
" Mulai hari ini kamu resmi jadi pacar saya!!" Jenna melotot mendengarnya langsung terdiam membeku.
" Apa bapak tidak sehat?". Tanya Jenna dengan tatapan tajam.
Jian tidak menjawab, ia malah pokus menandai tanggal di kalender di ponselnya..
" 17, September kita resmi jadi sepasang kekasih". Ujarnya lagi. Jenna menggelengkan kepalanya.
" Saya tidak mau!!". Jenna menolak keras.
Mendengar menolaknya Jian tersenyum lebar.
" Oke, tapi saya sudah mencium kamu tadi ketika kamu tidur, dan di mobil waktu itu!. dan saya juga mempunyai buktinya". Dengan santai Jian bicara. Jenna shock mendengarnya.
Jenna langsung ambil tas di sofa hendak pergi. Tiba-tiba Jian bicara.
" Kalau kamu pergi dari kamar ini, kamu akan kena pasal karena sudah buat saya masuk rumah sakit. Jenna berhenti mematung di depan pintu, tangannya tidak jadi menarik handle pintu.
” lebih baik kita makan, karena saya sudah lapar". Ujar Jian santai seperti tidak terjadi apa-apa.
” Ayo, saya lapar banget ne!”. Ajak Jian lagi. Jenna membuang napas kasarnya lalu ia duduk di sofa.
Dasar pria mesum, jangan harap deh aku mau jadi pacarnya. Gumam Jenna kesal.
" Saya sangat membenci anda pak!!". Ujar Jenna pelan namun Jian mendengarnya.
" Wah bagus donk, saya malah senang kamu membenci saya".. Jawaban Jian membuat Jenna diam membisu.
Dasar pria mesum, udah mesum aneh lagi!!. Ucap Jenna di hatinya.
Hening keduanya tidak bicara. Jian main ponsel sedangkan Jenna nonton televisi.
Jenna merasa ngatuk lagi, ia segera ke kamar mandi dan membasuh wajahnya.
Setelah mencuci muka, Jenna langsung ke arah pintu berniat untuk pergi.
" Mau kemana?". Tanya Jian.
" Saya mau beli kopi pak ke kantin, bapak mau ikut!?". Jawab Jenna ketus.
" Ide yang bagus, okelah saya ikut ". Jian segera bangun lalu menarik roda infusnya.
Sia!l, aku pikir dia tidak akan ikut, nyesel aku ajak dia!!... Jenna mendengus kesal.
__ADS_1
Mereka sama-sama ke kantin. Jenna jalan duluan di depan Jian. Tiba-tiba Jian menarik tangan Jenna . " Jangan jauh-jauh nanti saya jatuh gimana?". Ujar Jian sembari mempererat genggamannya.
" Lepas gak pak, kalau gak saya teriak!!". Jian malah tersenyum.
" Teriak saja kalau kamu gak malu". Jawab Jian sembari menarik tangan Jenna sambil jalan. Jenna makin benci sama Jian. Akhirnya Jenna mengikuti Jian.
Mereka duduk tampa bicara. Jenna memesan kopi, sedangan Jian memesan minuman dingin.
Jian tersenyum sembari menatap Jenna yang sedang meniup-niup kopinya.
” Kenapa harus di tiup pacar ?, nanti juga dingin sendiri kan?". Ujar Jian. Jenna mendengarnya hanya bisa menarik napas.
" Bapak ini aneh ya, dimana-mana orang jadian itu harus ada persetujuan dari belah pihak, bukan satu pihak yang mutusinnya pak".
" Masa sih!, pokoknya saya gak mau tau. Suka atau tidak kamu pacar saya sekarang! ".
Lebih baik aku diam dari pada jawab, percuma dia bukan manusia tapi harimau. Jenna hanya menggelengkan kepalanya.
Jenna mengaduk kopinya sambil melihat menu yang ada di kantin. Setelah makan mereka pergi ke ruang rawat inap.
Hari makin larut, Jenna habiskan waktunya seharian di rumah sakit. Jenna berjaga-jaga agar tidak tidur sebelum Jian terlelap.
Aku sudah tidak sabar menunggu hari hari besok, aku akan bebas dari dia.. Gumam Jenna sambil menatap Jian dengan sinis.
Jian pura-pura tidur agar Jenna istrhat juga. Tidak lama kemudian Jenna terlelap tidur. Jian tersenyum licik.
Jenna membuka matanya ia melihat dirinya sudah berada di tempat tidur Jian bukan di sofa lagi. Jenna langsung melotot memeriksa pakaiannya sendiri.
Tidak lama terdengar suara pintu kamar mandi kebuka. Keluar sosok Jian yang sangat tampan dan hanya mengunakan handuk di pinggangnya.
Rambutnya yang basah dengan tubuh yang kekar dan berotot membuat Jenna tertegun sejenak.
Jian tau Jenna sedang menatapnya. ” Awas air iler mu netes tuh!". Mendengar Jian bicara. Jenna langsung mengarahkan matanya. Jian melewati Jenna begitu saja sambil tersenyum.
" Kamu tidak mau pulang?" Kata Jian. Jenna tersadar dan langsung pindah ke sofa.
" Anda yang pindahkan saya ke tempat tidur anda kan?". Tanya Jenna. Jian menoleh.
" Kamu sendiri yang minta tidur bareng".
" Apa!, anda pasti bohong kan!!". Jenna yakin dirinya tidak mungkin melakukan itu.
" Lebih baik kamu mandi, dan itu pakaian kamu berikut dalemannya di situ". Ujar Jian sambil menunjuk paper bag yang tidak jauh dari sofa.
__ADS_1
" Saya tidak mau!!". Jawab Jenna.
" Ia udah, kalau kamu tidak mau, kita akan menginap lagi semalam di sini". Ujar Jian.
Jenna langsung menyambar paper bagnya dan langsung pergi ke kamar mandi dengan kesal.
Di dalam kamar mandi, Jenna melihat isinya. Matanya langsung terbuka lebar melihat ukurannya pas sesuai yang dia suka pake.
" Dari mana dia tau ukuran dalamanku?". Jenna merasa marah ia keluar lagi dari kamar mandi.
Namun matanya makin melebar melihat tubuh polos Jian yang hendak memakai pakaian dalamnya.
" Aaaahhh!!".. Jenna teriak sambil lari lagi ke kamar mandi. Jenna segera menutup pintunya lalu menguncinya.
" Mataku ternodai Tuhan " Ujarnya lirih. Jian malah tertawa melihat Jenna lari terbirit-birit tadi.
30 menit berlalu, Jenna keluar dari kamar mandi, ia sudah memakai pakaian yang diberikan oleh Jian.
Mereka keluar sama². Jian meraih tangan Jenna. Jenna langsung melotot melihat tangannya di genggam Jian lagi.
" Pak tolong dong lepaskan tangan saya!”. Pinta Jenna berusaha melepaskan tangannya.
Jian makin mempererat genggamannya. Melihat usahanya tidak berhasil. Jenna pasrah walaupun hatinya kesal.
Baim tersenyum lebar melihat mereka berdua datang.
" Kalian pasangan serasi" Ujar Baim.
Ini orang datang-datang langsung bicara yang gak jelas. Gumam Jenna.
" Semuanya sudah ku urus". Ujar Baim.
" Thanks bro". Jawab Jian sambil menyambut tangan Baim, tangan satunya tetap genggam tangan Jenna.
Mereka sama-sama menaiki mobil. Di dalam mobil Jian tidak melepaskan tangan Jenna, ia masih menggenggamnya.
Jenna merasa risih di pegangin terus menerus.
” Pak, saya tidak nyaman kalau bapak pegangin tangan saya terus!". Jian pura-pura tidak dengar, ia malah menyenderkan kepalanya di bahu Jenna.
Di depan Baim menahan gelak tawanya, sambil pokus mengemudi.
Jenna terus saja gerak agar Jian tidak nyaman tidur di pundaknya, namun usahanya lagi-lagi sia-sia.
__ADS_1
Jangan harap anda bisa lepas dari dia nona!, mungkin kalau anda sudah bisa dia dapatkan nasib anda akan sama seperti yang lainnya. Gumam Baim.
Semoga suka. Tolong bantu like dan vote. terimakasih🙏