
SELAMAT MEMBACA GUYS💖
Semoga suka dengan karya anak kost ini🤪
Maaf ya kalo karya nya kurang bagus karena nulis nya masih amatiran😉
.
.
.
"Lalu bagaimana dengan keadaan keluarga Ceyda, mereka baik-baik saja kan?" tanya Oma khawatir.
"Tadi Om Bryan pingsan karena dia mengalami syok berat, Om terkejut dengan nominal hutang itu padahal Om tidak memiliki hutang pada siapa pun tapi di berkas itu tertera nama Om Bryan, jadi Om Bryan syok sampai pingsan terus tadi sama kak Zev dibawa ke rumah sakit, dan sekarang Om Bryan menjalani rawat inap di rumah sakit" jelas Ziva panjang lebar.
"Ya tuhan, besok Oma akan menjenguk Ayah nya Ceyda, kamu temani Oma ya nak setelah pulang kuliah" ujar Oma Laura.
"Okey siap Oma" ujar Ziva.
_
_
_
Mentari pun terbit menyapa seluruh makhluk bumi untuk bangun dari gelap nya malam.
Di kediaman keluarga besar Winston.
Penghuni rumah mewah itu tepatnya keluarga Winston sedang sarapan pagi bersama di meja makan seperti biasa untuk mengisi energi sebelum beranjak beraktivitas.
Sedangkan para pelayan seperti biasa sedang melayani tuan rumah nya, sedangkan seluruh pengawal masih tetap berjaga setiap hari, karena mereka di bayar mahal oleh Zev yang di khusus kan untuk menjaga kediaman Winston. Lalu ada beberapa pengawal juga yang akan ikut mengawal kemanapun anggota keluarga Winston bepergian. Karena Zev ingin menjaga keamanan keluarga nya dan orang-orang yang dia sayangi tentu saja yaitu Oma dan Ziva.
"Zev nanti Oma izin mau ke rumah sakit untuk menjenguk Ayahnya Ceyda" ujar Oma Laura meminta izin pada cucu tampan nya itu.
"Baiklah Oma berhati-hati lah, Oma pergi sendiri?" tanya Zev.
"Tidak, Oma akan pergi dengan Ziva setelah pulang kuliah" jelas Oma Laura.
"Iya kak aku akan ikut sama Oma jadi kakak tidak perlu khawatir" Ziva pun meyakinkan kakak nya.
"Oke" ujar Zev.
"Oiya Oma aku ingin mengatakan sesuatu" ujar Zev setelah selesai dengan sarapan nya.
"Ada apa nak?" tanya Oma Laura.
"Aku memutuskan untuk menikah dan gadis itu juga sudah menyetujui nya" ujar Zev.
__ADS_1
"Gadis itu? maksudnya kak Cey kak?" tanya Ziva sambil mengerutkan alis nya karena tidak mengerti dengan perkataan kakak nya itu.
"Hem" jawab Zev.
"Wah ini kabar bahagia, syukurlah jika Ceyda sudah menyetujui nya untuk menikah dengan mu nak, Oma seneng banget, akhirnya akan memiliki cucu menantu di keluarga ini dan akan ada penerus Winston nanti nya" ujar Oma Laura dengan raut wajah yang bahagia.
"Yey akhirnya kak Cey mau jadi kakak ipar ku" Ziva pun memasang raut wajah yang bahagia dan girang karena saking senang nya.
Zev pun ikut tersenyum melihat bagaimana raut wajah Oma dan adik nya yang sangat bahagia mendengar kabar tentang persetujuan Ceyda untuk menikah dengan nya.
Sedangkan Ibu Meta hanya pura-pura ikut tersenyum dikala hati nya sedang berkecamuk kala mendengar kabar ini.
"Ya sudah aku akan berangkat ke kantor sekarang Oma" pamit Zev sambil mencium tangan Oma nya dan mencium puncak kepala adik nya lalu bergegas pergi tanpa berpamitan pada Ibu tirinya seperti biasa.
Ibu Meta yang mendapat perlakuan seperti itu pun sudah biasa dan hanya bisa tersenyum kecut saja.
"Oma Mama, aku juga langsung berangkat kuliah ya ada kelas pagi soalnya takut telat" ujar Ziva lalu mencium tangan Oma dan Mama nya seperti biasa nya.
"Iya nak hati-hati dijalan" pesan Oma Laura.
"Iya sayang" ujar Ibu Meta.
"Baik Oma" ujar Ziva lalu berlalu pergi meninggalkan rumah.
_
_
_
"Ibu ini aku sudah membawakan baju ayah dan ibu serta keperluan lain nya" Ziva berjalan memasuki ruang rawat inap Ayah nya.
Karena dia pagi-pagi pulang ke rumah untuk bersiap akan pergi ke kedai juga mengambil baju dan beberapa keperluan untuk rawat inap ayahnya dan membereskan rumah yang kemarin sempat kacau.
Sebelum ke kedai dia mengantar kan terlebih dahulu baju serta keperluan ayah dan ibu nya ke rumah sakit.
"Letak kan di atas nakas nak" ujar Ibu Aylin yang sedang menyuapi Ayah Bryan sarapan pagi menggunakan menu dari rumah sakit.
"Mau langsung ke kedai nak?" tanya Ayah Bryan kala melihat putri nya sudah rapih.
"Iya ayah" ujar Ceyda lalu duduk di sofa setelah meletakkan keperluan yang dia bawa tadi.
"Sarapan dulu sayang tadi ibu juga sudah membelikan sarapan untuk mu" ujar Ibu Aylin pada putrinya itu.
"Baik terima kasih ibu ku sayang" ujar Ceyda menghampiri ibunya lalu memeluk nya.
"Ayah tidak dipeluk nih?" Ayah Bryan pun memasang wajah pura-pura cemberut. Dia sedang menyembunyikan raut wajah bahagia nya melihat dua malaikat hatinya.
"Ih ayah cemburuan sama ibu" ujar Ceyda lalu menghampiri ayah nya begitu pun dengan ibunya dan sama-sama memeluk ayah Bryan.
__ADS_1
"Sayang banget sama istri dan putri ayah ini" ujar ayah Bryan sambil memeluk istri dan putri nya itu dalam posisi tidur karena badan nya belum benar-benar pulih.
"Hum ayah cepet sembuh yah, biar kita bisa kumpul-kumpul makan bareng lagi dirumah, karena rumah terasa sepi" ujar Ceyda.
"Iya nak doa kan saja semoga ayah cepat sembuh" ujar ayah Bryan sambil mengelus kepala putrinya.
"Baiklah Cey akan sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat" ujar Cey sambil melerai pelukannya dan menuju sofa untuk memakan sarapan nya.
_
_
Beberapa menit berlalu Ceyda pun telah selesai memakan sarapan nya. Lalu Ceyda teringat akan sesuatu.
"Ayah ibu, Cey ingin menyampaikan sesuatu" ujar Ceyda.
"Apa itu nak?" tanya Ibu Aylin.
"Ini mengenai keputusan ku untuk menikah dengan Zev bu" ujar Ceyda.
"Lalu bagaimana keputusan mu?" tanya ayah Bryan.
Ibu nya pun ikut penasaran dengan keputusan putri nya.
"Mengenai pernikahan ini aku menyetujui nya untuk menikah dengan Zev" ujar Ceyda mantap.
"Syukurlah" ujar Ibu Aylin lega dengan wajah raut bahagia nya, akhirnya putrinya akan menikah juga.
"Kamu sudah mantap dengan keputusan mu itu kan nak?" tanya ayah Bryan.
"Iya ayah" ujar Ceyda sambil tersenyum.
"Baiklah nak" ayah Bryan pun tersenyum dikala melihat putri nya tersenyum.
"Ibu seneng banget akhirnya kamu mau menikah juga nak, dari pada menunggu sesuatu yang tidak pasti mendingan menyetujui yang pasti, iya kan ayah?" ujar Ibu Aylin dengan raut bahagia nya.
"Iya ibu" ujar ayah Bryan sambil menggelengkan kepala nya melihat tingkah istri nya.
"Baiklah aku berangkat ke kedai dulu ayah ibu" pamit Ceyda sambil mencium tangan ayah dan ibu nya lalu bergegas pergi melajukan sepeda motor nya ke kedai karena sudah menjelang siang.
Sebelum nya Ceyda pun sudah mengirim pesan pada Lili dan Angel jika dia akan ke kedai terlambat karena ayah nya ada di rumah sakit.
.
.
.
Tbc
__ADS_1
Like dan Komen nya yuu guys jangan lupa yak🤪💖