Pria Aroganku

Pria Aroganku
Berlalu


__ADS_3

"Ya sudah aku mau lanjut lagi" pamit Lili.


Dan Ceyda hanya mengangguk dan melihat betapa beruntungnya dia dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.


___


Hari pun berlalu berganti minggu hingga sampai dua bulan lama nya yang tak terasa.


Ceyda tetap rutin mengajari Ziva membuat cake. Karena terlalu sering nya Ceyda ke kediaman Winston, Ziva sampai sangat lengket dengan Ceyda.


Karena Ziva merasa seperti mempunyai saudari perempuan dan tidak merasa kesepian lagi sejak adanya Ceyda yang ke rumah dua kali dalam satu minggu.


Yah yang tadinya hanya satu kali dalam seminggu namun karena Ziva terus saja memaksa dan mau tidak mau Ceyda menuruti nya karena gadis itu terus saja memohon dan merengek pada nya. Dengan alasan dia jadi memiliki teman untuk mengobrol di rumah.


Sejak Ceyda dekat dengan Ziva dia jadi merasa memiliki adik perempuan, karena pada dasar nya dia dari dulu kesepian karena dia hanya anak tunggal dari kedua orang tua nya.

__ADS_1


Seperti saat ini Ceyda setelah dari kedai nya dia sudah berada di kediaman rumah mewah itu, sebenarnya dia awal nya agak sungkan tapi mau bagaimana lagi dia juga dibayar oleh Nyonya Laura karena telah mengajari Ziva seperti guru memasak privat nya Ziva.


Pendapatan yang dia dapat pun lumayan banyak yang di berikan oleh Nyonya Laura, bisa dia gunakan untuk menabung dan membuka cabang kedai cake di kota lain agar semakin berkembang usaha kedua orang tua nya itu.


"Kak Cey ini puding cake nya aku kasih topping sesuka ku ya kak?" tanya Ziva meminta izin pada Ceyda.


"Iya Va terserah kamu mau kasih topping apa" ujar Ceyda tersenyum.


Dia sudah biasa dengan segala celotehan Ziva itu, terkadang Ziva juga sering curhat padanya mengenai teman-teman di sekolahnya.


Entahlah menurutnya Ziva terlalu terbuka padanya, padahal dia bukan siapa-siapa nya. Ceyda sudah pernah bertanya pada Ziva jika dia itu terlalu terbuka padanya apalagi dia notabene nya orang luar bukan keluarganya. Tapi dengan entengnya Ziva menjawab kalo dirinya sudah dianggap seperti kakak perempuan nya. Dan Ceyda bingung harus menyikapi nya bagaimana. Karena dia juga sebenernya merasa bersalah juga karena dia memanfaatkan situasi yang ada.


Namun pada dasarnya dia tidak mencari cara apapun untuk membantu Rendy, dia hanya mengikuti alur dan mengalir begitu saja sampai sudah sejauh ini sangat dekat dengan Ziva anak keturunan keluarga Winston.


Ceyda juga merasakan sejak kenal dengan Ziva dia jadi merasa terhibur karena seperti memiliki adik perempuan apalagi Ziva orang nya sangat cerewet jadi dia sangat terhibur dengan kehadiran Ziva.

__ADS_1


"Kak ayo kita keruang tengah, aku punya drakor baru lagi loh kak, kak Cey pasti suka" ujar Ziva membuyarkan lamunan Ceyda.


"Ayo cepat kak Cey" rengek Ziva sambil menarik tangan nya.


Mungkin jika dilihat gadis itu berusia 18 tahun tapi entah mengapa saat di rumah dia seperti gadis 12 tahun.


"Iya iya Va sebentar" ujar Ceyda menggelengkan kepala sambil mengikuti Ziva karena tangan nya di tarik olehnya.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA GUYS❤️

__ADS_1


Tbc


__ADS_2