
Mungkin jika dilihat gadis itu berusia 18 tahun tapi entah mengapa saat di rumah dia seperti gadis 12 tahun.
"Iya iya Va sebentar" ujar Ceyda menggelengkan kepala sambil mengikuti Ziva karena tangan nya di tarik olehnya.
Mereka berdua sudah seperti merasa memiliki saudari perempuan, duduk bersama menonton drakor sambil memakan puding cake dan snack tanpa memperdulikan sekitar nya.
Karena mereka berdua terlalu asik sampai tak menyadari kehadiran pria arogan itu pulang dari kantor dan melihat kedua gadis itu yang sedang asik.
"Khem" dehem Zev begitu memasuki ruang tengah.
"Ah kakak sudah pulang" ujar Ziva menengok sebentar melihat kakak nya yang berada di belakang nya itu, kemudian dia kembali asik menonton drakor lagi bersama Ceyda.
"Kau ini sudah ada teman baru jadi melupakan kaka mu hem?" Zev bertanya dengan nada dingin dan menatap tajam Ziva dari belakang.
Tiba-tiba saja Ziva merasakan bulu kuduk nya merinding karena pertanyaan Zev. Dia menelan ludah nya dengan kasar dan berhenti mengunyah snack nya.
Sedangkan Ceyda dia hanya kikuk dan menunduk tidak enak dengan pertanyaan Zev karena dia merasa seperti telah merebut adiknya itu.
__ADS_1
"Eh bu-bukan begitu kak" jawab Ziva kikuk.
"Aku tidak melupakan kakak kok" ujar nya tersenyum manis menghadap Zev.
"Ah sudahlah kau ini" ujar Zev dan berlalu ke kamarnya.
"Uh kakak baper sekali si" ujar Ziva mendengus.
"Sudahlah mungkin kakak mu ingin diperhatikan oleh mu Va" ujar Ceyda sambil mengelus punggung Ziva.
"Hum kak Cey yang terbaik" ujar Ziva tersenyum dan memeluk Ceyda.
Sementara Zev yang masih ditangga mendengar percakapan mereka dan Zev berbalik melihat Ziva dan Ceyda sedang berpelukan.
Zev hanya tersenyum tipis melihat interaksi kedua gadis itu yang selalu seperti itu jika sedang bersama.
Dan Zev berlalu masuk ke kamarnya dan mandi untuk mendingin kan badan nya yang terasa gerah selepas bekerja seharian.
__ADS_1
Entah mengapa Zev akhir-akhir ini selama dua bulan terakhir dia jadi suka pulang lebih awal ke rumah nya. Entah apa alasan nya yang pasti sejak kehadiran Ceyda di rumah nya terasa seperti ada kebahagiaan yang kembali hidup di rumah nya.
Zev kemudian berendam di bathtub untuk merileks kan badan kekar nya itu. Akhir-akhir ini dia juga sering teringat dengan perkataan Oma nya tempo hari lalu.
Nak kamu sudah berusia 31 apalagi mau jalan 32 apa kamu tidak ingin menikah dan memberikan Oma cicit nak, Oma semakin lama semakin tua, apalagi melihat adik mu itu yang sepertinya terlihat kesepian, jika kamu menikah nanti mungkin saja adik mu tidak merasa kesepian lagi, ya walaupun masih ada ibu tiri mu yang bisa menjaga adikmu tapi Oma tidak bisa menjamin Ziva akan bahagia, kamu lihat kan dia dulu selalu terlihat murung walaupun anak itu mencoba menutupi nya dengan segala kecerewetan nya.
Kemarin juga ketika Oma ingin melihat Ziva dikamar nya Oma tidak sengaja melihat dia sedang menulis buku harian nya, dan dia juga mengatakan jika andai saja dia memiliki kakak perempuan ataupun kakak ipar seperti Ceyda dia tidak akan merasa kesepian lagi karena dia juga merasakan seperti ada kehadiran ibu kalian kembali.
.
.
.
Jangan lupa tinggalin jejak komen dan like nya yaw❤️
Tbc
__ADS_1