
SELAMAT MEMBACA SEMOGA SUKA DENGAN CERITANYA💖
.
.
.
"Itu dia ruangan nya" gumam Ceyda sambil melangkah.
Sebelum Ceyda memasuki ruangan direktur itu dia pun melewati meja sekertaris.
"Permisi mbak, saya diminta untuk bertemu dengan tuan Zev" ujar Ceyda ramah.
Perempuan yang duduk di meja sekertaris yang berada di depan ruangan Zev bernama Sesil yang merupakan sekertaris kedua yang bertugas membantu Reyno. Sesil pun melihat Ceyda dari atas sampai bawah.
"Baik mba tunggu sebentar" ujar Sesil lalu memasuki ruangan bos nya.
Tok tok
Ceklek
"Permisi tuan, maaf mengganggu, di depan ada seorang perempuan yang ingin bertemu dengan tuan" ujar Sesil menunduk dengan hormat.
"Suruh dia masuk" pinta Zev.
"Baik tuan" Sesil pun keluar dari ruangan Zev dan menghampiri Ceyda yang masih menunggu di depan ruangan.
"Silahkan masuk mbak" ujar Sesil.
"Baik terimakasih" ujar Ceyda tersenyum lalu masuk ke ruangan Zev.
Tok tok
__ADS_1
Ceklek
Ceyda dengan perlahan membuka pintu ruangan Presdir itu, dan dia hanya memasukan kepala nya saja.
"Masuklah untuk apa hanya menyembulkan kepala saja" ujar Zev.
Karena telah mendengar suara bas yang menggema di ruangan itu, Ceyda pun langsung memasuki ruangan Zev.
Seketika Ceyda terpesona dengan desain interior rungan Zev yang terkesan elegan dan tertata rapih.
"Duduklah" pinta Zev.
Kemudian Ceyda pun berjalan menuju sofa di ruangan Zev dan duduk di sofa itu.
Zev pun berjalan menghampiri Ceyda sambil membawa map yang berisi berkas kontrak dan ikut duduk bersama dengan Ceyda di sofa.
"Ini surat kontrak perjanjian pernikahan kita, baca dan tanda tangani segera" ujar Zev sambil meletakan map berkas tersebut di atas meja di depan Ceyda.
Ceyda pun melihat itu dan kemudian dia mengambil map tersebut dari atas meja, membuka map tersebut dengan pelan kemudian membaca nya.
"Aku rasa di perjanjian ini hanya memberikan keuntungan yang besar untuk mu tapi tidak dengan ku" ujar Ceyda dengan tatapan mengintimidasi.
"Yah memang harus seperti itu perjanjian nya, jika kamu tidak mau menyetujui nya. maka Oma dan Ziva akan terluka dan kamu bisa kembalikan uang itu hari ini" ujar Zev.
Mendengar penuturan Zev pun Ceyda hanya menunduk dan terdiam.
"Bagaimana ini, aku tidak ingin menyakiti hati Oma dan Ziva begitu pun dengan ibu, apalagi harus mengembalikan uang itu hari ini" gumam Ceyda dalam hati.
Sedangkan Zev dia tersenyum tipis. Dia tau jika Ceyda pasti tidak akan dengan mudah menyetujui perjanjian ini, maka dari itu dia sudah menyiapkan ancaman ringan untuk Ceyda.
Setelah terdiam beberapa saat akhirnya Ceyda pun memberikan keputusan nya.
"Baiklah aku menyetujui nya" ujar Ceyda dengan lesu.
__ADS_1
Kemudian Ceyda menandatangani surat kontrak perjanjian itu.
"Nih sudah, sudah tidak ada urusan lagi kan, aku permisi" ujar Ceyda setelah selesai menandatangani surat kontrak itu dan meletakkan nya di atas meja.
Lalu Ceyda berdiri dan beranjak pergi meninggalkan ruangan Zev.
"Tunggu" ujar Zev sambil memegang tangan Ceyda.
Ceyda pun berbalik.
"Apalagi? urusan kita sudah selesai kan" ujar Ceyda dengan malas.
"Ada sesuatu yang tertinggal" ujar Zev.
"Apa?" tanya Ceyda dengan alis yang berkerut.
"Ini" ujar Zev sambil menarik Ceyda agar lebih dekat dengan nya.
Cup
Ceyda pun melotot kan matanya dengan apa yang Zev lakukan padanya.
"Sudah, hati-hati dijalan calon istriku" ujar Zev setelah melepas tautan bibir nya dengan Ceyda dengan tersenyum tipis, sangat tipis sampai tidak terlihat.
.
.
.
Tbc
Maaf ya guys baru bisa up lagi karen author baru selesai uas✨
__ADS_1
Jangan Lupa Like dan Komen nya guys💖
Ada saran atau kritik yang bersifat membangun boleh banget langsung Komen ya, agar author semangat up nya💙✨