Predator jatuh cinta

Predator jatuh cinta
Part. 33


__ADS_3

Setelah makan mereka langsung berbincang-bincang di ruang tengah. Jenna merasa hangat di tengah-tengah keluarga barunya. Jenn menatap suaminya yang sedang bercanda dengan papanya merasa senang.


Hari menjelang siang. Jian ngajak Jenna untuk keliling dan menceritakan tentang dirinya.


Jenna jadi pendengar yang baik. Ia hanya mendengarkan cerita Jian tampa memotongnya.


” Apa kamu ingin bermalam di sini?.". Tanya Jian mengejutkan Jenna. Jenna langsung berkeringat dingin mendengar kata-kata itu.


" Apa saya semenakutkan itu?". Jenna langsung bersikap seperti biasa lagi.


" Tidak pak, mungkin saya tadi melamun". Jawab Jenna gugup.


" Ayo kita kebawah" Ajak Jian sambil jalan duluan. Di susul Jenna dari belakang.


Jian dan Jenna pamit, ia memutuskan untuk pulang kerumahnya.


Di jalan Jenna tidak banyak bicara ia hanya diam membisu melihat ke arah depan dengan tatapan kosong.


Jian menyadari kegelisahan istrinya yang takut menghadapi malam pertamanya.

__ADS_1


Sampai di rumah mereka masuk sama-sama ke dalam. Jenna makin gemetar ia merasa takut Jian akan memaksanya untuk melayaninya malam ini.


" Anda mau kemana pa?." Tanya Jenna melihat Jian jalan ke arah kamarnya.


"Saya mau istrhat di kamar saya". Jawab Jian santai sambil jalan ke arah kamar sebelah.


Jenna bernapas lega karena Jian masuk ke kamar yang ada di sampingnya.


" Syukurlah" Jenna pun masuk ke kamarnya. Di dalam kamar Jian merasa bodoh karena ia tidak berani mengajak istrinya untuk tidur bareng.


" Sial!, baru kali ini ada perempuan yang takut dengan wajah ini". Hardiknya sambil bercermin. Jian merasa prustasi menahan hasratnya yang menggebu-gebu.


Malam pertamanya mereka lewati dengan tidur terpisah. Jian tidak bisa tidur ia hanya mondar-mandir di kamarnya. Sedangkan Jenna ia terlelap tidur.


Jenna tersadar ketika melihat Jian yang sedang jalan ke arahnya keluar dari dapur. Jenna terdiam kaku seperti patung memandangi suaminya yang tersenyum manis ke arahnya.


" Pagi istriku yang cantik". Sapa Jian sembari tersenyum lebar. Jian lagi-lagi hanya melewatinya saja tampa menyentuhnya.


Jenna yang sedari sudah ketakutan dan sudah siap-siap memejamkan mata terkejut karena dirinya tidak di apa-apain sama Jian.

__ADS_1


Jenna merasa lega dan senang karena Jian tidak agresif seperti yang perna ia lihat sebelumnya.


" Pak, bapak mau sarapan apa?". Tanya Jenna sembari berbalik ke arah Jian yang hendak masuk ke kamarnya.


" Saya sudah sarapan" Jawab Jian sambil melihatkan gelas ditangannya.


" Oh, oke pak" Jenna langsung segera pergi ke dapur dengan secepat kilat. Jian hanya tersenyum sembari menutup pintu kamarnya.


Jian membuat lingkaran di kalender selama 32 hari.." Jika dalam 32 hari ini dia tidak mencintaiku maka aku akan....” Ujarnya sembari menyeringai.


Selesai sarapan Jenna menuggu Jian keluar dari kamarnya, Ia tidak berani mengetuk pintunya apa lagi memanggilnya.


Terdengar suara pintu kebuka, Jenna cepet-cepet berdiri. Jian dengan setelan rapinya keluar dengan cool. Jian sengaja agar Jenna tertarik kedepannya dan memujinya tampan. Namun alih-alih Jenna memujinya malah Jenna cuek kepadanya membuat moodnya hilang.


Jian merasa gagal hari ini karena Jenna tidak memujinya. Di dalam mobil Jenna meliriknya sebentar hatinya merasa kagum melihat Jian berpenampilan rapi dan wangi pagi ini apa lagi gaya rambutnya di rubahnya. Namun ia hanya bisa memendamnya dalam hati.


" Oiya pak, apa bapak sudah menemukan sekertaris baru untuk bapak?". Mendengar sekertaris Jian makin kesal karena Jenna malah menanyakan hal itu.


" Kamu saja yang carikan, saya pasti setuju". Jawab Jian masih kesal.

__ADS_1


"Baik pak kalau begitu". Jian tambah kesal lagi dengan jawaban Jenna..


Bersambung jika suka tolong batu like dan vote. Terimalah 🙏🙏


__ADS_2