
SELAMAT MEMBACA SEMOGA SUKA DENGAN CERITANYA💖
.
.
.
"Baiklah kalian langsung istirahat saja di kamar, biar nanti ada maid yang akan ke kamar untuk mengobati kaki mu nak" ujar Oma Laura.
"Tidak perlu, aku yang akan mengobati nya" ujar Zev lalu berlalu menaiki tangga menuju kamar nya di lantai dua.
Oma yang mendengar jawaban Zev pun tersenyum tipis.
"Walaupun cuek kamu perhatian pada istrimu Zev" gumam Oma Laura sambil tersenyum.
Lalu Oma Laura pun langsung pergi menuju ke kamar nya untuk beristirahat.
.
.
Di dalam kamar, Zev meletakkan istrinya dengan perlahan di ranjang king size nya setelah menutup pintu kamar nya.
Sedangkan Ceyda dia sedang bersandar di kepala ranjang dan menatap takjub pada desain interior di kamar Zev yang terkesan mewah, elegan dan kamar yang bernuansa hitam dan abu yang menggambarkan kamar seorang pria.
Zev langsung mengambil kotak obat yang ada di laci nakas di samping tempat tidur nya. Dia lalu mengambil salep pereda nyeri dan langsung mengoleskannya di kaki istrinya yang sedikit lebam akibat terkilir dan sedikit memijat kaki istrinya agar lebih bisa meredakan nyeri nya.
Ceyda hanya terdiam melihat Zev yang sedang mengobati kakinya. Dia sedikit meringis kala Zev memijat dengan lembut kaki nya.
Shhh...
__ADS_1
Zev yang mendengar ringisan istrinya langsung menatap nya.
"Apa sangat sakit?" tanya Zev dengan wajah datar nya untuk menyembunyikan rasa khawatir nya.
"Hanya sedikit" ujar Ceyda.
"Lain kali berhati-hati lah jangan ceroboh apalagi sampai terluka seperti ini" ujar Zev tanpa melihat istrinya, dia masih memijat lembut kaki istrinya.
Setelah selesai memijat kaki Ceyda, dia pun langsung mengatur posisi istrinya agar terbaring dengan nyaman dan menyelimuti nya.
"Istirahat lah, aku ada sedikit pekerjaan" ujar Zev.
"Jika membutuhkan sesuatu panggil saja maid, nanti ada maid di depan kamar" ujar Zev.
"Baiklah" ujar Ceyda mengangguk.
Setelah memastikan posisi istrinya nyaman, Zev pun langsung berlalu keluar dari kamar dan menuju ruang kerja nya yang terletak di sebelah kamar nya, setelah memberikan perintah pada maid untuk berjaga jika istrinya membutuhkan sesuatu.
.
.
Zev yang sedari tadi memantau istrinya itu dari kamera cctv yang ada di kamar nya pun mengetahui setiap gerak gerik istrinya.
Mungkin kmu sangat lelah dan langsung terlelap.
Batin Zev.
Zev tersenyum tipis menyaksikan istrinya terlihat nyaman tertidur di kamar nya.
"Baru satu hari menjadi istriku, kamu sudah memulai memberikan rasa lain yang aku rasakan" gumam Zev.
.
__ADS_1
.
Hari beranjak menjadi siang, tepat waktu nya untuk melakukan makan siang bersama.
Zev yang melihat jam tangan nya sudah menunjukkan jam makan siang, setelah selesai mengerjakan sedikit pekerjaan yang di kirim oleh asisten nya pun bergegas keluar dari ruang kerjanya dan menuju ke kamar nya untuk mengecek keadaan istrinya.
"Pergilah" ujar Zev begitu melewati maid yang ada di depan kamar nya.
"Baik tuan, nyonya besar dan yang lain sudah menunggu di meja makan" ujar maid tersebut dan berlalu pergi meninggalkan kamar tuan nya menuju dapur.
Zev memasuki kamar nya dan melihat istrinya masih tertidur pulas. Zev mendekati ranjang nya dan mengelus lembut kepala istrinya dan mengecup dahi istrinya dengan lembut.
Sedang tertidur pun terlihat cantik.
Gumam nya sambil mengelus pipi istrinya.
Ceyda yang merasa ada sapuan halus di pipinya pun merasa terusik dan akan membuka matanya.
Zev yang melihat itu dengan segera mungkin menarik tangan nya dari pipi istrinya.
Ceyda mengerjap kan mata nya, begitu membuka matanya dia sedikit terkejut melihat Zev yang sedang menatap nya di samping nya.
"Tuan..." lirih Ceyda yang agak terkejut.
"Bangunlah, saat nya makan siang" ujar Zev.
.
.
.
Tbc
__ADS_1
Like dan Komen nya guyss✨
Dukungan lewat Vote nya juga jangan lupaa💙🤪