
Jian segera menyusul Jena ke dalam lift mereka lalu masuk ke dalam lift sama-sama. Jian tidak mengganggu Jenna dulu melihat wajahnya saja yang sedih hatinya merasa kasian.
Seharian satu ruangan dengan Jian. Jenna merasa aneh. Kenapa Jihan tidak menyebalkan seperti biasanya ia lebih banyak diam dan tidak mengganggu dirinya.
Ko malah memikirkan dia sih, bukan itu bagus kalau dia tidak gangu. Gumam Jenna sambil menatap Jian yang sedang fokus bekerja.
Ta di sangka-sangka Jian pun membalas tatapan Jenna. Jenna yang sadar langsung mengalihkan pandangannya ke sembarang tempat.. Jian hanya tersenyum melihat Jenna menatapnya tadi.
"Hmmm sepertinya kamu mulai suka sama saya?". Ujar Jian sambil mengondanya.
Jenna tidak menjawabnya.. Dia pura-pura tidak mendengar.
Amit-amit ih suka sama si mesum jauh jauh deh. Gumam Jenna.
Jena melihat jadwal meeting Jian. Ia pun langsung membuat janji dengan kliennnya.
” Pak sore nanti jam 03.00 ada meeting di restoran hotel dengan pak Rimba". Belum selesai Jenna menjelaskan Jian langsung bicara.
”Oke, kamu ikut dengan saya”.
" Tapi pak saya hari hari ini ingin pulang cepat.
” Saya belum paham soal ini kamu mau perusahaan rugi gara-gara kamu tidak ikut dengan saya?.
Oh ya ya aku lupa kalau aku sekarang seketarisnya si mesum.. Jenna duduk kembali ke mejanya lalu mempersiapankan berkasnya untuk meeting sore nanti.
Sebelum pergi meeting Jenna menghubungi mamanya Akbar terlebih dahulu.
Janna merasa kesal sama Akbar mendengar dari ibunya kalau Akbar belum juga menemuinya.
Aku pikir dia akan menemui ibu setelah aku pergi kantor. Gumam Jenna
Waktu menunjukkan pukul 2. OO.. Jenna mengingatkan Jian kembali jadwal meetingnya. Jian langsung bergegas bersiap.
Mereka pergi sama-sama keluar kantor di perjalanan Jenna masih memainkan ponselnya.
Jian yang penasaran langsung ambil hp Jenna dan melihat isi chatnya.
Melihat chatting dengan perempuan Jian hanya tersenyum, lalu ia kembalikan ponselnya ke tangan Jenna.
__ADS_1
” Bapak Apaan sih main rebut HP saya segala?!”
” Saya pikir kamu chat sama cowok lain Saya nggak suka ya kalau kamu chat sama cowok lain Apalagi kamu macam-macam di belakang saya!..
” Saya setia pak orangnya tidak seperti bapak!". Ujar Jenna Ketus.
”Wah bagus dong Jadi saya tidak salah pilih calon istri.. Ujar Jian santai.
Dih jangan kan istri, jadi pacarnya saja saya sudi!!. Gumam Jenna.
Jian tersenyum melihat Jenna tidak bicara sepatah pun.
Sampai di lobby hotel. Jenna turun lebih dulu ia tidak ingin Jian membukakan pintu untuknya.
Dia itu paket komplit cantik mandiri pula. Aku Makin Cinta Sama Dia.
Mereka metteng di restoran hotel VIP. Tidak lama dua orang datang satu sudah paru baya, yang satunya lagi masih muda dan tampan.
Jenna segera berdiri menyambut kedatangan kliennya lalu ia tersenyum ke arah mereka.
” Kenapa kamu senyum sama mereka saya tidak suka kamu tersenyum begitu sama mereka!!”
" Selamat sore Pak Jian. Maaf sudah menunggu terlalu lama tadi kami ada insiden di jalan. Ujar kliennya sembari mengulurkan tangannya.
" Tidak kok kami baru saja sampai, kita langsung aja pada intinya” Jawab Jian tanpa basa-basi.
Pria yang satunya lagi terus melihat ke arah Jenna dan menatapnya tanpa berkedip Jian melihatnya langsung kesal.
Jian langsung menggeser kursinya agar berdekatan dengan Jenna lalu ia raih tangan Jena dan ia letakkan di atas meja agar pria itu berhenti menatap Jenna.
Pria tersebut langsung menundukkan kepalanya dia tidak melihat lagi ke arah Jenna. Pria paru baya melihat kedekatan Jenna dan Jian.
" Saya pikir beliau sekretaris anda Pak?”..Tanya Pak Rimba.
”Dia bukan cuma sekertaris saya Pak tapi calon istri saya dan kami akan segera menikah. Jenna terkejut mendengarnya Jenna pun menatap Jian yang posisinya persis di sampingnya.
Jian sama menatap ke arah Jenna mata mereka bertemu . Jian senang karena Jenna tidak menyangkalnya.
Sepertinya aku harus bicara serius soal ini. Aku bukan calon istrinya dan aku juga bukan pacarnya aku lakukan itu cuma karena tangung jawab aku waktu dia sakit. Gumam Jenna.
__ADS_1
Harapan pria di sampingnya langsung pupus sudah. Dia tidak lagi memandangin Jenna melainkan fokus mencatat semua meeting bosnya dan juga Jian.
Jenna langsung pamit ke toilet sebentar.. Jian merasa tidak rela melepaskan Jenna walupun hanya sebentar.
Di toilet tidak sengaja Jenna melihat Akbar dan juga Erika baru keluar dari lift. Jenna mengurungkan pergi ke toilet ia langsung cepat-cepat menghampiri mereka.
” Akbar tunggu;" Ujar Jenna sembari Jalan menghampiri mereka.
Erika langsung berdecak kesel melihat Jenna ada di sana.
”Mau apa lagi sih perempuan itu kesel gua!" Ujar Erika.
" Bar, ibumu sedang menunggu kamu di rumah Apa kamu sudah tidak peduli sama beliau??.
Erika langsung pasang badan.
”Kalau memang iya Lo mau apa, lagian lo itu cuma mantan jangan ikut campur urusan pacar gua!!. Kata Erika. Akbar tidak bergeming dia memilih diam di tengah-tengah perempuan cantik.
" Bilang sama ibunya Akbar kalau Akbar tidak akan pernah menemuinya lagi. lo lebih baik cari deh cowo lain jangan ngejar-ngejar pacar gua!!.
Jenna merasa kesel melihat Akbar hanya diam membisu dia tidak bicara sepatah kata pun. Jenna hendak bicara kasar namun terhenti mendengar suara Jian.
" Siapa bilang Jenna tidak move on dia sudah move on. Buktinya dia sekarang pacar saya. Saut Jian muncul dari belakang Jenna. Jian mengagetkan Akbar dan juga Erika.
" Ian kamu?” Erika tidak melanjutkan lagi bicaranya.
” Pacar saya ini baik loh dia masih peduli sama orang tua mantannya, lo sebagai anak malah tidak peduli sama orang tuanya. dan lo pantes mendapatkan perempuan seperti Erika sama-sama egois!”. Jian lagi-lagi membela Jenna.
Kata-kata Jian membuat hati Akbar panas dan hendak ingin memukulnya. Erika langsung meraih tangan Akbar.
" Jangan pernah kamu pukul dia paham!!". Ujar Erika. Erika lalu pergi meninggalkan mereka bertiga. Akbar segera menyusuinya pergi.
Rupanya Jenna sudah menemukan pengganti aku. Gumam Akbar sambil jalan menyusul Erika.
”Kamu lihat sendiri kan dia sama ibunya aja tidak peduli apalagi sama kamu Jen, pria seperti itu yang kamu cintai". Ujar Jian.
Jenna diam merasa malu dan berpikir. Semua yang di katakan Jian bener. Akbar sudah berubah dan dia bukan pria baik seperti dulu lagi.
Di mobil Erika marah-marah dia tidak terima Jian mempunyai kekasih apalagi kekasihnya seperti Jenna wanita biasa saja.
__ADS_1
Semoga suka. Tolong bantu like comment dan juga vote bintangnya terima kasih.