
SELAMAT MEMBACA SEMOGA SUKA DENGAN CERITANYA💖
.
.
.
"Zev bilang Oma menyuruh untuk datang ke kediaman Winston agar bisa makan malam bersama di sana" ujar Ceyda.
"Baiklah Nak"
"Jika begitu Cey tutup telfon nya bu untuk lanjut bekerja" ujar Ceyda.
"Iya nak"
Tut
Kemudian Ceyda pun mengirim pesan pada Zev.
💬
Ceyda : "Tuan, ayah dan ibu sudah setuju untuk makan malam bersama nanti"
💬
Tidak membutuhkan waktu lama Zev pun membalas pesan dari Ceyda.
💬
Tuan Zev : "Baiklah calon istriku"
💬
__ADS_1
"Ish dia ini" gumam Ceyda dengan pipi yang bersemu merah setelah membaca balasan pesan dari Zev.
"Kenapa aku jadi malu" gumam Ceyda lagi.
"Berarti hari ini aku tidak pulang terlalu malam" ujar Ceyda.
___
Malam hari nya.
Ceyda beserta ayah ibunya pun telah sampai di kediaman Winston dengan menaiki mobil yang di supiri oleh supir pribadi Zev.
Karena tadinya Zev mengirimkan mobil untuk menjemput Ceyda, tapi Ceyda menolak nya akhirnya Zev memaksa Ceyda untuk menyetujui nya dengan dalih disuruh oleh Oma, padahal itu karena kehendak nya sendiri tanpa perintah dari Oma. Zev paham pasti Ceyda tidak akan menolak permintaan nya itu setelah mengatakan jika itu permintaan Oma.
Karena Ceyda merasa tidak enak jika menolak permintaan Oma Laura dan pada akhir nya dia menyetujui untuk dijemput oleh mobil yang di perintahkan oleh Zev untuk menjemput nya dan keluarga nya.
"Masyaallah rumah nya besar sekali nak" ujar ibu Aylin terkagum melihat kediaman Zev untuk pertama kali nya.
"Mari silahkan masuk nona" ujar maid menunduk di depan pintu untuk menyambut kedatangan Ceyda dan keluarga nya.
"Terimakasih bi" ucap Ceyda tersenyum.
Kemudian Ceyda dan orang tua nya pun memasuki rumah kediaman Winston.
"Wah masyaallah rumah nya luas dan bagus sekali desain nya, ya kan ayah?" tanya ibu Aylin kepada ayah Bryan dengan terkagum-kagum.
"Iya ibuu" ujar ayah Bryan menanggapi kelakuan istrinya.
"Rumah kita yang dulu juga besar tapi lebih mewah dan besar yang ini" ujar ibu Aylin lagi masih dengan terkagum mengenai kediaman Winston.
__ADS_1
"Ibu sudah Cey merasa tidak enak" gumam Ceuda pelan karena melihat para pelayan yang berbaris.
Seketika ibu Aylin pun tersadar dengan tingkah laku nya, sedangkan ayah Bryan dia hanya geleng-geleng dengan tingkah istrinya.
"Akhirnya kalian sudah sampai" ujar Oma Laura menyambut kedatangan Ceyda dan orang tua nya dengan tersenyum.
Sedangkan Meta pun ikut berdiri di belakang Oma Laura untuk menyambut kedatangan keluarga Ceyda dengan senyum yang dipaksakan, karena mau tidak mau dia harus ikut menyambut karena paksaan dari ibu mertua nya.
"Iya Oma" Ceyda tersenyum lalu dia pun mencium tangan Oma Laura dan Ibu Meta.
"Ya sudah mari duduk dulu" ujar Oma Laura.
Mereka pun duduk di ruang tamu di rumah mewah itu.
"Bagaimana kondisi pak Bryan apakah sudah sembuh?" tanya Oma Laura.
"Alhamdulillah Nyonya kondisi saya sudah cukup sembuh" jawab ayah Bryan tersenyum.
"Syukurlah jika begitu" ujar Oma Laura.
"Oiya saya hampir lupa, kenalkan ini menantu saya ibunya Zev dan Ziva" ujar Oma Laura memperkenalkan Meta pada kedua orang tua Ceyda.
"Ibunya Zev dan Ziva?" tanya ibu Aylin bingung karena setau dia Zev dan Ziva sudah tidak memiliki orang tua.
"Iya jadi ini menantu saya yang kedua, ibu tiri nya Zev dan Ziva" ujar Oma Laura menjelaskan.
Sedangkan Meta ikut tersenyum yang dipaksakan.
.
.
.
__ADS_1
Tbc
LIKE DAN KOMEN NYA YU GUYS💙✨