
Erika tidak menjawab pertanyaan Jena Iya malah mengambil sesuatu di dalam tasnya lalu mengeluarkan sebuah cek.
"Kamu tinggal menulis nominalnya di situ. setelah itu kamu jauhin Jian!". Erika memberikan cek itu langsung ke tangan Jenna tampa basa basi.
Jenna malah bengong. Jenna pikir Erika akan menyuruhnya untuk menjauhin Akbar namun dugaan salah.
” Saya pikir anda akan menyuruh saya untuk menjauhin pacar anda tapi kenapa Anda menyuruh saya untuk menjauhi laki-laki lain?.
" Saya tidak mau menjawab pertanyaan itu, saya hanya ingin kamu menjauhi Jian dan jangan mendekati dia lagi karena dia milikku!.
Jenna malah tertawa renyah merasa lucu.
"Sepertinya anda salah paham deh nona, saya tidak ada hubungan apapun dengan beliau, dan pak Jian lah yang mendekati saya bukan saya yang mendekati beliau.
” Sombong sekali kamu!!, kamu pikir Jian serendah itu!. kamu dengarkan kata-kata saya ini!. banyak wanita antri demi Jian bahkan mereka rela mengeluarkan uang banyak cuma untuk kencan dengan dia. jadi kamu jangan sok cantik deh!.
” Hahaha... hanya wanita bodoh dan rendahan yang mau mengeluarkan uang cuma buat kencan sama cowok".
Mendengar dirinya direndahkan Erika naik pitam Ia pun langsung melayangkan tangannya ke wajah Jenna.
" Prak!!”.
Jena pun tidak tinggal diam dia langsung menampar balik Erika dan tamparan Jenna jauh lebih kuat dari Erika.
Erika meringis kesakitan matanya memerah menahan amarah. Sedangkan Jenna hanya tersenyum sinis sembari menatap ke arah Erika.
” Dasar ****** beraninya kamu tampar wajah saya hah!!". Teriak Erika sambil melotot.
Erika hendak melayangkan tangannya lagi namun kali ini Jena menangkapnya.
" Jika anda tidak ingin ditampar maka jangan menampar orang lain. Jenna menepiskan tangan Erika.
" Lihat saja akan aku balas kamu!!”. Ancam Erika.
Sambil pegangin pipinya Erika langsung menghentakan kakinya dan pergi.
Jenna hanya menghela napas melihat punggung Erika yang sudah menghilang.
Dasar perempuan rakus. Memangnya cowok itu barang apa yang harus di rebutin. kalau saya sih ogah. Jenna berkata sendiri sambel ngedumel.
Sementara di mobil Erika melihat wajahnya masih merah dia sangat marah dan kesel. Mengingat kata-kata Jena membuat Erika akan balas dendam.
__ADS_1
Sampai di kamar hotel Erika melemparkan tasnya ke sembarang tempat ia membanting semua barang yang ada di meja riasnya. Kebetulan Akbar baru keluar dari kamar mandi.
Melihat Erika marah-marah Akbar segera menghampiri Erika lalu memeluknya.
" Sayang kamu kenapa, kalau ada masalah cerita sama aku, aku siap membantu kamu?".
Erika melepaskan pelukan Akbar lalu menatapnya.
"Kenapa wajah kamu sayang, kenapa jadi seperti ini!. Tanya Akbar hawatir. Akbar bergegas ambil air dingin dan mengajak Erika duduk.. Lalu ia mengopresnya.
Dengan lembut Akbar mengurus Erika. Erika tetap saja diam dia masih memikirkan gimana caranya membalaskan dendamnya kepada Jenna.
"Apa kamu serius akan membalaskan rasa sakit hatiku kepada dia?". Tanya Erika serius sambil memegangi tangan Akbar.
" Yah aku akan membalasnya!". Tampa ragu Akbar mengatakannya.
" Kamu yakin akan membalaskan dendam aku?
Akbar mengangguk.
Erika tersenyum ke arah Akbar lalu ia memeluknya dengan erat.
"Aku akan membalas dia lewat kamu. Gumam Erika.
” Ini semua gara-gara mantan kamu. Dia meminta aku untuk menjauhi kamu. tapi aku tidak mau. Erika begitu meyakinkan Akbar sampai-sampai Akbar percaya sama ucapan Erika.
Kenapa sekarang Jena jadi kasar seperti ini. Jenna yang dulu tidak seperti itu dia lembut dan tidak pernah kasar sama seseorang. Gumam Akbar.
Melihat Akbar hanya diam Erika mulai kesel. Ia terus berusaha meyakinkan Akbar agar Akbar percaya sama ucapannya.
” Sepertinya kamu tidak percaya sama ucapan aku, ya sudah kalau kamu tidak percaya!”.
Erika melepaskan tangan Akbar yang masih menempel di pipinya. Namun Akbar segera menarik tangan Erika..
”Iya sayang aku percaya sama kamu lalu apa yang harus aku lakukan?.
Erika seperti mendapatkan berlian. Erika bicara panjang lebar sama Akbar dari awal sampai akhir. Akbar terdiam. Awalnya tidak setuju namun Erika mengancam Akbar dia akan pergi meninggalkan Akbar.
Akbar pun tidak punya pilihan. Dia lalu mengiyakan keinginan Erika dan dia pastikan apapun keinginan Erika dia akan penuhi.
Mendengar perkataan Akbar Erikah sangat senang Ia pun langsung memeluk Akbar dengan erat.
__ADS_1
” Terima kasih ya sayang. Aku makin cinta sama kamu dan aku yakin kamu pria paling baik.
Jenna masih menunggu kabar dari Ibu ibunya Akbar Tidak lama kemudian ponselnya bunyi.. Jenna membaca pesan teks dari Rere kalau Ibunya sudah sampai. Jenna bernapas lega mendapatkan kabar tersebut.
Tidak lama ponsel Jenna berdering. Jenna melihat siapa yang menghubunginya. Matanya terbuka lebar, tertera nama Akbar memanggil.
~~ Halo.
~~ Jen. Apa kabar?.
~~ Aku baik. Kamu?.
~~ Aku pun baik. Jenna senang mendengar suara Akbar lagi.
~~ Jen. Aku menghubungimu untuk minta maaf sudah menyakiti hati kamu. dan juga sudah menduakan kamu. Jujur sampai saat ini aku belum bisa melupakan kamu.
Jenna tidak bicara, ia seperti mimpi Akbar minta maaf kepadanya.
~~ Ko diam Jen?. Kamu nggak mau maafin aku yaa.. aku tahu kamu pasti sakit hati kan sama aku?.. Jen aku mohon bicaralah. Aku siap menerima kemarahan kamu caci maki dari kamu semuanya. Aku mau menerimanya asalkan kamu mau balik lagi sama aku.
Jenna ingin sekali menangis mendengar penyesalan Akbar di telepon. Jujur di hatinya yang paling dalam Jenna belum bisa melupakan Akbar.
~~ Kenapa kamu hanya diam?. bicaralah Jen aku mohon.
~~ Memangnya kamu mau jawaban apa dari aku Bar?.
~~ Aku mau kita balikan lagi seperti dulu, lalu kita menikah dan membina rumah tangga yang bahagia. Aku akan mengabulkan keinginan kamu Jen. Jenna merasa terharu mendengarnya.
Memang benar sejak dulu Jenna selalu ingin cepat-cepat menikah. Namun Akbar selalu mengatakan belum siap. Kali ini Akbar duluan yang ngajak nikah.
~~ Aku akan maafin kamu asalkan kamu mau menemui ibu kamu dan meminta maaf sama beliau. setelah itu baru kita pikirkan lagi soal pernikahan kita.
~~ Jadi kamu masih mau menikah sama aku Jen, aku bahagia mendengarnya. Makasih ya sayang.
~~ Aku tunggu niat baik kamu untuk menemui ibu kamu, setelah itu baru kamu datang kepadaku. Jenna menutup teleponnya duluan. Jenna merasa seneng sembari memeluk ponselnya.
Di sebrang sana Erika tersenyum lebar mendengarnya. Erika mengambil ponsel Akbar .
"Kamu boleh nemui ibu kamu besok, setelah itu kamu harus tetap ikutin rencana aku ya!"
Akbar pun setuju. Ia seperti boneka yang sedang di mainkan oleh pemiliknya.
__ADS_1
Keesokannya.
Semoga suka tolong bantu like dan vote 🙏🙏🙏