Pria Aroganku

Pria Aroganku
Melepas Penat


__ADS_3

"Yaya baiklah maafkan aku honey" Jessica tetap pada aktivitasnya meskipun terdengar nyeri di hati kala terus diingat kan dengan perjanjian yang mereka sepakati.


"Hem" Zev hanya berdehem saja membiarkan Jessika melakukan aktivitasnya.


Jesica kemudian terus turun kebawah, sementara Zev masih tenang duduk di kursi kebesaran nya tanpa terganggu dengan kegiatan Jessica dan dia hanya menikmati saja.


Dengan gerakan sensual Jessica menciumi senjata Zev, kemudian memuaskan senjata Zev seperti biasanya.


Sedangkan Zev dia hanya menikmati dengan wajah penuh hasrat dan sesekali mendesah.


Zev menekan kepala Jessica yang sedang berada dibawahnya memuaskan senjata nya itu agar lebih dalam lagi.


Ketika merasakan akan mencapai puncak nya, Zev lebih menekan dengan keras agar lebih dalam dan menjambak rambut Jessica yang tergerai.


"Emhhh" erangan Jessica terdengar kala merasakan yang sedang dipuaskan itu semakin membesar dan yah meledak sepenuhnya di dalam mulut nya.


Kemudian Jessica menelannya begitu saja dengan wajah memerahnya.


Nafas mereka masih naik turun terutama Zev.


Konsentrasi Zev sedikit buyar karena pelayanan Jessica itu.


Jessica kembali berdiri dan duduk dipangkuan Zev setelah selesai mengancingkan celana Zev tadi.

__ADS_1


"Bagaimana jika kita lanjutkan di hotel honey?" tanya nya dengan gaya sensual sambil mengelus sesuatu yang telah meledak tadi.


"Kita bisa mencoba gaya baru dan suasana yang sedikit berbeda dari ruangan pribadimu" ujar Jessica dengan mengecupi telinga Zev.


Hasrat Zev kembali tersulut lalu dia menarik tengkuk Jessica dan menyesap bibir nya dengan begitu kuat.


"Sssh" desis Jessica.


"Berhentilah menggoda ku, pergilah, kita lanjutkan nanti di hotel setelah pekerjaan ku selesai!" titahnya.


"Hum baiklah haoney, aku akan menunggu mu di sofa saja" ucapnya dengan girang.


Cup


1 jam kemudian.


Zev telah selesai dengan pekerjaan nya, kemudian dia dan Jessica keluar dari Winston Group dan menuju ke tempat melepas penat yaitu hotel.


___


Disisi lain seperti biasanya Ceyda selalu disibukkan dengan membuat cake untuk dijual.


Namun sekarang Ceyda sedang melamun karena memikirkan perkataan Rendy di telfon semalam. Setelah dia mengatakan habis mengunjungi rumah kediaman kelurga Winston.

__ADS_1


"Ini merupakan langkah yang bagus by, dengan begitu bisa mempermudah semuanya, apalagi kamu setiap minggu nya harus mengunjungi rumah itu, setidaknya ini akan mengurangi beban mu by, karena tanpa kau lelah-lelah mencari cara agar masuk ke keluarga itu by"


"Huftt" Ceyda menghembuskan nafas nya perlahan.


Dia sepertinya harus menuruti kekasihnya itu agar dia bisa membantu banyak.


"Hey Cey kenapa kau sedari tadi melamun? apa ada masalah?" tanya Lili heran.


"Emm tidak ada Li aku hanya merasa lelah saja" Ceyda menggelengkan kepala nya dan tersenyum.


"Hem yaya itu terlihat dari raut wajahmu Cey" Lili memperhatikan wajah Ceyda secara seksama.


"Kau tidak seceria biasanya, apa benar tidak ada apa-apa?" Lili heran.


"Iyaa aku baik-baik saja, ini hanya kelelahan saja Lili" ujar Ceyda berusaha ceria.


"Ya baiklah kalau kau baik-baik saja Cey, kalo ada apa-apa cerita saja pada ku atau Angel, agar kita bisa membantu" ujar Lili dengan menggenggam tangan Ceyda.


"Iya siap bos" ujarnya tersenyum.


"Ya sudah aku mau lanjut lagi" pamit Lili.


Dan Ceyda hanya mengangguk dan melihat betapa beruntungnya dia dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2