Pria Aroganku

Pria Aroganku
Terkejut


__ADS_3

"Maafkan aku Ibu" ujar meta menunduk.


Kemudian Nyonya Laura pergi begitu saja menuju kamar nya, karena pagi-pagi sudah membuat mood nya buruk sekali.


Meta masih duduk dimeja makan dengan perasaan cemas dan sedikit tersinggung mengenai ucapan Ibu mertua nya tadi mengenai dirinya.


Dia harus siap-siap mengenai apapun yang terjadi nantinya karena sepertinya dia tidak akan bisa menggagalkan rencana pernikahan Zev kali ini, karena yang dia lihat Ceyda itu gadis yang sangat baik.


Dulu waktu Zev sudah bertunangan dengan Riva dia sudah memikirkan segala cara agar Zev tidak jadi menikah karena dia tahu jika Riva berselingkuh dari Zev dan Meta memanfaatkan kesalahan Riva dan mengungkapkan nya sehingga Zev mengetahui penghianatan Riva.


Maka dari itu Zev bisa melihat secara langsung penghianatan Riva itu tidak lepas dari campur tangan Ibu tiri nya itu.


"Bagaimana ini" gumam Meta pada dirinya sendiri.


"Aku harus memikirkan rencana lain nya lagi, jika aku tidak bisa menggagalkan rencana pernikahan Zev dengan gadis itu, maka aku harus membuat nya tidak betah di rumah ini, yah itu cara yang bagus" gumam nya lagi dalam hati.


Dia pun kembali ke kamar nya dengan perasaan cemas dan campur aduk untuk bersiap dan menjalankan aktivitas nya seperti biasa yaitu menemui teman-teman arisan nya.


___


Di kantor Zev sedari tadi tidak fokus dengan pekerjaan nya, karena dia memikirkan bagaimana nantinya mengenai keputusan Ceyda jika Oma nya sudah menyampaikan mengenai perencanaan pernikahan itu.


Entah mengapa dia takut jika Ceyda menolak nya, karena pada dasar nya dia tidak menyukai sebuah penolakan apalagi ditolak oleh seorang gadis, padahal banyak sekali wanita yang mengejarnya apalagi memberikan tubuh nya dengan suka rela pada nya, jatuh dong harga diri nya jika Ceyda menolak untuk menikah dengan nya.


"Awas saja jika dia menolak untuk menikah dengan ku" dengus nya dengan sebal.


___


Sore hari seperti biasanya setelah menutup kedai Ceyda mengunjungi kediaman mewah Winston.


"Oma" ucap nya tersenyum dan mencium tangan Nyonya Laura.


Yah setelah kurang lebih dua bulan dekat dengan keluarga Winston, Nyonya Laura meminta Ceyda agar memanggil dirinya seperti Ziva. Dengan Ceyda memanggil "Oma" itu akan semakin lebih baik agar lebih dekat lagi sesuai rencana Nyonya Laura agar Ceyda semakin dekat dan terbiasa dengan keluarga Winston.


"Ayo masuklah nak, Ziva sedang mandi dia baru saja pulang" ajak Oma sambil menyuruh Ceyda untuk duduk di ruang keluarga.


"Oiya sambil menunggu Ziva turun, Oma ingin membicarakan hal yang serius dengan mu nak"


"Hal serius apa Oma? apa ini mengenai Ziva?" tanya Ceyda dengan alis bertaut.


"Ini bukan mengenai Ziva saja, tapi ini mengenai dirimu dan masa depan keluarga Winston nak Cey" Oma Laura tersenyum


"Ziva sangat menginginkan mempunyai kakak ipar dan Oma juga menginginkan cicit untuk meramaikan rumah sekaligus kebahagiaan keluarga ini"

__ADS_1


Ceyda menatap Oma Laura dengan wajah nya yang bingung.


"Oma ingin mengatakan mengenai hal pernikahan"


"Pernikahan? wah apa ada yang akan menikah di keluarga ini Oma?" tanya Ceyda.


"Yah akan ada pernikahan yang membahagiakan di rumah ini, Zev akan menikah dan Oma ingin menanyakan hal ini pada mu nak"


"Apa kamu mau untuk menikah dengan Zev? karena Ziva dan Oma sangat menyukai dan menginginkan mu untuk menjadi menantu di rumah ini nak" tanya Oma Laura tersenyum sambil menggenggam kedua tangan Ceyda.


Ceyda pun terkejut dengan pertanyaan Oma Laura, dia secara spontan menarik tangan nya karena sangat terkejut.


Ceyda hanya terdiam dengan pertanyaan Oma Laura.


Oma Laura pun memahami dengan reaksi dari Ceyda seperti ini, karna gadis itu pasti akan terkejut dengan pertanyaan spontan nya itu.


"Oma ingin yang menjadi menantu dan yang akan melahirkan penerus keluarga ini adalah dirimu nak Cey" ujar Oma Laura tersenyum menatap Ceyda.


"Bagaimana nak kamu mau kan?" pinta Oma Laura penuh harap agar Ceyda mau menyetujui permintaan nya itu.


"Pernikahan? Bagaimana ini, aku sudah memiliki Rendy kekasihku aku tidak mungkin menikah dengan pria lain" gumam Ceyda dalam hati.


"Nak Cey?" panggilan Oma Laura membuyarkan lamunan Ceyda.


"Apa nak? bagaimana? jika kamu masih bingung dan ragu kamu bisa memikirkan nya nak, tidak harus sekarang kamu jawab permintaan Oma nak" ujar Oma Laura menenangkan Ceyda.


"Pikirkan baik-baik permintaan Oma dan ambil lah keputusan yang tepat nak" ujar Oma Laura dengan tersenyum menatap Ceyda.


"Itu Ziva sudah turun" Ujar Oma Laura sambil melihat Ziva yang sedang menuruni tangga.


"Yasudah itu saja yang ingin Oma katakan semoga kamu mengambil keputusan yang tepat nak" ujar Oma Laura dan berlalu menuju kamar nya.


"Iya Oma" jawab Ceyda tersenyum.


"Hay kak, aku kira kakak tidak jadi datang" ujar Ziva sambil memeluk Ceyda.


"Sudah kakak sesak napas tau" ujar Ceyda.


"Aku sangat merindukan kakak padahal baru beberapa jam tidak bertemu" Ziva terkekeh sambil melepaskan pelukan nya pada Ceyda.


"Tentu saja kakak datang untuk memenuhi permintaan gadis cantik ini" goda Ceyda sambil mencubit pipi Ziva.


"Ih kakak nanti pipi ku jadi besar bagaimana" keluhnya dengan cemberut.

__ADS_1


"Tidak apa nanti kan kamu jadi tambah menggemaskan" ujar Ceyda terkekeh.


"Ishh menyebalkan"


"Iya maafkan kakak Va, ayo katanya ingin membuat rainbow cake hem?" tanya Ceyda mengalihkan perhatian Ziva agar ceria kembali.


"Ayo kak" ajaknya antusias dan berlaku ke dapur.


Ceyda pun berjalan mengikuti gadis itu menuju dapur untuk berperang dengan alat tempur memasak.


"Kak Cey, kita selama kurang lebih dua bulan ini, selalu membuat cake itu-itu saja secara berulang-ulang, karena kita pernah beberapa kali gagal membuat cake nya" ujar Ziva panjang lebar.


"Tapi kali ini aku harus langsung bisa membuat rainbow cake yang enak" ujar nya menyemangati diri sendiri.


"Tidak apa Ziva sayang nama nya juga belajar kan pasti akan mengalami suatu kegagalan" ujar Ceyda menenangkan Ziva.


"Dulu juga kakak mencoba untuk membuat cake secara berulang-ulang, ya itu karena terkadang ada yang tidak mengembang cake nya atau rasanya kurang pas dan sampai pada akhirnya kakak bisa buka kedai cake, ya walaupun itu yang memiliki kedai orang tua kakak" Ceyda menceritakan sambil terkekeh.


"Wah iya kah kak, berarti kita sama dong" ujar Ziva.


"Hm hampir mirip si cuma lebih hebat kamu Va lebih cepat bisa bikin cake dari pada kakak" ujar Ceyda sambil terkekeh.


"Tapi kan tetep enak an cake buatan kak Cey daripada buatan ku"


"Nanti juga cake buatan mu akan lebih enak dari cake buatan kakak Va" ujar Ceyda sambil tersenyum.


"Btw siapa yang mengajari kakak membuat cake sampai sehandal ini kak?" tanya Ziva dengan penasaran.


"Kebetulan dulu nenek sangat suka membuat cake terus Ibu juga penasaran dan tertarik untuk membuat cake juga saking suka nya membuat cake sampai dulu Ibu punya cita-cita membuka kedai cake dan kakak di ajarin membuat cake oleh Ibu, maka dari itu sekarang kesampaian deh membuka kedai cake" ujar Ceyda panjang lebar sambil menguleni adonan untuk cake nya.


"Wahhh turun temurun dong keahlian kak Cey membuat cake" ujar Ziva dengan tersenyum.


"Kak Cey itu idaman banget tau, udah cantik, baik hati, penyayang dan jago masak lagi, pokok nya kak Cey the best deh" ujar Ziva sambil menunjukan dua jempol nya.


.


.


.


Tbc


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN GUYS❤️✨

__ADS_1


Biar semangat nulis nya✨


__ADS_2