
Selamat Membaca semoga suka dengan ceritanya✨
_
_
_
"Asyikkk, eh kak tunggu aku dong" Ziva pun berlari menyusul Zev memasuki mobil.
Kemudian Zev dan Ziva berlalu menaiki mobil menuju kediaman Ceyda.
Flashback Off
Pintu ruangan pemeriksaan Ayah Bryan pun terbuka, dan keluar lah Dokter yang memeriksa tadi.
Ceyda dan Ibunya pun langsung berdiri menghampiri Dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan suami saya dok?" tanya Ibu Aylin khawatir.
Begitu pun dengan Ceyda dia ikut menunggu Dokter itu berbicara mengenai bagaimana keadaan ayah nya.
"Keadaan suami anda sudah lebih baik, beliau mengalami syok berat apalagi sebelum nya pernah terkena serangan jantung, jadi masih harus dirawat inap di rumah sakit, dan harus istirahat yang cukup karena kondisi pasien sangat lemah dan untuk sementara tidak boleh mengalami hal-hal yang mengejutkan agar tidak semakin parah, untuk keadaan lebih lanjut kami akan melakukan tindakan yang baik" ujar Dokter menjelaskan panjang lebar mengenai kondisi Ayah Bryan.
"Syukurlah" ucap Ibu Aylin dan Ceyda bersamaan sambil menghela nafas dengan lega.
"Syukurlah bu ayah baik-baik saja" ucap Ceyda sambil memeluk ibunya.
__ADS_1
"Iya nak" Ibu Aylin tersenyum sambil membalas pelukan putrinya.
"Oiya dok apa saya boleh masuk kedalam untuk menemui suami saya?" tanya Ibu Aylin.
"Silahkan bu asalkan jangan mengganggu pasien beristirahat" ujar Dokter itu lalu langsung berlalu pergi meninggalkan ruangan Ayah Bryan.
Ibu Aylin dan Ceyda pun memasuki ruangan itu, kemudian Ziva dan Zev ikut menyusul masuk ke dalam.
Ibu Aylin mendekati brankar suami nya dan mengelus yangan suaminya.
"Ayah semoga cepat sembuh" ujar Ibu Aylin.
Kemudian Ceyda pun menghampiri Zev dan Ziva yang duduk di sofa yang berada di ruangan itu.
"Ziva terimakasih karena sudah datang menolong kakak" ujar Ceyda.
"Mmm.. Zev terima kasih atas bantuan nya dan aku akan mengganti uang yang tadi digunakan untuk membayar hutang itu" ujar Ceyda sungkan sambil menatap Zev.
"Hmm" ujar Zev sambil mengangguk.
"Tidak perlu kak Cey mengganti uang nya kak Zev, kan sebentar lagi jika kak Cey mau menikah dengan kak Zev akan menjadi istri kakak, jadi tidak perlu mengganti nya kak" ujar Ziva tersenyum.
Ceyda hanya tersenyum mendengar penuturan Ziva.
Ibu Aylin pun mendekati mereka bertiga. Dan duduk disebelah Ceyda.
"Nak Zev dan Ziva terimakasih sudah menolong kami nak, kami akan mengganti uang nya nanti nak" ujar Ibu Aylin tersenyum.
__ADS_1
"Tidak apa bu, tidak perlu mengganti uang itu bu, jika putri kalian mau menjadi menantu keluarga kami" ujar Zev.
Ibu Aylin tersenyum ternyata Zev secara tidak langsung juga menyetujui untuk menikah dengan putrinya.
Sedari awal yang di takuti oleh Ibu Aylin adalah takutnya Zev hanya dipaksa oleh Nyonya Laura untuk menikah dengan putri nya, sehingga mereka menikah karena keduanya terpaksa.
Tapi mendengar perkataan Zev hari ini dia paham bahwa Zev tidak terpaksa dan juga menginginkan pernikahan itu terjadi.
Kemudian Ibu Aylin kembali menghampiri suaminya.
"Apa aku bisa bicara sebentar dengan mu di luar?" ujar Zev menatap Ceyda.
"Baiklah" ujar Ceyda dengan mengangguk dan mengikuti Zev dari belakang keluar dari ruangan Ayah Bryan.
Mereka berdua pun duduk di kursi yang terletak didepan ruangan Ayah Bryan.
"Apa yang ingin kau katakan?" tanya Ceyda membuka suara lebih dulu.
Zev menatap Ceyda.
.
.
.
Tbc
__ADS_1
Like dan Komen nya yuuu Jangan Lupa✨💙