
SELAMAT MEMBACA SEMOGA SUKA DENGAN CERITANYA💖
.
.
.
Ceyda mengerjap kan mata nya, begitu membuka matanya dia sedikit terkejut melihat Zev yang sedang menatap nya di samping nya.
"Tuan..." lirih Ceyda yang agak terkejut.
"Bangunlah, saat nya makan siang" ujar Zev.
Lalu Ceyda mendudukkan dirinya dengan perlahan.
"Makan siang di dalam kamar atau mau makan bersama di bawah?" tanya Zev.
"Mmm.. Makan di bawah saja, aku tidak enak dengan Oma dan yang lainnya, oiya apakah Ziva sudah pulang?" tanya Ceyda yang teringat kala tadi pagi tidak melihat Ziva mungkin sedang ada kelas.
"Baiklah, Ziva sudah pulang kuliah" ujar Zev.
Ceyda pun menganggukkan kepalanya. Dia berusaha untuk turun dari ranjang dengan perlahan dan mencoba untuk berdiri dengan perlahan.
"Biar ku gendong saja" ujar Zev.
"Tidak perlu, sepertinya sudah cukup lebih baik, aku tidak ingin merepotkan mu" ujar Ceyda menolak kala mengingat Zev mengatakan jika dirinya merepotkan nya.
Zev pun diam saja melihat tingkah keras kepala istrinya.
Akh
Ceyda masih merasakan sakit ketika kakinya dipaksa kan untuk berjalan.
Kenapa masih terasa sakit.
Zev yang melihat itu menggelengkan kepala nya dan langsung menggendong Ceyda ala bridal style.
__ADS_1
"Dasar keras kepala" ujar Zev.
Sedangkan Ceyda hanya diam saja dan mengalungkan kedua tangan nya ke leher suaminya.
Mereka berdua berjalan menuruni tangga, oh tidak, hanya Zev yang berjalan karena Ceyda berada di gendongan suaminya itu.
Begitu mereka sampai di ruang makan, di sana sudah ada Oma Laura, Ziva dan Mama tiri Zev yang sudah menunggu di meja makan.
"Wahh kak Zev romantis sekali" goda Ziva pada kakak nya.
Zev pun hanya acuh dengan godaan adik nya itu, dia meletakkan Ceyda duduk tepat di kursi sebelah nya.
Sedangkan Ceyda hanya tersenyum kikuk merasa tak enak kala semua orang menunggu nya dan Zev untuk makan siang bersama.
"Maaf membuat semuanya menunggu" ujar Ceyda tak enak hati.
"Tidak apa nak kami juga baru saja tiba di meja makan" ujar Oma Laura tersenyum.
"Iya kak Cey santai saja" ujar Ziva tersenyum manis pada Ceyda.
"Baru sehari menjadi menantu saja sudah membuat orang lain menunggu" gumam Mama tiri Zev yang bisa di dengar oleh Oma Laura yang ada di sebelah nya.
Oma Laura pun langsung menegur kelakuan menantu kedua nya itu.
"Jangan berbicara seperti itu di meja makan" ujar Oma Laura.
Dan menantu keduanya itu pun langsung terdiam.
Ceyda yang masih bisa mendengar gumaman ibu mertua nya itu pun terdiam. Dia menyadari sepertinya ibu tiri Zev masih belum bisa menerima nya sebagai menantu nya apalagi dari sejak awal bertemu ibu tiri Zev tidak menyukai nya.
"Oiya bagaimana kaki nya nak apa sudah lebih baik ?" tanya Oma Laura.
"Sudah Oma" ujar Ceyda mengangguk.
"Ayo langsung kita mulai makan siang nya" ujar Oma Laura kala melihat jika cucu menantu nya pun merasakan tak enak setelah mendapat teguran dari menantu nya.
.
__ADS_1
.
Setelah selesai makan siang, Oma Laura, Ceyda dan Ziva pun berkumpul di ruang keluarga, sedangkan ibu tiri Zev pergi seperti biasa berkumpul dengan teman-teman sosialita nya.
"Aku ada keperluan sebentar" ujar Zev kala sudah meletakkan istrinya di sofa dengan nyaman, dia pergi berlalu dari ruang keluarga ke luar rumah untuk mengangkat telepon dari asisten nya.
📞
"Halo Bos" ujar Renyo.
"Ya, ada apa?" tanya Zev.
"Nona Jessica mencari tuan dan sedari tadi memaksa untuk bertemu tuan" ujar Reyno.
"Kau urus saja Rey, aku sedang tidak ingin diganggu" ujar Zev tegas.
"Baik tuan" ujar Reyno.
📞
Tut tut tut
Zev langsung memutuskan telpon nya.
Zev memasuki ruang keluarga dimana Oma, Ziva dan istrinya itu berada di sana sedang asik mengobrol dan dia pun ikut bergabung.
Sudah lama sekali dia tidak memiliki waktu luang untuk bersantai dengan keluarganya apalagi sekarang sudah ada anggota keluarga baru yaitu istrinya.
.
.
.
Tbc
Like, Komen dan Vote nya💙
__ADS_1