Pria Aroganku

Pria Aroganku
Di Kantor


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA GUYSπŸ’–


Semoga suka dengan karya anak kost iniπŸ€ͺ


.


.


.


"Iya ibu" ujar ayah Bryan sambil menggelengkan kepala nya melihat tingkah istri nya.


"Baiklah aku berangkat ke kedai dulu ayah ibu" pamit Ceyda sambil mencium tangan ayah dan ibu nya lalu bergegas pergi melajukan sepeda motor nya ke kedai karena sudah menjelang siang.


Sebelum nya Ceyda pun sudah mengirim pesan pada Lili dan Angel jika dia akan ke kedai terlambat karena ayah nya ada di rumah sakit.


_


_


_


Di perusahaan Winston Group


Zev baru saja sampai di kantor nya.


"Pagi bos, hari ini ada rapat dengan para investor setelah jam makan siang" ujar Reyno mengingatkan.


"Baiklah" ujar Zev sambil memasuki ruangan nya.


Zev pun duduk di kursi kebesaran nya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan nya.


Beberapa menit pun berlalu dan dia baru saja teringat mengenai perjanjian kontrak pernikahan nya dengan Ceyda. Zev pun menuliskan beberapa persyaratan perjanjian pernikahan yang harus di setujui oleh kedua pihak yaitu dirinya dan Ceyda nanti selama pernikahan.


Setelah selesai membuat list mengenai persyaratan perjanjian itu, lalu Zev menghubungi sekretaris nya.


πŸ“ž


"Keruangan ku sekarang" ujar Zev.


"Baik bos" ujar Reyno.


πŸ“ž


Reyno pun langsung segera pergi ke ruangan bos nya.


Ceklek


"Permisi bos" ujar Reyno sambil memasuki ruangan Zev.


"Masuk lah" ujar Zev.


"Ada apa bos?" tanya Reyno.


"Aku ingin kau membuatkan surat perjanjian pernikahan kontrak" ujar Zev.


"Perjanjian pernikahan kontrak? buat apa bos?" tanya Reyno bingung.


"Wow apakah bos akan menikah?" tanya Reyno lagi dengan terkejut.


"Yah tidak usah banyak tanya kau buatkan saja surat perjanjian nya, aku sudah membuat list persyaratan nya" ujar Zev sambil memberikan beberapa kertas yang berisi perjanjian.


"Dan jangan beri tahu siapa pun mengenai surat perjanjian itu, jika sampai orang lain tau mengenai hal ini, maka akan ku potong gajimu dan tidak ada bonus lagi" ujar Zev.


"Dan lagi, jangan lupa siapkan bahan materi yang akan di presentasi kan nanti di rapat" titah Zev.


"Baik siap bos" jawab Reyno walaupun masih tidak mengerti mengapa bos nya tiba-tiba mau memutuskan untuk menikah, dia hanya menurut saja dengan perintah bos nya itu, dari pada gaji nya dipotong dan tidak akan mendapatkan bonus lagi.


Reyno pun keluar dari ruangan bos nya itu dan kembali ke ruangan nya untuk kembali bekerja serta menyiapkan bahan untuk meeting nanti setelah jam makan siang.


_


_


_


"Cey tadi ada yang memesan snack cake catering 50 box untuk acara tasyakuran untuk besok pagi" ujar Angel.


"Oke baiklah, kemungkinan kita akan lembur hari ini apa kalian tidak keberatan?" tanya Ceyda pada kedua sahabat nya.


"Tentu saja tidak Cey" ujar Angel tersenyum.


"Pasti dong kita tidak keberatan, apalagi ini pekerjaan yang menyenangkan" ujar Lili tersenyum senang.

__ADS_1


"Yap benar sekali apa kata Lili Cey" ujar Angel menimpali.


"Oiya aku juga baru ingat tadi ada pesanan juga 60 cupcake untuk besok malam Cey, tempat nya di resto Hotel Star, seperti biasa di sana ada acara dan pasti memesan cupcake atau cake lain dari kita" ujar Lili.


"Oke baiklah mari kita bekerja dengan semangat teman-teman" ujar Ceyda menyemangati sahabatnya.


"Semangat" jawab Angel dan Lili serentak.


_


_


Ceklek


"Permisi, bos meeting akan diadakan sepuluh menit lagi" ujar Reyno mengingatkan bos nya.


"Ya baiklah, lima menit lagi ke ruang meeting" ujar Zev.


"Baik bos" Reyno pun berlalu kembali keruangan nya untuk mengambil berkas yang akan di presentasikan dan sambil menunggu bos nya juga.


_


_


Dua jam kemudian, meeting pun berjalan dengan lancar dan Zev sudah kembali keruangan nya.


Ceklek


"Hai honey, apa kau merindukan ku?" tanya Jessica langsung menghampiri Zev dan duduk di pangkuan nya.


"Menyingkir lah, saya sibuk" ujar Zev.


"Baiklah honey jika kau sekarang sibuk, apa bisa besok malam kita makan malam hem?" tanya Jessica sambil membelai wajah Zev yang ditumbuhi bulu halus.


"Hm" ujar Zev.


Dia menyetujui nya karena sudah beberapa hari tidak bersenang-senang hanya berkutat dengan pekerjaan nya dan memikirkan rencana pernikahan nya dengan Ceyda.


"Benarkah kau mau honey?" tanya Jessica lagi.


"Ya, menyingkir lah dari hadapan ku cepat sebelum aku berubah pikiran!" titah Zev tegas.


Cup


"Baiklah honey aku pergi dulu, sampai bertemu besok malam" Jessica berlalu pergi meninggalkan ruangan Zev dan keluar dari gedung Winston Group lalu pergi ke butik untuk membeli pakaian yang akan digunakan untuk makan malah bersama Zev nanti.


_


_


_


Ziva dan Oma Laura pun sedang dalam perjalanan untuk mengunjungi rumah sakit tempat ayah Bryan dirawat karena Ziva baru saja sampai di rumah setelah menyelesaikan kelas nya.


Dan kini mobil mewah yang membawa Oma Laura dan Ziva yang di kendarai oleh supir pribadi nya pun telah sampai di rumah sakit kota.


"Kamu tau di mana ruang rawat inap nya kan sayang?" tanya Oma Laura.


"Iya oma, kan kemarin Ziva ikut ke rumah sakit"


Oma Laura pun berjalan bersama Ziva menuju ruang rawat inap ayah Bryan.


Tok tok tok


"Masuk" ujar Ibu Aylin.


"Permisi" ujar Ziva sambil membuka pintu ruang rawat inap itu setelah mendapat jawaban dari dalam.


"Nyonya Laura, Ziva, silahkan masuk" ujar Ibu Aylin berdiri untuk menyambut kedatangan Nyonya Laura dan Ziva.


"Silahkan duduk Nyonya dan Ziva" ujar Ibu Aylin tersenyum.


"Selamat datang nyonya" ujar ayah Bryan.


Mereka bertiga pun duduk di sofa, sementara ayah Bryan berbaring di ranjang pasien nya.


"Bagaimana keadaan nya pak Bryan?" tanya Nyonya Laura pada ayah Bryan.


"Sudah lebih baik nyonya" ujar ayah Bryan dan tersenyum.


"Iya nyonya sudah lebih baik, hanya butuh istirahat total agar cepat sembuh" ujar Ibu Aylin.


"Syukurlah jika begitu, oiya ini buah untuk pak Bryan bu" ujar Nyonya Laura mengambil buah dari tangan Ziva.

__ADS_1


Karena tadi sebelum ke rumah sakit mereka mampir dulu ke toko buah sebagai buah tangan untuk menjenguk ayah Bryan.


"Terimakasih nyonya, tapi nyonya tidak perlu repot-repot seperti ini" ujar Ibu Aylin tersenyum setelah menerima buah nya.


"Tentu saja tidak repot bu" ujar Nyonya Laura.


"Oiya selain saya datang kesini untuk menjenguk pak Bryan, saya juga ingin membicarakan mengenai pernikahan Zev dan Ceyda, bapak dan ibu sudah tau kan mengenai hal ini?" tanya Nyonya Laura.


"Iya nyonya kami sudah tau mengenai hal ini" ujar Ibu Aylin tersenyum.


"Mungkin kita bisa membicarakan rencana pernikahan selanjutnya dengan Zev dan juga Ziva" ujar Nyonya Laura.


"Iya benar nyonya" ujar ayah Bryan ikut menimpali.


_


_


_


Senja pun menyingsing, kedai cake Azra sudah tutup dan tidak menerima pembeli lagi, namun mereka bertiga masih ada di kedai karena harus lembur untuk membuat pesanan cake.


Sebelum itu Ceyda pun menghubungi Ibunya terlebih dahulu.


πŸ“ž


"Halo ibu" ujar Ceyda.


"Iya nak ada apa? apa kamu sudah pulang?" tanya Ibunya.


"Cey belum pulang bu, ini ada pesanan buat besok pagi, jadi kami sedang lembur dan bakal pulang telat" ujar Ceyda.


"Oke baiklah nak, nanti pulang nya hati-hati dan jangan lupa makan malam" Ibu Aylin mengingatkan putri nya itu.


"Iya siap ibu, bagaimana keadaan ayah bu?" tanya Aylin.


"Ayah masih sama seperti tadi pagi, memang butuh waktu untuk sembuh total dan sekarang ayah sedang tidur setelah minum obat" ujar Ibu Aylin.


"Semoga ayah cepat sembuh, apa ibu sudah makan malam? ibu harus makan tepat waktu dan ibu juga harus jaga kesehatan karena harus menjaga ayah di rumah sakit" pesan Ceyda pada ibunya.


"Iya nak ibu sudah makan tadi setelah ayah meminum obat nya" ujar Ibu Aylin.


"Baiklah ibu, Cey mau istirahat dan makan dulu sebelum membuat cake pesanan" ujar Ceyda.


"Baiklah nak" ujar Ibu Aylin.


Tut


πŸ“ž


Sebelum memulai pertempuran nya lagi dengan adonan dan oven, mereka bertiga sedang berada di kamar yang berada dilantai dua yang berisi gudang dan satu buah kamar untuk beristirahat apabila mereka lembur dan banyak pesanan.


"Temen-temen kita istirahat selama 1 jam ngga papa kan?" tanya Cey.


"Iya Cey tidak apa, yang penting kita bersih-bersih dulu, lalu istirahat sebentar" ujar Lili.


"Yups setuju" jawab Angel.


"Oiya ini pesanan nya mau diantar atau di ambil?" tanya Ceyda.


"Kalo untuk besok pagi diambil Cey pesanan nya" ujar Angel.


"Dan buat pesanan besok malam itu diantar" ujar Lili.


"Oke, oiya kita pesan makan malam saja ya?sambil menunggu kita bisa beristirahat" ujar Ceyda.


"Setujuu" seru Lili dan Angel.


"Okey baiklah, selamat beristirahat girls" ujar Ceyda sambil tersenyum melihat kekompakan sahabatnya.


"Selamat istirahat juga Cey" ujar Angel dan Lili.


Setelah satu jam berlalu mereka pun melanjutkan pekerjaan nya lagi untuk memenuhi pesanan besok pagi.


.


.


.


Tbc


LIKE DAN KOMEN NYA GUYS JANGAN LUPAπŸ’–βœ¨

__ADS_1


__ADS_2