Pria Aroganku

Pria Aroganku
Menolong


__ADS_3

Meskipun dia memiliki sikap yang jahat tapi Meta hanya ingin Zev menganggapnya sebagai ibunya saja tidak lebih. Karena dia menyayangi Zev dengan tulus. Juga karena agar dia bisa merasakan kembali memiliki putra nya.


Namun semua sudah terlanjur dan sekarang hanya ada rasa penyesalan yang teramat besar.


___


Pagi hari nya seperti biasa, semua kembali sibuk dengan aktivitas nya masing-masing. Keramaian di kota sangat padat kendaraan karena dari pagi hari dan sampai sore hari selalu sibuk dengan para manusia yang bekerja.


Dikediaman Zev, ketika Zev dan Ziva sudah berangkat dan sibuk dengan sekolah dan pekerjaan nya masing-masing.


Nyonya Laura ingin mengunjungi makam anak dan menantunya kesayangan nya.


"Bibi" panggil Nyonya Laura pada pembantunya.


"Iya nyonya besar" jawab Bi Asa sang kepala pelayan di rumah mewah Zev itu sambil menunduk.


"Saya mau pergi ke makam anak dan menantu, sekalian mau belanja kebutuhan juga bi" ujar Nyonya Laura.


"Baik nyonya besar, tapi maaf apa tidak sebaiknya pelayan saja yang belanja kebutuhan nyonya?" ucap nya dengan menunduk.


"Tidak apa bi sesekali, sekalian saja saya juga ingin jalan-jalan biar tidak suntuk di rumah saja" ujar Nyonya Laura.


"Baiklah nyonya besar, saya permisi kebelakang nyonya" pamit Bi Asa.


Nyonya Laura pun berlalu, namun ketika akan melewati ruang keluarga, dia melihat Meta keluar dari kamar nya dan sudah berdandan dan berpakaian rapih.


"Meta ayo apa kau mau ikut ibu pergi ke makam mendiang suamimu?" ajak Nyonya Laura pada Meta menantu keduanya itu.


"Eh tidak ibu, maaf tapi Meta sudah ada janji arisan dan kumpul sama temen arisan bu" jawab nya kikuk.


Nyonya Laura hanya tersenyum kecut dengan kelakuan menantu keduanya itu.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu ibu kira kau mau ikut, jadi ibu ajak" ujar Nyonya Laura.


"Em tidak ibu maaf, aku permisi dulu sudah telat"


"Baiklah" jawab Nyonya Laura


Nyonya Laura hanya melihat punggung Meta dari belakang.


"Bagaimana Zev mau menerima mu jika kelakuan mu selalu seperti itu, tidak pernah berubah" gumam Nyonya Laura sambil menggelengkan kepala nya.


___


Setelah selesai dari makam, Nyonya Laura kemudian pergi ke swalayan untuk membeli kebutuhan dapur yang sudah habis.


"Bimo antar saya ke swalayan" perintah Nyonya Laura pada Bimo supir sekaligus bodyguard yang di perintahkan Zev untuk menjaga dan mengantar Oma nya.


"Siap nyonya besar" ujar Bimo sambil mengemudikan mobilnya menuju swalayan.


Setelah sampai di swalayan Nyonya Laura menyuruh Bimo untuk menunggu di mobil.


"Tapi nyonya nanti saya dimarahi oleh tuan" ujar Bimo sambil menunduk.


"Tidak apa, nanti jika Zev memarahi, saya yang akan menangani, nanti kalo saya perlu bantuan saya telfon kamu Bim"


"Baik nyonya besar" jawabnya menunduk.


___


Setelah selesai membeli segala kebutuhan dapur yang habis nyonya besar pun mengantri di kasir untuk membayar belanjaan nya.


Nyonya Laura membayar menggunakan Black Card yang diberikan Zev cucunya itu.

__ADS_1


Tanpa disadari oleh nya, dari belakang antrian nya, ada laki-laki yang mengamati Nyonya Laura dan melihat Black Card miliknya.


Setelah selesai membayar, begitu nyonya Laura keluar dari Swalayan tersebut akan menuju mobilnya, tiba-tiba laki-laki yang tadi mengamati Nyonya Laura berlari dan mengambil tas milik Nyonya Laura.


"Astaga ya tuhan, hey tas saya!"


"Jambret tolong, tolong!" "Bimo tolong Bimo!"


Bimo yang mendengar teriakan Nyonya Besar nya langsung keluar dari mobil dan berlari mengejar jambret tersebut.


Namun Bimo kalah cepat karena tukang jambret tersebut sudah jatuh dipinggir jalan karena ditabrak oleh pengendara motor seorang pengantar cake.


Kemudian pengantar cake tersebut turun dari motor nya dan mengambil tas milik Nyonya Laura.


Dan si penjambret tersebut langsung ditangkap oleh warga sekitar.


Kemudian pengantar cake tersebut menghampiri Nyonya Laura.


"Ini nyonya tas nya coba dicek isinya, terus nyonya baik-baik saja kan?" tanya nya dengan cukup cemas.


"Huft syukurlah, terimakasih mbak, saya baik-baik saja, walaupun di tas isinya tidak banyak tetapi tas ini kenang-kenang an dari mendiang menantu saya" ujar Nyonya Laura dengan sendu.


"Syukurlah nyonya, jika nyonya baik-baik saja" ujarnya tersenyum.


"Loh mbak bukan nya yang penjual cake di kedai Azra Bakery kan?" tanya Nyonya Laura.


"Iya benar nyonya"


.


.

__ADS_1


.


Tbc


__ADS_2