Predator jatuh cinta

Predator jatuh cinta
Part. 13


__ADS_3

Jenna melotot melihat Jian menarik tangannya.


Mereka langsung masuk ke mobil dan pergi. Jenna benar-benar sedih ia terus menangis di dalam mobil.


Jian tidak bicara apa-apa ia hanya pokus mengemudikan mobilnya.


Sampai di tempat yang semalam, Jian langsung turun.


" Ayo turun" Jenna menatap Jian, Jenna ikut turun dan melihat ke arah luar.


" Dari pada kamu merendahkan diri kamu sendiri, mending kamu luapkan semuanya di sini”. Jenna langsung teriak lagi seperti yang ia lakukan semalam.


30 menit berlalu. Hati Jenna mulai lega, bebannya sedikit berkurang berkat Jian membawanya ke tempat itu.


" Dasar payah!, gara² pria seperti itu saja sampai ngemis!". Ejek Jian. Jenna menatapnya.


" Yang benar itu, kamu meninggal dia, bukan dia yang meninggalkan kamu, yang salah kan bukan kamu, tapi dia!. Jenna mencerna ucapan Jian yang ada benarnya.


" Jadi perempuan itu harus tegas dan punya prinsip, jangan karena cinta buta, semua terasa gelap". Omongan Jian membuat Jenna sadar kalau dirinya tidak salah.


Jian terus menerus bicara sampai Jenna sadar. Jenna menghela napasnya lalu menghapus air matanya.


" Terimakasih banyak ya pak, berkat bapak saya sadar, cinta tidak bisa di paksakan, dan saya tidak berhak memaksakan cinta saya untuk di balas". Ujar Jenna.


" Saya bisa ko membalas cinta kamu, bahkan lebih dari dia ". Ujar Jian sekaligus membuat Jenna tersenyum. Jian seneng akhirnya Jenna tersenyum lagi.


Mereka memutuskan untuk pergi ke kantor bareng. Di mobil Jenna mengingat sesuatu.


" Pak, saya mau nanya, ko bapak tau rumah saya?".


" Kalau saya tidak mau jawab, kamu mau apa?". Jawab Jian. Jenna langsung cemberut mendengarnya. Jian tidak menjawabnya.


Sampai di kantor semua staf terkejut melihat Jenna turun satu mobil dengan Jian. Sebagian orang iri melihatnya.


Jenna mengunakan kaca mata karena matanya bengkak habis menangis, Jian masuk keruangan kerjanya Jenna masuk ke ruangannya.


Jenna melihat poto Akbar di mejanya, ia ambil lalu robet dan membuangnya ke tong sampah. " Cukup, aku tidak ingin larut dalam kepedihan ini". Jenna mencoba untuk tegar namun hati kecilnya masih sedih.

__ADS_1


Jenna menyibukkan diri dengan pekerjaannya agar bisa melupakan Akbar.


Di ruangan berbeda Jian senyum-senyum sendiri sembari membayangkan wajah Jenna.


" Berhasil, aku bisa membuat mereka pisah. Jian tertawa terbahak-bahak.


Waktu jam makan siang, Jena melotot lupa sama makanan yang di buatnya tadi pagi. Jenna keluar dari ruangannya lalu menghampiri Aji menyuruhnya untuk membeli makanan untuk Jian.


Yuri tidak sengaja mendengar percakapan Jenna dan Aji di pantry. Melihat Jenna keluar pantry Yuri menghampiri Jenna.


" Maaf bu Jenna, itu kan tugas saya, ko jadi ibu sih?". Tanya Yuri sinis.


" Tapi saya sudah janji sama beliau mau membelikan makan siangnya".


" Saya tau ibu atasan saya, tapi ibu membuat saya tidak berguna sebagai sekertaris nya pak direktur". Jenna bingung dengan ucapan Yuri.


" Maksud kamu apa si Yuri, saya tidak paham?".


" Sebaiknya ibu jangan ambil tugas saya, ibu urus aja pekerjaan ibu. Yuri langsung pergi tampa pamit terlebih dahulu. Jenna menghela napasnya.


Aji mendengar percakapan Jenna dan Yuri, Ia langsung bergegas pergi. Yuri mengepalkan tangannya sembari menahan amarahnya.


" Ada apa yah?".. Tanya Yuri bingung.


" Mana saya tau". Staf tersebut langsung pergi. Yuri langsung bergegas menuju ruangan HRD. Sebelum masuk Yuri mengetuk pintunya.


" Masuk" Ujar bu Sella dari dalam. Yuri masuk dan langsung duduk.


" Ibu memanggil saya?". Bu Sella mengangguk. Ia memberikan amplop putih.


" Ini apa ya bu?". Tanya Yuri bingung


" Itu pesangon kamu, dan mulai hari ini kamu di pecat!". Yuri melotot mendengarnya.


" Saya salah apa bu!, ko tiba-tiba saya di pecat?. Yuri tidak terima karena ia tidak melakukan kesalahan. Bu Sella sendiri tidak tau alasannya apa, namun ia tetap menjawab pertanyaan Yuri.


" Alasan yang saya tau, kamu sudah tidak sopan bicara sama ibu Jenna!. Yuri langsung berdiri.

__ADS_1


" Memangnya siapa sih Jenna itu!!, sampai-sampai dia bisa pecat saya!!". Yuri berapi-api nanda bicaranya.


" Beliau calon istrinya pak direktur" Saut pak Ardi langsung bicara intinya. Yuri melotot mendengarnya.


" Sebaiknya kamu bereskan semua barang-barang kamu, dari pada kamu di permasalahkan sama pak direktur nantinya!'. Ujar Pak Ardi tegas.n Yuri langsung lemes mendengar dirinya di pecat.


Yuri ingin menangis namun ia tahan karena malu sama orang disekitarnya.


” Aku sangat membencinya!!". Ujarnya sambil menghapus air matanya.


Jenna melihat Jian makan dengan lahap, ia hanya bisa menatapnya. Makanan miliknya masih utuh belum di sentuhannya. Selera makannya hilang.


" Kamu tidak makan?”.


" Saya belum lapar pak". Jawab Jenna sambil mengaduk-aduk makanannya. Jian menarik piring Jenna lalu ia ambil.


" Buka mulutmu?". Jenna melotot melihat Jian ingin menyuapinya.


" Bapak tidak perlu repot-repot pak, saya bisa sendiri" Jenna menarik makanannya ke arahnya lalu ia cepat-cepat memasukkan makanannya ke dalam mulut.


Jian hanya tersenyum tipis lalu melanjutkan makannya. Jenna keluar dari ruangan Jian, tidak sengaja melihat Yuri sedang merapikan mejanya.


” Yuri, kenapa barang-barang kamu di masukin ke dus,. memangnya kamu mau kemana?". Tanya Jenna. Yuri sangat kesal ia melemparkan barang-barang ke dalam dus sambil membantingnya.


" Anda jagan pura-pura tidak tau deh!, ini kan yang anda... " Yuri tidak melanjutkan bicaranya, matanya tertuju pada Jian yang baru datang. Melihat tatapan Jian yang tajam, Yuri takut, ia langsung pokus lagi merapikan barang-barang nya.


Cara dia menatapku tadi sepertinya dia marah, dari pada aku kena masalah sebaiknya aku tidak memaki bu Jenna. Gumam Yuri.


" Yuri, saya tidak paham yang kamu maksud tadi ?". Tanya Jenna penasaran.


" Maaf bu, saya tadi salah bicara". Jawab Yuri pelan.


" Memangnya kamu mau pindah kemana?".


” Saya" Yuri menatap Jian, Jian meletakkan telunjuknya di bibirnya. Yuri berpikir sebentar.


" Maaf bu saya sudah di tunggu supir saya, saya pamit dulu". Yuri langsung pamit sama keduanya. Jenna terkejut melihat Jian ada di belakangnya. Jian tidak bicara, ia langsung balik ke ruangannya.

__ADS_1


******


Semoga suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2