Pria Aroganku

Pria Aroganku
Keputusan Zev


__ADS_3

Setelah beberapa saat sarapan pun selesai, sebelum beranjak untuk pergi bekerja Zev diberi pertanyaan oleh Omanya.


"Bagaimana Zev keputusan mu?" tanya Oma menatap Zev serius dengan wajah berharap nya agar cucu laki-laki nya itu mau menyetujui nya.


Zev terdiam beberapa saat kemudian dia mengangguk.


"Apa artinya itu Zev? apa kamu menyetujui nya?" tanya Oma penasaran.


"Ya Oma aku menyetujui nya" ujar Zev mantap.


"Ya tuhan aku tidak mimpi kan Zev kamu mau menikah dengan nya?" ujar Oma nya dengan tak percaya.


"Iya Oma demi kalian" ujar Zev lagi.


"Terimakasih ya tuhan" ujar Oma nya tersenyum bahagia.


"Kak Zev akan menikah? dengan siapa? apa dengan kak Jessica?" tanya Ziva dengan mata memicing menatap Zev.


"Zev akan menikah?" tanya Meta dalam hati.


Ibu tirinya itu hanya terdiam dengan rasa penasaran dan bertanya-tanya, kenapa setelah sekian lama karena ditinggal dan dikhianati oleh mantan tunangan nya Zev mau menyetujui untuk menikah. Apa penyebab Zev mau menyetujui pernikahan itu dan dia juga penasaran siapa yang akan dinikahi oleh Zev.


"Tentu saj tidak mungkin Zev menikah dengan Jessica perempuan seperti itu nak" ujar nya pada Ziva.


"Lalu kak Zev akan menikah dengan siapa Oma?" tanya nya penasaran.

__ADS_1


"Zev akan menikah dengan perempuan yang kamu anggap sebagai kakak perempuan mu itu" ujar Oma dengan wajah sumringah.


"Kakak perempuan? apa itu kak Cey oma?" tanya Ziva terkejut.


"Iya sayang" ujar Omanya.


"Wah serius? asikkk aku mau memiliki kakak ipar seperti kak Cey" ujar Ziva sangat girang.


Zev melihat kebahagiaan kedua orang kesayangan nya itu ikut tersenyum.


"Baiklah Zev nanti Oma akan menyampaikan hal ini pada Ceyda ya" Oma terus saja tersenyum.


"Baiklah Oma aku pergi ke kantor dulu" pamit nya mencium tangan Oma nya dan mengelus kepala adik nya dan berlalu pergi begitu saja tanpa menganggap kehadiran Ibu tirinya.


"Oma, Mama aku pamit sekolah dulu ya" ujar Ziv sambil mencium tangan Oma dan Ibu tiri nya itu.


"Iya sayang hati-hati dijalan nak" peringat Omanya.


"Iya nak" ujar Ibu tirinya tersenyum.


Lalu Ziva pun berlalu keluar meninggalkan rumah mewah itu.


"Ibu apa aku boleh bertanya sesuatu?" ucap Meta dengan ragu-ragu.


"Apa yang ingin kau tanyakan Meta?" tanya Nyonya Laura.

__ADS_1


"Wm ini Ibu mengenai pernikahan Zev, apa dia benar-benar serius memutuskan untuk menikah dengan gadis itu, gadis yang baru dia kenal karena dekat dengan Ziva dua bulan terakhir ini?" tanya Meta ragu.


Nyonya Laura menghela nafas.


"Apa yang kamu khawatir kan Meta? justru jika Zev memutuskan untuk menikah itu bukan nya bagus kan dia juga sudah sangat dewasa dan sebentar lagi akan menginjak umur 32, Ibu juga sudah semakin tua dan ingin memiliki cucu menantu sekaligus menggendong cicit nanti" ucap Nyonya Laura menerawang jauh.


"Iya ibu maksudku apa tidak terlalu terburu-buru tiba-tiba saja Zev menyetujui untuk menikah setelah sekian lama nya" ujar Meta menyangkal.


Sebenarnya dia kurang setuju jika Zev akan menikah dan nanti dia takut jatah bulanan nya berkurang, apalagi dengan gadis yang menurutnya tidak sesuai dengan selera Zev itu.


"Tentu saja tidak, justru lebih bagus kan jika lebih cepat lebih baik, sebelum Zev berubah pikiran" ujar Nyonya Laura.


"Iya itu benar ibu, tapi gadis itu juga tidak sesuai dengan standar dan selera Zev, apalagi dia dari keluarga yang biasa saja kan, bagaimana jika dia hanya menginginkan harta nya Zev saja" sangkal nya lagi.


"Huft Meta, lagian ini bukan masalah selera, lagian Ceyda dia itu gadis yang baik dan penyayang sesuai dengan standar para wanita di keluarga ini dan tidak mungkin Ceyda hanya mau memanfaat kan harta Zev saja, dia itu gadis pekerja keras" ujar Nyonya Laura menggelengkan kepala nya tidak habis pikir dengan jalan pikiran dan penilaian menantu keduanya itu.


"Lagi pula kau juga dulu dari keluarga yang biasa saja lalu kenapa kau menilai seenaknya calon cucu menantu ku itu, ingat Meta tidak semua wanita itu sama seperti dirimu" ujar Nyonya Laura yang lama kelamaan tersulut emosi nya, karena cucu menantu yang ia idam-idam kan di beri penilaian buruk oleh menantu keduanya itu.


"Maafkan aku Ibu" ujar meta menunduk.


Kemudian Nyonya Laura pergi begitu saja menuju kamar nya, karena pagi-pagi sudah membuat mood nya buruk sekali.


Meta masih duduk dimeja makan dengan perasaan cemas dan sedikit tersinggung mengenai ucapan Ibu mertua nya tadi mengenai dirinya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2