nyambung.


Lagi-lagi operator yang menjawabnya..


Jena menaruh hp-nya di meja, lalu ya pergi ke dapur mengambilkan minum untuk ibunya Akbar.


Jenna pergi ke kamar. Melihat wajah ibunya Akbar seperti bingung dan cemas, Jenna mendekati ibunya Akbar lalu duduk di sampingnya.


" Bu diminum dulu minumanya, Ibu istirahat dulu ya setelah hp-nya Akbar aktif nanti saya suruh Akbar kemari". Ujar Jenna menenangkan nya.


" Oh ya nak ibu lupa tidak ngabarin Rere kalau Ibu pergi ke sini, kalau ibu bilang dulu pasti Rere cegah ibu datang ke sini makanya Ibu tidak bilang ke Rere kalau mau ke sini.

__ADS_1


"Nanti Jena telepon Rere ya Bu ngabarin Rere kalau ibu ada di sini, sebaiknya Ibu istirahat dulu, Ibu udah makan belum?".


"Sejak Akbar tidak ngabarin Ibu selera makan ibu jadi berkurang nak ibu ingin sekali mendengar suaranya Akbar".. Ujarnya lirih. Jenna merasa sedih mendengarnya.


Melihat kesedihan ibu Akbar hati Jenna merasa sakit. Jenna bertekad untuk menemui Akbar di apartemennya malam ini.


Setelah ibu Akbar tertidur. Jenna langsung bersiap untuk pergi menemui Akbar di apartemennya. Jenna melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Jalanan sudah mulai sepi.


Sebelum masuk ke apartemen Akbar Jenna tertegun di depan mobilnya sambil melihat ke arah gedung di mana letak kamar Akbar berada.


Tidak terasa air mata Jenna jatuh di pipinya. Ia kangen dengan sosok Akbar yang sangat dicintainya.


Hati Jenna merasa sakit ketika mengingat Akbar sudah memiliki tambatan hatinya.


Sebelum melangkahkan kakinya Jenna menarik nafasnya, ia menghembuskan nafas kasarnya lalu mulai jalan ke arah kamar Akbar sembari menghapus air matanya.


Jena mulai menekan bel apartemen Akbar. belum ada yang buka juga. Jena mencobanya lagi menekan bel nya.


Mungkin Akbar tidak ada di kamarnya atau dia belum pulang. ucapnya dalam hati.


Ternyata bukan Akbar yang bukakan pintunya.. Namun Erika yang setengah telanjang dan hanya menggunakan handuk di tubuhnya.


" Kamu cari siapa?!". Tanya Erika dengan nanda jutek.


”Saya mencari Akbar apa dia di dalam?".


" Ngapin kamu cari pacar saya?". Tanya Erika kembali. Jenna sebenarnya malas menjawabnya.


Keluar sosok Akbar dari dalam apartmen. " Siapa sih yang bertemu malam-malam begini sayang" kata Akbar kepada Erika.


Akbar terkejut melihat Jenna ada di depan matanya, Erika menatap balik Akbar. Akbar hanya menggunakan celana pendek tampa memakai atasannya.


" Maaf saya sudah mengganggu kalian tapi saya ke sini cuman ingin kasih tahu kamu Akbar kalau ibu kamu ada di rumah aku dia khawatir sama kamu karena kamu tidak ngabarin beliau. Kata Jenna.


” Kamu pikir saya percaya sama kamu, pasti kamu bohong kan itu cuma karanga kamu saja ingin ketemu sama pacar aku. Ucap Erika.


Akbar mendengarnya langsung diam, akhir-akhir ini dia memang selalu menolak telepon dari ibunya, bahkan tidak balas pesannya.

__ADS_1


Erika menatap Akbar dengan tatapan membunuh. Akbar langsung menundukan kepalanya.. ia tidak menjawab sepatah kata pun kepada jena.


Bahkan segitu takutnya kamu sama pacar kamu bar. Sekarang pun kamu tidak peduli sama ibu kamu sendiri . Gumam Jenna.


Jenna merasa sedih melihat perubahan Akbar beda dengan Akbar yang dulu. Akbar yang dulu selalu menyempatkan untuk menghubungi ibunya, sesibuk apapun Akbar selalu balas pesannya.


Melihat Akbar hanya diam membisu. Jenna menarik nafasnya.


”Saya ke sini cuman untuk menyampaikan itu saja kok, beliau tidak napsu makan sebelum mendapatkan kabar dari kamu, dan saya harap kamu mau menemuinya. Saya permisi". Jenna langsung pamit pergi.


Akbar ingin sekali mengejarJenna, namun tangannya di pegangin Erika.


" Kalau kamu pergi mengejar dia dan kamu menemui ibu kamu kita selesai sampai di sini paham kamu!. Ucap Erika sembari masuk ke dalam.


Akbar menutup pintu apartemennya. Saat ini ia sedang bingung dan galau harus memilih salah satunya. Kalau dia menemui ibunya tandanya dia harus melepaskan Arika.


Di mobil Jenna menangis sambil pokus mengemudi. Hatinya hancur melihat sikap Akbar yang dingin kepadanya bahkan sudah tidak peduli lagi kepada orang tuanya.


”Kamu dengan cepat bisa melupakan aku seperti ini bar, aku saja masih berharap kamu kembali. Ujarnya lirih.


Sampai di rumahnya Jana merasa bingung dia harus jawab apa kalau ibunya nanti bertanya soal Akbar lagi.


Ibunya pasti menanti kedatangan putranya untuk datang. Jenna menarik nafasnya lalu masuk ke rumah dia harus mempersiapkan jawabannya untuk besok. Harapan Jenna cuman satu Akbar datang menemui ibunya.


Keesokannya.


Pagi² Jenna bangun, hidungnya mencium bau masakan. Jenna bergegas pergi ke dapur melihat ibunya Akbar sedang memasak.


” Ibu ngapain repot-repot masak biar Jenna aja yang masak bu". Ujar Jenna dengan suara kas bangun tidur.


” Nggak papa nak ibu senang kok masak apalagi kan Akbar mau dateng nemuin ibu, ibu ingin sekali makan bareng dengannya dan juga kamu Nak. Ujarnya.


Jenna diam membisu melihat wajah ibunya saja membuat Jenna sedih.


" Aku berharap Akbar menemui ibu". GumamJenna sambil menatap ibu Akbar.


Semoga suka. tolong bantu like dan vote terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2