
Jian pura ² melihat ke arah Jenna ia memasangkan sabuk pengaman Jenna, seolah-olah ia sedang menciumnya. Akbar mengalihkan pandanganya ia merasa kesal lalu pergi dari gedung tersebut.
Jian tersenyum licik dan segera melajukan mobilnya. Jenna melihat Akbar keluar dari kaca spion dan dia baru menyadarinya.
Apa dia melihatnya tadi. Guman Jenna sembari berpikir. Jian hanya pokus menyetir sembari memikirkan rencana selanjutnya.
Perlahan Akbar mulai menghilang dari pandangan Jenna, Jenna ingin sekali melihat ke arah belakang dan melihat Akbar sekali lagi, namun ia melihat Jian yang berada di sampingannya.
Aku tidak mau menyakitinya. Gumam Jenna..
Sampai dirumah pak Joni.
" Sayang ingat kalau di depan papi kita harus terlihat mesra dan jangan sampai kamu panggil suamimu ini dengan sebutan bapak ".
" Iya " Jawab Jenna dan segera turun. Jian meraih tangan Jenna mereka terlihat bahagia dan serasi.
Jian sangat bahagia bisa mengengam tangan Jenna. Pak Joni terkejut melihat kehadiran Jian dan Jenna lalu beliau segera menyambutnya.
" Papi senang kalian akhirnya mau mengunjungi papi tampa papi minta". Deg Jian baru ingat kalau ini hanya karangan dirinya. Jenna yang tidak mendengarnya hanya diam. Jian langsung memeluknya.
" Ian kangen papi ". Sembari membisikkan sesuatu ditelinga papinya.
Mudah-mudahan dia tidak mendengarnya. Gumam Jian.
__ADS_1
Pak Joni segera memeluk Jenna.
" Papi sangat merindukan mu nak". Ujarnya.
" Jenna juga sangat kangen sama papi, maaf Jenna baru menemui papi".
" Tidak apa-apa sayang, ayo masuk " Ajak Pak Joni.
" Papi udah menyiapkan tempat tidur kalian di bawah karena kamar di atas sedang di perbaiki, tidak apa-apa kan nak?". Jian hanya tersenyum licik.
" Tidak apa-apa pi". Jawab Jenna sembari tersenyum.
" Sebaiknya kalian istrhat, papi harap kalian di sini sampai hari minggu ya nak karena papi kesepian ". Pinta Pak Joni.
Jenna menatap Jian dan kembali melihat pak Joni, ia bisa merasakan gimana sedihnya hidup seorang diri.
" Ia pih kami mau". Jawab Jenna. Jian tersenyum senang. Pak Joni tersenyum ke arah Jenna.
Jian seperti dapat hadiah istimewa dalam hidupnya karena akhirnya bisa tidur bereng Jenna.
Dari sekian banyak wanita yang pernah aku tiduri, aku tidak pernah merasakan bahagia seperti ini. Gumam Jian aneh.
Jenna melihat tempat tidur besar di depannya, Ia menghela napasnya.
__ADS_1
" Kamar sebesar ini tidak ada sofa ataupun karpet?". Ujarnya sambil mengurutu. Jian yang baru masuk melihat kamarnya berbeda merasa senang.
Papi emang bisa di andalkan. Gumannya dalam hati.
Jian langsung tidur duluan dengan senyuman kemenangan.
Malam ini aku harus berbagi tempat tidur dengan si mesum. Gumam Jenna..
Jenna mengambil gulingnya lalu meletakkannya ditengah-tengah.
" Pak, bapak tidak boleh melebihi batasnya". Ujarnya membuat Jian pura-pura kaget.
"Siap sayang aku akan mengikuti semua keinginan kamu, love you. Jian mengedipkan matanya sambil menggoda Jenna.
Jenaa segera tidur membaringkan tubuhnya membelakangi Jian.
Tidak masalah dia menolakku sekarang, suatu hari nanti dia yang akan memintaku untuk tidur dengannya. Gumam Jian sembari melihat punggung istrinya.
Pagi harinya Jenna merasakan ada benda berat di pinggangnya. Matanya terkejut ternyata ada tangan melingkar di pinggangnya.
Rupanya Jian sedang memeluknya. Jenna hendak berteriak namun ia sadar kalau itu di rumah pak Joni.
Jenna segera memindahkan tangan Jian. Ia segera bangun. Sebenarnya Jian dari tadi sudah bangun Ia tertawa di hatinya sembari melihat istrinya masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
" Wanita unik, aku sangat tergila-gila kepadanya. Gumam Jian.
Bersambung Jika suka tolong bantu like dan komen.