Pria Aroganku

Pria Aroganku
Makan Cake Bersama


__ADS_3

Zev berjalan mendekati Oma nya.


"Oma ada apa ini?" tanya Zev.


Nyonya Laura yang dari tadi asik melihat interaksi cucunya dan Ceyda pun terkaget karena pertanyaan Zev.


"Ya ampun kamu ini ngagetin Oma saja Zev" ujar Omanya sambil menggelengkan kepala.


"Dia itu pembuat cake yang di kedai langganan Oma, Ziva minta untuk diajari membuat cake, jadi kebetulan Oma bertemu dengan nya, jadi dia oma mintai tolong untuk membantu adikmu" ujar Omanya tanpa mengalihkan pandangan dari Ziva dan Ceyda.


"Kenapa tidak memanggil chef terkenal saja yang lebih handal" ujar Zev dengan suara bass nya.


"Lagian aku mampu untuk membayar chef mahal oma" ujar Zev menyombongkan diri.


"Kau ini yah, ini bukan masalah uang, tapi cake buatan nya itu mirip seperti cake buatan ibumu dulu, jadi sekalian oma mengenang masa-masa dulu dengan ibumu nak" ujar Oma nya tersenyum.


"Hum baiklah terserah oma" ujar Zev.


Kembali ke Ziva dan Ceyda yang masih asik membuat cake, Ziva sangat antusias apalagi melihat hasil cake buatan nya dan juga Ceyda.


"Hummm harum sekali bau cake nya kak" ujar Ziva tersenyum.


Kemudian Ziva membawa cake tersebut ke meja makan dihadapan Oma nya.


"Eh kak Zev sudah pulang, lihatlah kak aku bisa membuat cake kan" ujar nya bangga.


Zev tersenyum melihat adiknya sebahagia itu karena berhasil membuat cake.


Ceyda pun berbalik ingin menghampiri Ziva dan Nyonya Laura di meja makan sambil membawa cake lainnya.

__ADS_1


Deg


Ceyda dan Zev terkaget dan saling menatap.


"Dia gadis yang waktu itu aku tabrak kan" gumam Zev dalam hati.


"Dia pria kaya arogan yang menabrak ku waktu itu kan" gumam Ceyda dalam hati.


Ceyda perlahan menghampiri ke meja makan dimana Nyonya Laura, Ziva dan Zev berada.


"Hey kau yang gadis waktu itu kan, kenapa kau ada di sini?" tanya Zev menatap Ceyda tajam.


Ceyda pun melotot kan matanya karena pertanyaan spontan itu.


"Ya benar dia pria arogan itu" gumam Ceyda dalam hati.


"Zev kau pernah bertemu dengan nya nak?" tanya Omanya dengan wajah bingung.


"Ya Oma aku pernah melihatnya"


"Dan kau nak Ceyda pernah bertemu dengan cucuku?" tanya Nyonya Laura.


"Iya nyonya dia pria yang menabrak ku waktu itu" ujar Ceyda tanpa sadar.


"Hey kau yang tidak hati-hati dalam berkendara ya" sungut Zev.


"Tapi maaf tuan, anda yang seenaknya menggunakan jalan, jangan mentang-mentang anda orang kaya jadi seenaknya sendiri" sungut Ceyda.


"Hey kauu... " ujar Zev tersulut emosi.

__ADS_1


"Astaga kalian sudah pernah bertemu? dan berarti yang menyebabkan kamu jalan nya pincang itu akibat ulah cucu saya?" tanya Nyonya Laura tidak percaya.


"Aku tidak salah oma, dia saja yang tidak hati-hati" bela Zev.


"Oh ya ampun, maafkan kesalahan cucu saya nak Ceyda" ujar Nyonya Laura.


"Tidak apa-apa nyonya, saya sudah cukup memaafkan dia" ujar Ceyda.


Zev memandang Ceyda dengan lekat.


"Ya sudah ayo kita makan cake nya bersama-sama" ujar Nyonya Laura.


"Ayo kak Cey mari duduk, kita makan cake buatan kita" ajak Ziva tersenyum pada Ceyda.


Ceyda tersenyum dan mengangguk.


Zev yang sedari tadi terduduk hanya melihat Ceyda yang duduk di sebrang nya dengan tatapan yang tak terbaca.


"Ayo Zev dimakan cake buatan Ziva dan Ceyda" ajak Omanya.


Kemudian mereka berempat makan cake itu dengan tenang.


"Bagaimana kak rasa cake buatan ku dan kak Cey?" tanya Ziva pada kakaknya itu sambil menaik turunkan alisnya.


.


.


.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2