Predator jatuh cinta

Predator jatuh cinta
Part . 40


__ADS_3

Pagi harinya Jenna membuka mata ia terkejut sekali karena dirinya sedang memeluk Jian. Jenna cepet-cepet kabur ke kamar mandi.


Melihat ekspresi wajah Jenna seperti itu Jian tidak bisa menahan tawanya. Dia sengaja menarik tangan Jeena seolah-olah Jena memeluk dirinya. " Hahaha " Jian tertawa-tawa.


Mendengar suara tertawa diluar Jenna diam sebentar, dia membuka pintunya sedikit lalu mengintip suaminya Jian pura-pura tidur.


" Lalu siapa tadi yang tertawa apa jangan-jangan di rumah ini dari hantu ya?" Jenna memegangi tengku lehernya Jenna ketakutan dia pun cepat-cepat mandi. Jian mendengar ucapan Jenna. Diapun tertawa dihatinya.


Seperti biasa pagi-paginya mereka bergandengan tangan lalu sarapan bersama.


” Apa kalian tidak ingin tinggal bareng Papi.


Jenna menatap suaminya, ia berharap Jian menjawabnya. Jian langsung mengerti.


" Nanti Ian pikir-pikir dulu ya Pih, Ian ingin menikmati bulan madu bersama istri Iyan dulu pih".


Kata-kata Jihan membuat Jenna merasa malu, wajahnya langsung merah merona. Pak Joni melihatnya, Ia pun tersenyum senang. Tanpa Jenna sadari wajahnya sudah merah seperti tomat.


" Sayang kenapa wajahmu merah seperti itu?, apa kamu sakit?". Tanya Jian.


Janna langsung memegangi wajahnya, ia merasa malu.

__ADS_1


" Saya nggak papa kok Mas, kamu tenang aja" Kata² Jenna membuat Jian bahagia untuk pertama kalinya Ia dipanggil Mas bukan bapak.gnya


Jenna sendiri merasa aneh kenapa kata² mas itu keluar begitu saja dari mulutnya.


”Sayang boleh nggak sekali lagi panggil aku dengan sebutan tadi?". Pinta Jian di depan Papinya.


Jenna menatap Jian, ia tahu dirinya sedang dikerjain.


" Iya Mas " Jawab Jenna terpaksa.


" Mas nggak denger nih sekali lagi ya?". Ujar Jian.


Jenna ingin sekali marah, namun ia tidak bisa karena dihadapannya ada Pak Joni. Sambil tersenyum ke arah suaminya dengan terpaksa Jenna mengulanginya lagi.


Melihat anak-anaknya lucu seperti itu Pak Joni merasa terhibur Ia pun tertawa ” Hahaha, kalian ini lucu ya kayak baru pertama kali dipanggil dengan sebutan sayang.


Jenna dan Jian melihat Pak Joni tertawa lepas begitu merasa bahagia. Mereka pun tertawa bersama, tidak terasa mereka harus pamit pulang karena besok mulai bekerja lagi.


Di mobil Jian terus menggoda Janna. Jenna merasa kesel dan memilih diam cemberut.


" Sayang panggil lagi dong pake sebutan Mas. Goda Jian..

__ADS_1


Jena cemberut ia tidak menjawabnya apalagi menatap pada suaminya yang sedang tertawa terus-terusan.


Sesampainya di rumah Jena merebahkan tubuhnya di kamarnya sendiri, akhirnya dia bisa bernapas lega namun ia mengingat lagi kejadian pagi tadi, Ia pun tertawa kecil merasa lucu.


" Mas Jian, terdengar konyol tapi lucu ya hahaha. Jenna bicara sendiri. Di kamar lainnya Jian memperhatikan istrinya di balik layar, diam-diam Jian menaruh kamera di kamarnya Jenna.


Jian pun merasa bahagia. Iya pun tertidur pulas di atas tempat tidurnya.


Pagi harinya Jenna terkejut melihat Jian sedang menunggunya di tempat makan.


Ia melihat jam di pergelangan tangannya. " Aku nggak telat kan?, tumben dia bangun lebih dulu. Jenna jalan ke arah meja makan.


" Pagi Istriku yang cantik ?". Sapa Jian.


" Pagi Bapak!" Jawab Jenna.


" Sayang hari ini kamu dianterin sopir ya, soalnya aku ada janji sama seseorang. Jian segera berdiri tiba-tiba Jihan menyodorkan tangannya. Jenna langsung paham Ia pun mencium tangan Jian.


" Hati-hati di jalan pak". Ujar Jenna . Jian berbalik sembari tersenyum.


" I love you istriku". Jenna hanya tersenyum tipis membalasnya. Jenna melangkahkan kakinya ke dekat jendela ia melihat Jian dari balik kaca.

__ADS_1


Bersambung jika suka tolong bantu like dan komen 🙏 Terimakasih


__ADS_2