Predator jatuh cinta

Predator jatuh cinta
Part. 26


__ADS_3

Jenna melihat ponselnya terus berharap Akbar segera menghubunginya lagi.


Sementara di luar Jian masih terdiam melihat kejadian di depan matanya tadi.


Paginya..


Jenna terbangun ia melihat dirinya tertidur di atas sofa sambil memeluk ponsel. Jenna merasa kecewa karena Akbar tidak menghubunginya lagi.


Jenna bersiap pergi ke kantor dan dia ingin bicara serius sama Jian soal hubungannya.


Dari semalam Jian ada di dalam mobil melihat ke arah rumah Jenna terus. Jenna yang baru keluar langsung naik ke mobil tampa menyadari mobil Jian ada di sana.


Sebelum turun Jenna mengirimkan pesan kepada Akbar lalu ia masuk ke gedung kantornya. Jenna sesekali menarik napasnya.


Jenna masuk keruangannya tidak melihat Jian disana. Diapun langsung duduk dan segera menyalakan laptopnya. Sesekali Jenna melihat ponselnya belum ada balasan.


Di hotel. Erika yang baru bangun segera ambil ponsel Akbar di samping tempat tidurnya. Melihat panggilan banyak dari Jenna membuat paginya bersemangat.


Erika segera membalas pesannya dengan senyuman jahatnya. Namun senyumnya hilang seketika melihat pesan balasan dari Jenna.


Erika langsung menghapus pesan dari Jenna.


Apa, jadi Jian sudah bilang kesemua orang disana.


Erika langsung membangunkan Akbar cepat².


"Sayang... bangun!. Akbar membuka matanya dengan pelan.


" Iya sayang bentar lagi yah. Jawab Akbar hendak tidur lagi.


" Sayang.. aku mau kamu bangun sekarang juga!, ada yang ingin aku omongin penting!!". Akbar langsung bangun. Erika bicara panjang lebar.


" Apa!, aku tidak mau!" Akbar menolaknya.


" Kamu jahat!, katanya kamu cinta sama aku?". Ujar Erika pura-pura nangis.


" Sayang... kamu yakin aku harus meniduri dia, dia bukan wanita yang mudah untuk di ajak begituan!". Erika merasa kesal mendengarnya.


" Jadi maksud kamu, kalian belum pernah tidur bareng?". Akbar mengangguk.


"Jena itu punya prinsip dia tidak akan melakukan hal yang merusak dirinya sebelum dia nikah. Erika makin kesal mendengarnya.


" Stop kamu memuji dia!, Aku nggak suka mendengarnya. Erika langsung pergi ke kamar mandi. Akbar hanya menatapnya.


Jam menunjukkan pukul 13.00. Jian masih belum juga datang. Jenna bergegas keluar ke ruangan pak Ardi.


Sebelum masuk Jenna mengetuk pintunya terlebih dahulu .


" Masuk".


Jenna segera masuk.


" Silahkan duduk" Pak Ardi mempersilahkan Jenna untuk duduk.


" Maaf pak saya ganggu waktu jam makan siang bapak.. saya menemui bapak mau menanyakan soal pak Jian beliau sampai siang ini belum masuk ke kantor pak dan saya sudah mencoba menghubungi beliau tapi tidak ada jawaban!. apa bapak tau beliau dimana?.

__ADS_1


Pak Ardi menatap Jenna.


” Pak Jian sedang keluar negeri beberapa hari ini jadi beliau tidak masuk ke kantor dulu. anda bisa handle semua pekerjaannya kan bu?".. Ucap Pak Ardi.


Ya gagal mau bicara soal pernikahan aku dan Akbar. Gumam Jenna


”Bu Jena apa anda mendengarkan saya?. Jenna langsung sadar Ia pun langsung menjawabnya. " Oh baik Pak saya akan handle semua.


” Kok kebutuhan sekali ya Pak Jian ke luar negeri.. Padahal aku ingin bicara soal ini ke dia. Semoga beliau tidak lama di sana. Gumamnya sambil jalan pelan menuju ke ruangannya.


Jenna melihat ke arah tempat duduk Jian.. Seperti ada yang kurang menurutnya.


" Ko aku jadi memikirkan dia sih, padahal jelas² dia itu hanya beban buat aku!". Jenna menepis pikirannya soal Jian dan membuangnya jauh-jauh.


Jenna membuka ponselnya melihat ada pesan dari Akbar.


" Aku harus pokus sama Akbar dan pernikahan aku yang sebentar lagi. Ujar Jenna. Matanya langsung berbinar melihat pesan yang Akbar kirim.


Jenna merasa bahagia karena Akbar mengajaknya kencan. Jenna langsung memikirkan kencan pertamanya setelah mereka sempat putus.


Kira-kira pakai baju apa ya untuk nanti malam?. Gumam Jenna sambil senyum-senyum sendiri.


Jena melihat-lihat pakaian di online shop di ponselnya. Jenna ingin tampil sempurna di kencan pertamanya dengan Akbar.


Hari menjelang sore tidak terasa waktu berputar dengan cepat. Jenna segera merapikan mejanya lalu mematikan laptopnya. Jenna bergegas menuju ke lobby.


Sebelum ke rumah Jena mampir dulu ke salon ia menata rambutnya terlebih dahulu. Rasanya ia tidak sabar untuk menunggu nanti malam tiba.


Jenna membuka ponselnya kembali ia mengirimkan pesan kepada Akbar. Tidak lama pesannya dibalas Akbar. Jenna tersenyum menerima balasan pesan darinya.


Sebelum pulang kerumahnya. Jenna mampir dulu ke butik untuk ambil pakaiannya.


Tidak lama teleponnya berdering Jenna langsung menekan tombol hijau.


~~ Halo. Jenna


~~ Kamu dimana?. Akbar.


~~ Saya masih di rumah, apa kamu sudah di depan rumah? . Jenna langsung keluar rumah sambil bicara di telpon dan melihat ke luar.


~~ Maaf sepertinya saya tidak bisa jemput kamu, kamu bisa sendiri kan ke kesana nanti saya tunggu kamu. Akbar.


Jenna sedikit kecewa mendengarnya.


~~ Halo Jen apa kamu masih di sana?. Akbar


~~ Iya. Jenna


~~ Oke sampai ketemu disana. Akbar langsung menutup teleponnya lalu memberikan hpnya sama Erika.


" Terimakasih sayang". Ujar Erika sambil memeluk Akbar.


Jenna menarik napasnya sambil jalan ke dalam rumah untuk ambil kunci mobil dan tasnya.


Rupanya Akbar dan Erika sudah sampai di tempat kencan duluan.

__ADS_1


” Sayang kamu tidak boleh menemui dia duluan ya sebelum aku suruh oke. Ucap Erika memerintah.


Akbar seperti binatang peliharaan Erika dia manggut-manggut menuruti semua keinginan Erika.


Sampai di tempat yang Akbar sherlock sebelumnya. Jenna turun dari mobil lalu ia mulai jalan kaki menuju ke arah restoran yang terletak di puncak gunung.


Seseorang menghampiri Jenna.


”Selamat malam Nona ada yang bisa saya bantu?". Tanya pelayan restoran.


" Sebelumnya sudah reservasi mas atas nama Akbar" Jawab Jenna.


" Mari ikut saya nona". Jenna mengikuti pelayan tersebut.


Pelayannya menunjuk tabel Nomor 22.


”Terima kasih ya mas”


"Sama-sama, nona apa anda ingin pesan sesuatu?" Ujar pelayan.


" Nanti dulu mas, saya tunggu tunangan saya dulu".


" Baik kalau gitu, jika anda butuh sesuatu anda bisa menekan tombol ini, saya permisi ". Jenna hanya mengangguk.


Jenna melihat ke sekelilingnya. Melihat jam di tangannya pukul 8 malam.


" Katanya dia duluan kenapa dia belum sampai" Gumam Jenna dalam hati.


Sesekali Jenna membenarkan rambutnya sembari melihat dirinya di kamera ponselnya.


Sementara itu Erika dan Akbar ada disana, mereka diruangan VIP.


Akbar sebenarnya sudah tidak nyaman karena membuat Jenna menuggu hampir satu jam. Erika masih belum menyuruhnya untuk menemui Jenna.


Melihat Akbar gelisah Erika tahu sbenarnya Akbar masih punya rasa untuk Jenna. Namun Erika tetap sama keputusannya untuk balas dendam.


2 jam berlalu Jenna merasa jenuh dan bete. Ia terus melihat ponselnya berharap Akbar menghubunginya dan balas pesannya. Namun Akbar tidak membalas pesannya atau angkat telepon darinya.


Kesabarannya mulai habis. Jenna menarik nafasya segera berdiri hendak pergi. Langka kakinya terhenti melihat Akbar datang menghampirinya.


" Sukurlah akhirnya kamu datang juga". Jenna senang melihat Akbar datang.


" Maaf sudah membuat kamu menunggu terlalu lama" Belum selesai Akbar bicara Jenna segera memotongnya.


" Tidak apa-apa ko yang" Ujarnya sambil memegang tangan Akbar.


Akbar merasakan sesuatu ketika Jenna memegangi tangannya lagi. Rasa yang dulu pernah ada mulai muncul kembali di hatinya.


" Lepas gak tu tangannya!!' Ujar Erika lewat earphone. Akbar langsung melepaskan tangan Jenna.


" Ayo duduk kamu mau pesan apa?". Tanya Akbar. Jenna merasa sedih tangannya di lepaskan tadi.


" Maafkan aku Jenn aku terpaksa. Gumam Akbar sembari melihat Jenna yang sedang mematung melihat dirinya.


#Semoga suka Tolong bantu like dan komen terima kasih Jangan lupa kasih bintang 5 ya.

__ADS_1


__ADS_2