Pria Aroganku

Pria Aroganku
Teringat


__ADS_3

Ayah Bryan hanya tertawa terbahak karena sudah membuat putrinya cemberut.


Dan Ibu Aylin hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan ayah dan putrinya itu.


"Sudah-sudah Cey mandilah setelah itu makan nak, ayah juga kenapa si suka banget bikin Cey cemberut" Ibu Aylin menggelengkan kepala nya.


Kemudian Ceyda berlalu ke kamarnya, Dan setelah mandi Ceyda turun kebawah untuk makan malam bersama Ayah dan Ibunya.


"Makan lah yang banyak sayang"


"Wah ibu masak makanan kesukaan ku" ujar Ceyda berbinar.


"Dasar putri kecil ayah" ujar sang Ayah tersenyum.


Ceyda memang umurnya sudah 21 tapi tetap saja terlihat seperti anak kecil apalagi dalam keluarganya Ceyda masih selalu dianggap putri kecil mereka.


"Nanti setelah kamu menikah ayah pasti akan merindukan putri kecil ayah ini" ujar sang Ayah tersenyum sendu sambil melihat putrinya.


"Ayolah ayah, aku tidak akan meninggalkan ayah dan ibu walaupun aku sudah menikah" jawab nya tersenyum dihadapan orang tuanya.


Ibu Aylin hanya tersenyum dan mengelus punggung suaminya itu.


Makan malam pun selesai dan Ceyda kembali kedalam kamarnya untuk beristirahat agar besok badan nya sudah segar kembali.


___


Malam hari sekitar pukul 12 malam Zev baru pulang setelah merasa puas dengan pelayanan wanita di Club.

__ADS_1


Zev masuk kedalam rumah dan rumah sudah dalam keadaan gelap dan sepi, hanya ada beberapa lampu penerangan saja. Semua orang sudah tertidur karena sudah larut malam.


Zev langsung berlalu menaiki tangga menuju ke kamarnya.



Dia langsung membersihkan diri, karena bau alkohol dan bau keringat karena sisa percintaan tadi bercampur menjadi satu.


Setelah selesai membersihkan diri, kemudian Zev berbaring di kasur nya. Ketika akan terlelap dia teringat akan rasa cake yang kemarin dimakan bersama Oma dan adiknya.


"Ternyata aku masih bisa merasakan lagi rasa cake yang sama seperti buatan ibu dulu, andai aku bisa menemukan lagi sosok seperti mu ibu" gumamnya dengan menatap langit-langit kamarnya dengan pikiran menerawang jauh.


"Ibu aku merindukan mu" gumamnya kemudian dia terlelap dalam tidurnya akibat kelelahan.


___


Seperti biasanya keluarga Zev mengawali sarapan untuk memulai kegiatan rutinitasnya.


Disisi lain begitupun seperti Ceyda yang sudah melajukan kendaraan nya menuju kedai cake miliknya.


Pagi menjelang siang, di jam makan siang sang kekasih hati Ceyda mengunjungi kedai cake nya. Rendy berjalan memasuki kedai itu dengan tersenyum menatap sang kekasih.


"Siang by" ujar Rendy tersenyum.


"Eh by kamu sudah kesini? aku kira kau tidak kesini hari ini?" tanyanya pada sang kekasih.


"Tentu saja aku kesini ingin bertemu dengan kekasih ku ini" goda nya dengan mengedipkan mata.

__ADS_1


Ceyda hanya tersenyum malu.


"Duduklah by, apa kau ingin makan cake atau memesan minuman?" tanya Ceyda pada Rendy.


"Iya by, seperti biasa, oiya selain untuk makan cake aku juga ingin menanyakan mengenai tawaran ku yang kemarin" ujarnya menatap serius pada Ceyda.


"Aku mohon by kamu mau ya menerima tawaran ku itu juga untuk membantuku by" ujar Rendy memohon.


"Demi aku by, kumohon" mohon Rendy dengan menggenggam kedua tangan Ceyda.


Ceyda hanya menatap kedua mata Rendy.


"Humm baiklah by aku bersedia untuk membantumu" ujar Ceyda dengan menganggukkan kepalanya.


"Serius by? ah senangnya" ujarnya girang.


"Umm maksudku senangnya kamu mau membantuku by, aku semakin mencintaimu" ujar Rendy sambil mencium kedua tangan Ceyda.


Ceyda ikut tersenyum melihat sang kekasih sangat senang karena dia membantunya.


.


.


.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2