Predator jatuh cinta

Predator jatuh cinta
Part. 22


__ADS_3

Di hotel.


Akbar mencari keberadaan Erika di mana-mana. Ia mengecek di balkon di kamar mandi namun Erika tidak ada disana.


Akbar meraih handphonenya lalu ia menghubungi Erika. Tersambung namun Erika tidak mengangkat telepon darinya.


Akbar makin bingung dengan sikap Erika yang berubah dalam satu hari. Iya berusaha menghubungi Erika beberapa kali namun teleponnya tidak diangkat juga. Akbar segera mengirimkan pesan kepada Erika iya berharap Erika membalas pesan darinya.


Kamu di mana sih Yang aku khawatir sama kamu baca pesan aku. Tolong bales kamu di mana Aku sangat khawatir sama kamu. Isi pesan dari Akbar untuk Erika.


Jam menunjukkan pukul 02.00 malam. Erika belum juga kembali. Akbar tidak bisa tidur Iya mondar-mandir di kamar hotel sembari mengecek ponselnya berharap Erika membalasnya.


Tidak lama kemudian suara pintu kebuka. Akbar bergegas melihatnya. Iya bisa bernapas lega melihat Erika yang datang.


Akbar segera menghampiri Erika lalu ia mengambil tas di tangan Erika lalu menaruhnya. Akbar berjongkok sembari menatap Erika yang terlihat kalut.


” Kamu ke mana aja sayang aku sangat khawatir sama kamu, kamu tidak angkat telepon aku ataupun balas pesan dari aku”.


Erika malah menghindari Akbar dia langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi dan mengganti pakaian. Setelah itu dia tidur membelakangi Akbar tanpa bicara sepatah kata pun.


Akbar memilih untuk diam tidak mengganggu Erika. Dia pun ikut tertidur di samping Erika.


Keesokannya.


Seperti biasa kalau Akbar bangun tidur ia selalu memeluk Erika namun ia raba-raba tempat tidurnya kosong tidak ada Erika di sampingnya.


Akbar segera bangun lalu mengeceknya di kamar mandi kosong. Pergi ke balkon Erika tidak ada di sana. Akbar menggaruk kepalanya merasa bingung dengan sikap Erika.


Di tempat lain.


Jian merasa pagi hari ini cerah dan indah. Jian sangat bersemangat apa lagi mau menemui kekasihnya Jenna.


Keluar dari apartemen Jian tidak henti-hentinya bersiul. Bahkan penjaga apartemennya pun merasa heran melihat Jian sangat berbeda pagi itu. Ia menyapa resepsionis dan juga penjaga apartemen. Hal yang tidak pernah Jian lakukan sebelumnya.


Jian mengendarai mobilnya seperti biasa. Namun tanpa Jian sadari seseorang sudah mengikutinya dari belakang.


Sampai di rumah Jenna. Jian buru-buru turun lalu mengetuk pintunya. Pintunya terbuka Jenna memasang wajah kesal.


”Pagi pacar gimana hari ini apa kamu senang?.. Sapa Jian.


Jenna hanya tersenyum kecut sembari membukakan pintunya dengan lebar.


" Bapak mau apa pagi-pagi ke rumah saya!”. Tanya Jenna.

__ADS_1


” Saya ke sini ingin sarapan bareng dengan pacar saya. Jawab Jian sembari tersenyum manis. Tampa di persilahkan masuk Jian langsung masuk ke dalam.


Apa ini saatnya aku bicara jujur soal perasaan aku. Gumam Jenna.


”Saya tidak masak hari ini pak, karena saya hanya sendiri jadi lebih baik anda sarapan di luar saja”. Ujar Jenna.


”Tapi saya tidak akan pergi sebelum kamu membuat sarapan dan kita sarapan bareng. Mendengar keras kepalanya Jian. Jenna bergegas pergi ke dapur lalu menghangatkan masakan yang dibelinya semalam.


Dasar beton keras kepala banget ne orang!. Jenna terpaksa menyuguhkan makanan di meja dari pada Jian tidak pergi dari rumahnya.


”Kenapa kamu masih berdiri di situ Ayo sarapan bareng aku kan ingin sarapan sama kamu. Ujar Jian sembari menarik kursi untuk Jenna duduk.


” Saya kan bukan pacar bapak, dan stop panggil saya pacar!. Jenna memberanikan diri bicara lantang seperti itu kepada Jian.


” Tapi kan kita pernah ciuman bahkan dua kali kalau bukan pacar apa itu namanya.


Jian tidak sakit hati mendengar Jenna menyuruhnya untuk tidak panggil pacar. Jian malah senang menggoda Jenna seperti itu.


Jenna menghentakkan kakinya langsung pergi ke dapur ambil piring lalu mereka makan bareng.


Sekuat apapun kamu membentengi hati kamu Aku akan berusaha menghancurkannya Jen. aku akan tetap maju untuk mendapatkan cinta kamu. Gumam Jian dalam hati.


Apa yang dia benci aku harus melakukannya agar dia menjauhiku selamanya. Gumam Jenna.


Melihat ke arah meja makan Jenna mendengus kesal karena Jian masih tetap duduk di sana. Jenna segera menghampiri Jian lalu ia berkata .


” Kata bapak selesai makan mau pergi lalu kenapa masih disini?".


Jian melihat jam di pergelangan tangannya. Bukannya jawab pertanyaan Jenna ia malah pura-pura tidak mendengar.


Jenna mendekatkan wajahnya hendak bicara di kuping Jian, namun Jian berbalik dan bibirnya menyentuh bibir Jenna.


Jenna melotot tidak percaya sedangkan Jian malah senang dan tersenyum lebar.


Jenna segera memundurkan tubuhnya lalu mengelap bibirnya pakai tangan


” Bapak!!". Teriak Jenna.


" Iya ?" . Jawab Jian langsung.


” Tolong bapak keluar dari rumah saya!!, kalau tidak saya akan teriak agar semua tetangga keluar dan mengusir bapak dari sini!!. Ujar Jenna sambil menunjuk ke arah luar.


" Coba aja teriak saya tinggal jawab gini, nikahan saja kami gampang kan!". Mendengar jawaban Jian Jenna makin kesel.

__ADS_1


Jian tertawa di hatinya Iya begitu sangat menikmati ketika Jenna memarahinya. Seperti anak kecil yang dimarahin oleh ibunya.


Saya bahkan belum pernah di usir oleh wanita dan saya tidak perna di marahin seperti dia memarahi saya.


Jenna segera masuk ke kamar lalu menutup pintunya.


Jenna menarik nafas panjangnya lalu ia keluarkan dengan kasar..


" Dasar mesum!!.. Teriaknya.


Jian masih saja santai di rumah Jenna. Seperti rumahnya sendiri. Iya menyalakan tv dan memakan cemilan di meja. Kebetulan hari itu libur Jadi mereka tidak ngantor.


” Pacar keluarlah kalau kamu tidak keluar saya akan masuk ke kamar kamu" Teriak Jian dari balik pintu.


Jenna sedang tiduran di ranjang mendengar Jian berkata seperti itu dia langsung panas lalu ia bergegas menghampir Jiaan dan membukakan pintunya.


Jenna lupa ia sedang memakai pakaian kaos sedikit terbuka.


”Saya tegaskan sama bapak ya kalau saya bukan pacar Bapak dan stop panggil saya dengan sebutan pacar paham nggak Pak!!.


Jian tersenyum sembari tangannya menghalangi pintu agar Jenna tidak bisa menutup pintunya lagi.


Jenna terkejut


" Bapak mau apa jangan macam-macam ya Pak sama saya??.


Tangan satunya menarik kaos Jenna ke arah lehernya agar belahan dadanya tidak terlihat. Jenna menelan ludahnya merasa malu, dia langsung mudur .


" Kamu mau menggoda saya?". Ujar Jian sambil tersenyum.


Tanpa berkata apapun Jenna segera menutup pintunya lagi.


" Bruk!!" . Jian hanya tersenyum lalu ia segera cabut. Dirinya merasa puas sudah menggoda Jenna pagi hari ini.


Jena mendengar suara mobil ia mengintip dari jendela rupanya Jian sudah pergi dari rumahnya.. lalu ia segera pergi ke arah pintu berniat untuk mengunci rumahnya namun tak disangka-sangka Erika datang.


Erika menatap Jenna dari atas hingga bawah.. Hatinya merasa kesel.


Aku heran sama Jian. Apa kelebihannya wanita ini dia kalah jauh denganku, tapi kenapa Jian sangat tergila-gila sama wanita ini. Apa wanita ini main pelet atau dia jago di ranjang?. Erika bicara yang ada dipikiran.


" Anda mau apa kemari?". Tanya Jena.


****

__ADS_1


__ADS_2