
SELAMAT MEMBACA SEMOGA SUKA DENGAN CERITANYA💖
.
.
.
Kali ini Zev memutuskan untuk mengantar istrinya ke kedai cake untuk melakukan pengecekan kedai Azra.
Walaupun sempat menolak untuk pergi bersama karena kantor Zev dan Ceyda yang berlawanan arah, tapi apa boleh buat si tuan Arogan dan pemaksa tetap kukuh memaksa untuk pergi bersama.
Setelah setengah jam kemudian.
Sampailah mereka di kedai cake Azra.
"Aku pergi dulu" ujar Ceyda dan mencium tangan suaminya.
"Hm" ujar Zev.
"Hm?" tanya Ceyda dengan alis bertaut.
"Apa kau tidak tau cara nya berpamitan dengan suami yang benar?" tanya Zev.
"Kan ini sudah benar dengan mencium tangan" jawab Ceyda dengan polosnya.
"Aish kau ini" ujar Zev kesal.
Lalu dia pun menyambar bibir Ceyda.
Cup
__ADS_1
Ceyda pun terkejut dengan tingkah Zev dan tentu saja pipi nya sudah bersemu merah. Ini bukan sekali dua kali nya hal ini terjadi tapi tetap saja dia merasa malu dan terkejut.
"Pergilah" ujar Zev setelah melepaskan ******* nya.
Sekarang giliran Ceyda yang kesal karena kelakuan suaminya itu.
Ceyda pun keluar dari mobil dan memasuki kedai, setelah memastikan Ceyda telah masuk ke dalam kedai, lalu Zev pun melajukan mobilnya menuju kantor, karena hari ini dia memutuskan untuk mengendarai mobil nya sendiri agar lebih bebas bersama sang istri.
_
_
Setibanya di kantor, Zev langsung menuju ruangan nya dan mengerjakan tugas kantor.
"Selamat pagi tuan" ujar Reyno.
"Hm, masuk ke ruangan ku" ujar Zev sambil berlalu menuju ruang CEO miliknya. Dan Reyno mengikuti di belakang nya.
"Ada yang mengintai markas timur ketika transaksi berlangsung bos, dan sepertinya itu dari salah satu aparat kepolisian " ujar Reyno menunduk.
"Kenapa hal ini bisa terjadi hah? Jangan sampai hal ini terulang kembali dan perketat keamanan !" titah Zev yang cukup emosi lantaran masih pagi sudah mendapat kabar tidak mengenakan.
"Baik Bos" ujar Reyno menunduk hormat dan berlalu meninggalkan ruangan sang Bos.
_
_
Langit sudah menunjukkan warna orange ketika sore hari, para pekerja pun sudah meninggalkan gedung tinggi itu.
Begitupun dengan Zev, dia sedang mengendarai mobil nya menuju kedai sang istri untuk menjemputnya.
__ADS_1
Begitu sampai di depan kedai dia pun turun dari mobilnya mengitari mobilnya dan menunggu dengan bersandar di mobil.
💬
"Sudah di depan" ujar Zev mengirim pesan pada sang istri.
Tidak lama kemudian terlihatlah sang istri sedang berjalan dengan sedikit terburu-buru berlari kecil menghampirinya dari kedai.
"Pelan-pelan" ujar Zev ketika Ceyda di hadapan nya.
"Maaf membuat mu menunggu" ujar Ceyda tak enak hati.
"Masuklah" sambil membuka kan pintu mobil untuk istrinya.
Ceyda memasuki mobil, Zev pun mengitari mobil dan duduk di bagian kemudi dan tak berselang lama mobil mewah itu melaju membelah jalanan dengan pemandangan senja menuju rumah mereka berdua.
_
_
Hari-hari berlalu tak terasa usia pernikahan mereka sudah jalan dua bulan saja.
Sepasang suami istri itupun sudah semakin dekat seperti suami istri pada umumnya. Yang awalnya banyak kecanggungan diantara mereka kini sudah lebih terlihat akrab, walaupun rasa canggung lebih banyak dirasakan oleh Ceyda sedangkan Zev hanya acuh dan biasa saja.
Sejauh ini mereka masih belum menjadi sepasang suami istri seutuhnya, karena Ceyda masih belum siap, padahal jika dipikir tidak ada salahnya karena mereka sudah menjadi suami istri, akan tetapi Ceyda ingin melakukan itu apabila sudah ada tumbuh rasa cinta di kedua nya, tapi entahlah apakah rasa cinta itu masih ada. Karena Ceyda masih bimbang dan belum yakin apalagi dia masih terpaut dengan Reyno. Ada misi yang harus di selesaikan, jika Ceyda tidak mengingat itu dia pasti sudah terlena dan bisa saja membuka hati nya untuk Zev.
.
.
.
__ADS_1
Semoga ngga bosen dan stay tune ya💖