
SELAMAT MEMBACA SEMOGA SUKA DENGAN CERITANYAπ
.
.
.
"Selamat menikmati tuan dan nyonya" ujar pelayan itu setelah meletakkan hidangan di meja.
"Terimakasih" ujar Ceyda tersenyum kepada pelayan itu.
Zev yang mendengar dan melihat Ceyda istrinya itu tersenyum kepada pelayan laki-laki itu pun tiba-tiba seperti merasakan hawa sedikit panas di dada nya, ya karena tentu saja pelayan itu laki-laki, mungkin jika pelayan perempuan dia masih bisa mentolerir nya.
Tapi memangnya kenapa dia harus merasa cemburu mungkin, segera di tepis nya rasa itu yang tiba-tiba menyerbu kan hawa panas di dada nya.
"Jika sudah pergilah!" ujar Zev dengan suara tegas dan kesan arogan nya.
Pelayan laki-laki itu yang sempat terpesona dengan penampilan wanita cantik istri dari Zev Winston pun buru-buru menetralkan wajah nya dan langsung keluar dari kamar hotel itu begitu mendengan suara tegas pria gagah itu setelah menundukkan badan untuk berpamitan.
Sedangkan Ceyda dia terheran dengan raut wajah Zev yang tiba-tiba seperti sedang dirundung kesal.
Setelah menutup pintu kamar hotel dengan cukup keras akibat tidak bisa menutupi raut kesal nya, Zev berjalan menghampiri istrinya itu yang sedang menatap nya dari sofa.
__ADS_1
"Tuan kenapa anda menutup pintu dengan keras? apa ada ma..." belum selesai Ceyda berbicara Zev langsung menyahut nya.
"Makan lah cepat!" ujar Zev tegas.
Ceyda yang akan bertanya lagi mengurungkan niat nya karena melihat raut wajah Zev yang sedang kesal, dia pun langsung memulai makan sarapan nya sesuai perintah suaminya begitu pun dengan Zev yang langsung memakan sarapan dengan cepat lantaran masih menahan kesal.
Beberapa menit mereka telah selesai dengan sarapan pagi di awal hari pertama menjadi suami istri dengan sunyi dan hening yang hanya ada suara dentingan sendok yang saling beradu.
"Jangan tersenyum pada orang lain apalagi itu laki-laki!" ujar Zev tegas setelah selesai mengusap mulutnya dengan tisue.
"Hah? Memangnya kenapa? Apa tersenyum itu salah?" ujar Ceyda bingung dengan menautkan kedua alisnya.
"Kau sekarang adalah istri Zev Winston jadi jangan sembarangan tersenyum kepada orang lain dan jangan membuatku malu dengan tingkah mu" ujar Zev tegas tanpa melihat ke arah Ceyda.
Tiba-tiba dadanya cukup merasakan sesak ketika mendengar suaminya kini dihari pertama pernikahan nya mengatakan jika dirinya membuat suaminya malu.
"Ayo pulang" ujar Zev beranjak tanpa melihat Ceyda yang masih termenung akan penuturan nya.
Ceyda pun langsung tersadar dan mengatur nafas nya yang sesak, dia langsung mengambil tas kecil yang dia bawa.
Karena barang-barang yang lain akan di antar ke rumah tanpa perlu repot-repot membawa nya. Orang kaya mah bebas yaa.
Zev langsung berlalu begitu saja tanpa menunggu Ceyda, entah karena lupa sudah memiliki istri atau memang sudah terbiasa apa-apa sendiri atau karena dia masih kesal dengan kejadian tadi? Entah lah sepertinya dia masih kesal dengan istri kecil nya itu.
__ADS_1
Ceyda yang melihat Zev pergi tanpa menunggu nya pun buru-buru mengejar Zev setelah mengambil tas kecil nya.
Ceyda berlari-lari kecil untuk mengikuti langkah kaki Zev yang lebar.
Bruk
Tanpa memperhatikan jalan nya yang terburu-buru Ceyda pun terjatuh akibat memakai heels yang Zev berikan tadi dengan jalan yang terburu-buru.
Zev yang mendengar suara orang terjatuh pun menghela nafas nya, dia tahu siapa lagi jika bukan gadis itu yang terjatuh.
Zev berbalik dan melihat Ceyda yang sedang meringis karena kaki nya yang terkilir.
Zev mendekat kan tubuh nya dan ikut berjongkok di hadapan Ceyda.
"Kenapa tidak berhati-hati hah, kedua kali nya kau membuat ku malu" ujar Zev bicara dengan pelan tanpa sadar dan tanpa memikirkan perkataan nya yang akan menyakiti hati istri kecil nya untuk yang kedua kali nya di hari pertama pernikahan mereka.
.
.
.
Tbc
__ADS_1
ππππ