Pria Aroganku

Pria Aroganku
Memulai Yang Baru


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMOGA SUKA DENGAN CERITANYAđź’–


.


.


.


"Jadi untuk pindah hari ini ?" tanya Oma.


"Iya Oma" ujar Zev.


"Yah kenapa harus pindah si kak, kan tinggal sama kak Cey baru sebentar" sahut Ziva dengan lesu.


Ceyda yang duduk di sebelah Ziva pun mengusap kepala adik ipar nya itu.


"Kita masih bisa bertemu kok, kamu bisa main ke rumah nanti, iya kan Zev?" ujar Ceyda meminta persetujuan suaminya.


"Ya, lagi pula bukan pindah negara dasar anak manja" ujar Zev menggelengkan kepala.


"Ish dasar kak Zev nyebelin" ujar Ziva.


"Sudah jangan cemberut nak, cepat berangkat kuliah nanti terlambat" ujar Oma.


"Baiklah Oma, aku berangkat dulu ya" ujar Ziva pamit pada semua orang.


"Kami mau langsung pergi Oma" ujar Zev berpamitan pada Oma.


Oma pun mengangguk.


"Pamit ya Oma" ujar Ceyda sambil mencium tangan Oma begitu pun dengan Zev.


"Iya sayang hati-hati dijalan ya kalian" ujar Oma.


"Ibu kami pamit ya" ujar Ceyda pada Ibu mertua nya dan hanya di jawab anggukan saja tanpa mau menerima uluran tangan nya untuk mencium tangan ibu mertuanya itu.


Ceyda yang mendapati perlakuan seperti itu pun hanya tersenyum getir.


"Cepatlah" ujar Zev kala melihat senyum getir dari wajah cantik istrinya, entah mengapa ada rasa sakit kala melihat sang istri diperlakukan seperti itu oleh orang lain.


Ceyda pun berjalan menyusul Zev memasuki mobil, dan mobil melaju membelah jalanan kota menuju mansion baru mereka, oh tidak hanya mansion baru bagi Ceyda karena mansion tersebut sudah lama menjadi milik Zev hanya saja jarang untuk di tempati.


_


_


Satu jam kemudian.


Tibalah mereka di mansion mewah yang tak kalah mewah dari mansion utama, sebab mansion ini seperti di desain untuk privat atau keluarga inti saja. Karena di mansion ini lebih bersifat pribadi dan tertutup.


Mansion bergaya eropa yang terlihat simple tapi mewah dan elegan.


__ADS_1


Setelah mobil memasuki area gerbang dan mendekati mansion, Ceyda pun melihat sekeliling halaman yang cukup asri walaupun terkesan tertutup dan ada beberapa bodyguard yang berjaga di setiap sudut tempat nya. Dan para bodyguard yang menyambut kedatangan bos besar dan nyonya muda.


Dia cukup terheran mengapa banyak bodyguard yang berjaga entah itu di mansion utama maupun di mansion Zev ini, namun kembali lagi mungkin suaminya terlalu kaya jadi perlu untuk keamanan.


Kesan pertama yang Ceyda rasakan adalah mansion ini terlihat sangat nyaman dan cukup menenangkan. Walaupun kesan mewah dan elegan nya masih sangat kental.


"Apa kau menyukainya?" tanya Zev setelah mereka keluar dari mobil.


"Heum iya aku menyukainya" ujar Ceyda tersenyum.


"Masuklah" ujar Zev.


Ceyda dan Zev pun berjalan beriringan memasuki mansion.


Baru masuk pertama kali sudah disuguhkan dengan pemandangan mewah ruang utama.



Ruang yang dipadukan dengan warna abu hitam dan gold yang menimbulkan kesan yang mewah.


Di sana sudah terlihat beberapa pelayan yang berbaris.


"Selamat pagi dan selamat datang tuan dan nyonya" ujar kepala pelayan menyambut kedatangan tuan dan nyonya rumah ini.


"Selamat pagi" ujar Ceyda tersenyum.


"Ini adalah kepala pelayan di mansion ini, jika membutuhkan sesuatu kau bisa meminta padanya" ujar Zev.


Dan Ceyda hanya menganggukkan kepala nya saja.


"Ini kamar kita, kau bisa langsung beristirahat" ujar Zev.



Kesan yang sangat maskulin itulah yang di dapat dari kamar utama.


Ceyda pun berjalan memasuki kamar utama yang akan menjadi tempat peraduan nya selama tinggal disini. Dan dia duduk di tepi ranjang.


"Ada urusan di kantor jadi aku tinggal dulu, jika membutuhkan sesuatu ada interkom untuk menghubungi pelayan" ujar Zev.


"Hm baiklah" ujar Ceyda.


Zev menghampiri Ceyda dan mencium kening istrinya itu.


Cup


"Istirahatlah" setelah mengatakan itu Zev berlalu begitu saja meninggalkan Ceyda.


Sedangkan Ceyda dia masih mematung mendapati hal ini pertama kali kala dia tersadar, padahal hal ini sudah beberapa kali ia dapati kala Zev pergi ke kantor namun itu dalam kondisi masih tertidur.


Karena rasa gengsi yang dimiliki Zev, jadi dia hanya bisa mencium istrinya secara diam-diam. Namun sekarang berbeda.


"Astaga" ujar Ceyda yang tersadar dari lamunan nya.

__ADS_1


Dia kemudian memutuskan untuk beristirahat.


_


_


_


Keesokan harinya.


Mereka berdua telah bersiap untuk sarapan pagi.


"Hm tuan apa boleh aku memasak mulai besok?" tanya Ceyda.


Karena dia sudah lama sejak menikah dengan Zev tidak diperboleh kan untuk ikut membantu memasak di dapur dengan dalih masih pengantin baru seperti apa yang di katakan Oma Laura dan sangat di manjakan sekali di mansion utama, padahal dia merasa tidak enak sekali apalagi sekarang dia telah menjadi menantu.


Zev pun terdiam dengan pertanyaan istrinya itu.


"Untuk apa memasak? aku memperkejakan pelayan untuk bekerja jadi biarkan mereka saja yang memasak" ujar Zev.


"Tapi tuan, aku juga ingin melaksanakan tugas sebagai istri di rumah ini" ujar Ceyda dengan cemberut.


Sebenarnya dia tahu jika Zev tidak akan mengizinkan nya untuk memasak tapi bagaimana lagi dengan hobi nya yang suka memasak dia rasa tidak bisa sehari tidak memegang peralatan di dapur.


"Aku menjadikan mu istri bukan untuk memasak di dapur, kau bisa melakukan tugas sebagai istri hanya untuk melayani ku dan tidak untuk memasak" ujar Zev kekeh.


"Huftt, aku mohon tuan, boleh yah" ujar Ceyda dengan tatapan memohon nya.


"Baiklah, tapi janji tidak untuk terluka, jika saja aku melihat tangan ini tergores saja makan ucapkan selamat tinggal untuk acara memasak mu itu" ujar Zev dengan mengusap kedua tangan istrinya yang lembut.


Ceyda pun tersenyum dengan senang.


"Terimakasih banyak tuan" ujar Ceyda dengan semangat.


"Ya baiklah, dan berhenti memanggilku tuan, panggil lah dengan nama lain, bukan kah sudah ku ingatkan berkali-kali" ujar Zev.


"Baiklah, tapi dengan nama panggilan apa?" tanya Ceyda dengan berfikir.


"Panggil sayang saja bagaimana?" ujar Zev.


"Sa- yang?" ujar Ceyda dengan wajah bersemu.


"Ya itu lebih baik, mulai sekarang panggil aku dengan panggilan itu untuk seterusnya, bukankah kita akan memulai sesuatu yang baru?" tanya Zev memastikan.


"Ya tentu saja" jawab Ceyda dengan mengangguk.


Setelah melakukan rutinitas paginya, mereka berdua pergi untuk melakukan kesibukan masing-masing.


Kali ini Zev memutuskan untuk mengantar istrinya ke kedai cake untuk melakukan pengecekan kedai Azra.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like komen dan vote nya buat author yaađź’–


__ADS_2