
"Hem baiklah cucu Oma, nanti Oma carikan chef nya" ujarnya sambil mengelus kepala Ziva.
"Wahh terimakasih Oma sayang" ujar Ziva sambil memeluk Omanya.
___
Keesokan harinya.
Nyonya Laura mengunjungi kedai cake Azra Bakery, selain untuk membeli cake seperti biasanya, dia juga ingin menanyakan siapa chef yang membuat cake seenak itu.
Yap Nyonya Laura akan menanyakan demi untuk cucu nya itu.
Kemudian Nyonya Laura memasuki kedai cake itu.
"Permisi nyonya, apa ada yang bisa di bantu?" tanya Angel.
Angel yang bertugas di bagian kasir, kadang bergantian dengan Ceyda maupun Lili. Karena kali ini Ceyda harus membuat cake untuk memenuhi pesanan snack untuk acara peresmian sebuah toko, jadi Angel yang menggantikan nya di bagian kasir.
"Ini mbak saya mau pesen cupcake rendah gula 2 box dan dibungkus" ujar Nyonya Laura.
"Baik nyonya apa ada tambahan lagi?" tanya Angel sambil memasukkan daftar pesanan di komputer.
"Em ini mbak saya mau tanya yang membuat cake dikedai ini siapa ya? karena saya mau minta bantuan untuk membantu cucu saya karena ingin belajar membuat cake dirumah" ujar Nyonya Laura.
"Obegitu nyonya, baiklah nyonya silahkan duduk dulu, sebentar saya akan panggilkan yang membuat cake" ujar Angel sopan.
Nyonya Laura pun duduk dan Angel berlalu kebelakang untuk memanggil Ceyda.
__ADS_1
"Cey apa kamu masih sibuk?" tanya Angel.
"Em tidak, ada apa memangnya?" tanya Ceyda sambil mengerutkan alisnya.
"Itu didepan ada pelanggan yang bernama Nyonya Laura langganan setia kedai kita, dia ingin minta tolong untuk diajari membuat cake" ujar Angel.
"Nyonya Laura Winston?" tanya Ceyda dalam hati.
"Baiklah aku akan ke depan" ujar Ceyda.
Kemudian Ceyda berlalu menuju ke depan dan dia menghampiri dimana Nyonya Laura duduk.
"Permisi nyonya, saya pembuat cake di kedai ini, apa ada yang bisa saya bantu nyonya?" tanya Ceyda.
"Duduk dulu mbak Ceyda kan ya?" tanya Nyonya Laura.
"Iya nyonya, saya Ceyda yang membuat cake di kedai ini" ujar Ceyda ramah.
"Karena dia sangat ingin belajar membuat cake yang rasanya enak seperti buatan kamu nak" imbuhnya.
"Saya mohon ya kamu mau membantu saya" pinta Nyonya Laura.
"Baiklah nyonya, saya akan mencoba untuk membantu" jawab Ceyda dengan tulus.
"Ini kebetulan atau apa, entahlah, setidaknya dengan cara ini aku bisa membantu nyonya Laura sekaligus membantu Rendy" gumam Ceyda dalam hati.
"Terimakasih banyak nak, kamu baik sekali" ujar Nyonya Laura dengan tersenyum tulus.
__ADS_1
"Oiya apa bisa nanti setelah kedai tutup kamu langsung ke rumah saya nak?" tanya Nyonya Laura.
"Baik saya bisa nyonya, setelah menutup kedai saya langsung ke rumah nyonya" ujar Ceyda tersenyum.
___
Siang hari di kediaman Zev.
"Oma bagaimana? apa sudah ada yang mau mengajariku membuat cake?" tanya Ziva penuh binar.
"Kamu ini baru pulang langsung tanya seperti itu" Nyonya Laura sambil menggelengkan kepalanya.
Ziva hanya nyengir kuda mendengar penuturan Omanya.
"Sudah cucuku, Oma tadi sudah memintanya untuk datang dan mengajarimu" ujarnya.
"Asyikk terimakasih banyak oma, aku sudah tidak sabar untuk membuat cake" jawabnya penuh antusias.
___
Hari telah petang, Ceyda baru selesai membereskan kedai dan kemudian menutupnya.
Setelah semuanya selesai dia langsung pergi ke kediaman Nyonya Laura dan Ceyda juga sudah mengabari Ibunya jika dia akan pulang telat dan ada pekerjaan lain.
.
.
__ADS_1
.
Tbc